3 LANGKAH MEMPERSIAPKAN MATERI DENGAN EFEKTIF

Menyampaikan pesan di depan banyak orang adalah hal yang menantang sekaligus menyenangkan. Tentu setiap momennya kita berharap tampil optimal sehingga pesan tersampaikan kepada audience.

Salah satu hal esensial sebelum tampil adalah PERSIAPAN. Mempersiapkan segalanya adalah hal yang wajib bagi seorang pembicara, terutama materi yang akan disampaikan.

Uniknya, setiap orang mengalami pengalaman berbeda saat akan melakukan persiapan. Tak jarang waktu yang selalu jadi kendala. Ada yang mendapat cukup waktu untuk persiapan dan ada juga yang mendapat waktu yang sangat mepet dengan hari pelaksanaan.

Jika durasi persiapan berbeda, tentu secara matematis orang dengan waktu persiapan yang lebih panjang akan lebih siap untuk tampil.

Ternyata kenyataannya tidak demikian. Sebagian diantaranya masih kebingungan untuk mengoptimalkan persiapan menjelang tampil. Sehingga masalah utama bukan di waktu, melainkan cara efektif dalam melakukan persiapan dalam menyusun materi.

Tentu Anda ingin melakukan persiapan dengan efektif dan waktu yang Anda miliki bisa optimal kan?

Ada 3 langkah yang bisa Anda gunakan dalam mempersiapkan materi presentasi.

1. TUJUAN PRESENTASI

Tetapkanlah tujuan presentasi yang ingin Anda sampaikan kepada audience. Hal itu akan menjadi patokan saat Anda mulai menyusun materi.

Sederhananya, apa sih pesan yang ingin Anda sampaikan untuk audience. Jika sudah, Anda akan mudah menyusun materinya.

Contoh tujuannya: Audience memahami cara menulis artikel dengan efektif.

2. RANGKUM PESAN UTAMA

Pesan utama menjadi sajian yang akan diberikan kepada audience. Agar pesannya dapat diterima dengan mudah, rangkum pesan utama dengan sederhana. Biasanya akan efektif dengan membaginya menjadi “3 kata kunci”.

Contohnya: 3 Cara menulis artikel dengan efektif, -Buat outline -Cacah tulisan menjadi beberapa paragraf -Gunakan quotes atau kutipan lainnya

Pesan utama jika disederhanakan akan lebih mudah diterima. Prinsip “3 kata kunci” sangat memudahkan.

Jadi, rangkum pesan utama menjadi 3 kata kunci.

3. Simulasi

Setelah mengetahui tujuan presentasi dan menyusun materi utama, lakukan simulasi langsung dengan menyampaikan isi presentasi tersebut.

Anda bisa ajak rekan untuk menyimak simulasi latihan Anda atau merekamnya dengan video.

Setelahnya Anda coba evaluasi apakah materi yang Anda buat sudah sesuai atau belum.

Itulah 3 langkah singkat yang bisa Anda praktekan saat akan menyiapkan materi.

Gampang kan? Silahkan Anda coba dan rasakan sendiri.

Btw, jika Anda kesulitan, boleh kok main ke kantor Ganesha Public Speaking.

Selamat berlatih.

Kindly regards,

Fauzi Noerwenda

www.gpssbandung.com

Advertisements

Bisakah RASA TAKUT menjadi kekuatan untuk TAMPIL di depan umum?

Bisakah RASA TAKUT menjadi kekuatan untuk TAMPIL di depan umum?

Manusia terlahir dengan ragam rasa yang memenuhi relung hidupnya. Secara alamiah, manusia memiliki emosi dasar seperti takut, senang, marah dan bahagia.

Suatu luapan rasa yang tak mungkin dihilangkan bukan?

Hanya saja, jika tak mampu mengendalikan rasa tersebut, terkadang membuat diri menjadi tak berdaya. Misalnya rasa takut.

Ada orang yang sering mengatakan bahwa dirinya takut untuk tampil di depan banyak orang?

Rasa takut tersebut akhirnya melemahkan dan membuat dirinya enggan untuk tampil.

Haruskah rasa takut dihilangkan?

Takut tidak untuk dihilangkan guys. Kenyataannya memang tak bisa hilang, karena itu adalah perasaan yang akan senantiasa muncul.

Menurut psikolog dari lembaga psikologi terapan Universitas Indonesia, Ceti Prameswari, “rasa cemas (takut) dalam diri seseorang terkadang perlu ditimbulkan agar lebih waspada dan siap menghadapi masalah”.

Jadi, takut tidak dihilangkan. Justru diarahkan dan diberdayakan agar rasa takut yang muncul menjadi satu kekuatan untuk berlatih.

Misal dalam konteks public speaking.
Rasa takut justru menguatkan.

Adanya rasa takut akhirnya membuat kita melakukan persiapan sebelum tampil untuk presentasi.

Adanya rasa takut akhirnya membuat kita berlatih berulang kali agar presentasi nanti optimal.

Pada akhirnya, rasa takut itu bisa berdaya saat cara pandang terhadap takut kita ubah.

Jadi siapkah Anda menjadikan rasa takut untuk semakin berdaya dalam public speaking Anda?

Oia, kalo Anda dalam posisi takut, sementara dalam waktu dekat Anda akan tampil untuk presentasi, apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya?

Yuk berbagi cerita šŸ˜Š

Kindly regards,
Fauzi Noerwenda
www.gpssbandung.com