Kenalan Sama Istana Siak yuk!

Indonesia memang kaya akan sejarah. Kaya akan pemandangan serta alam yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Tanggal 13 Juli 2014 lalu saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi daerah Pekan Baru. Saya pergi bersama tim TELKOM PDC yaitu Bu Hendrati dan Mas Dani untuk memberikan training bagi karyawan Telkomsel area Pekan Baru.

Kami tiba di Pekan Baru satu hari sebelum training dimulai. Oleh karenanya kami gunakan untuk jalan-jalan di Pekan Baru. Ternyata supir mengajak kami ke Istana Siak. Ada yang pernah dengar Istana Siak? Saya jelasin dulu yah sejarahnya.  Berdasarkan informasi Om Wikipedia, Istana Siak Sri Inderapura merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893. Kini istana yang juga dijuluki Istana Matahari Timur ini, masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Siak.

Istana Siak memiliki arsitektur bercorak MelayuArab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan di samping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta. Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana. Di puncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana. Sementara pada halaman istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana, kemudian di sebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil yang dahulunya digunakan sebagai penjara sementara. (http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Siak_Sri_Inderapura)

Berdasarkan informasi dari kunci, keturunan Sultan Syarif Hasim kini tinggal di Eropa sehingga tak ada lagi yang meneruskan kerajaan. Sayang bangetlah, padahal kerajaannya itu indah banget. Kental akan budaya islamnya. Banyak juga benda unik peninggalana kerajaan yang masih tersimpan disana loh. Mau tahu? Yuk sekarang kita lihat ada apa aja yah didalam kerajaannya.

Istana Siak

Tampak Depan Istana Siak

Foto pertama itu tampak keseluruhan Istana. Kokoh banget loh guys. Lalu ada apa lagi sih?

Istana Siak

Ruang Tamu Istana

Istana Siak

Ruang Sidang Istana

Istana Siak

Replika Sultan dan Ajudan Istana

Nah itu baru sebagian ruangan aja gus. Asik kan lihat Istana? Wah udah jarang lah kita bisa lihat momen kayak gitu. Eh masih ada foto yang lebih menarik loh. Siap yah lihat lagi.

Istana Siak

Kursi Emas Sultan

Kursi emas tersebut merupakan singgasana Sultan. Foto kursi tersebut ternyata hanya replika. Kursi emas asli tersimpan di Museum Nasional Jakarta.

Istana Siak

Mahkota Sultan

Nah yang diatas kepala saya itu Mahkotanya sultan. keren kan?

Istana Siak

Cermin Ratu

Cermin ajaib gak hanya di negeri dongeng loh? Istrinya Sultan juga punya loh. Tapi emang gak ajaib sih. Cermin ini udah ratusan tahun loh. Ajib banget kan..

Istana Siak

Tangga Istana

Ini dia tangga yang menjadi akses untuk menuju lantai 2 istana. Sekarang kembali ke luar istana yuk. Ada 2 lagi tempat yang mau saya tunjukin.

Istana Siak

Makam Sultan

Istana Siak

Mesjid Istana

Makam Sultan dan Mesjid Istana merupakan 2 tempat yang terpisah ada diluar. Dan itu artinya juga perjalana kami di Istana berakhir.

Banyak sekali ilmu dan hikmah yang kami dapatkana. Betapa hebatnya Indonesia di zaman dulu sehingga gaumnya sampai ke luar sana. Kini bagaimana?

Kitalah sebagai generasi muda yang harus membuat Indonesia kembali mengaum di mata dunia. Sekian dulu perjalanan saya kali ini di Istana Siak Pekan Baru. Sampe jumpa lagi di perjalanan selanjutnya.

 

Inikah Hari Raya Kemenangan?

selamat lebaran

Kumpul bareng keluarga, THR, baju baru, ketupat, liburan deh. Wah momen apa sih? Arghhh, ternyata besok udah mau lebaran aja yah. Rasanya semua orang pasti udah nunggu datangnya lebaran. Kebahagiaan tentunya saat kita bisa menghabiskan waktu lebaran bersama keluarga. Lalu sebenernya bagaimana sih sikap kita dengan hadirnya lebaran?

Tak terasa bulan suci Ramadhan akan segera berakhir. Bulan yang sangat kita rindukan itu akan segera pergi. Namun sudahkah kita membawa jiwa Ramadhan untuk 11 bulan ke depan nantinya? Perginya Ramadhan akan ditandai dengan hadirnya hari kemenangan yaitu idul fitri.

Pertanyaannya adalah, sudahkah kita meraih kemenangan? Sudahkan kita menyikapi Ramadhan dan lebaran dengan sebagai mana mestinya? Atau kita hanya jadikan sebagai ritual semata. Dimana shaum hanya membahas sahur dan berbuka. Sementara lebaran hanya membahas baju baru. Hanya sebatas itukah?

Kawan, lewat tulisan ini saya hanya ingin sama-sama mengingatkan tentang esensi utama dari pelaksanaan shaum dan hadirnya lebaran. Shaum yang merupakan perintah Allah dan bentuk ibadah kita kepada-Nya merupakan media bagi kita untuk lebih mendekat kepada-Nya. Shaum memberikan kita pelajaran bagaimana kita bisa bersikap lebih dewasa dalam kehidupan. Shaum pula mengajarkan kita agar merasakan keadaan masyarakat yang selama ini jarang sekali merasakan nikmatnya makan. Sungguh, ada banyak sekali esensi yang harus kita jadikan pelajaran untuk 11 bulan ke depan setelah Ramadhan usai.

Lebaran? Ini bukan sekedar ritual tahunan untuk beli baju baru, dapet THR atau makan ketupat. Lebih dari itu, ada sebuah nilai yang harus kita renungi menjelang datangnya lebaran. Lebaran adalah hari kemenangan. Kemenangan kita setelah berhasil mengalahkan hawa nafsu. Kemenangan kita untuk memenjarakan bisikan-bisikan setan. Kemenangan kita dalam menunaikan ibadah shaum Ramadhan selama 1 bulan penuh. Indah bukan rasanya?

Hidup itu tentang bagaimana sikap kita dalam menyikapi setiap kejadian. Nah sekarang, bagaimana sikap kawan-kawan semua dengan perginya Ramadhan dan datangnya hari raya kemenangan? Jawaban dan sikap kita bisa mencerminkan seberapa tinggi level diri kita loh.

Maka dari itu mari sama-sama kita terus belajar agar setiap langkah hidup kita menjadi ibadah. Setiap nafas kita penuh dengan keberkahan. Dan semoga hari kemenangan esok akan menjadi kemenangan abadi sehingga pasca Ramadhan selesai kita akan tetap menjadi pribadi yang taat akan perintah-Nya dan mampu menjauhi larangan-Nya. Aamiin.

Saya pribadi, Fauzi Noerwenda dan keluarga memohon maaf bilamana banyak sekali kesalahan yang saya buat baik kecil atau besar, disengaja atau tidak disengaja. Maaf bila banyak perkataan saya yang melukai hati kawan-kawan, tulisan saya yang menodai hati kawan-kawan. Jujur taka da niat untuk melukai siapapun. Semoga maaf kawan-kawan terbuka untuk saya dan mari sama-sama berdoa agar kita kelak bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin ya rabbal alamin.

Taqobbalahu minna waminkum, taqobbal ya karim. Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H.

Sukses Terbesar Dalam Hidupku

Kejar AURORA

Kesuksesan adalah hal yang paling diinginkan oleh setiap orang. Jika ditanya siapa sih yang tak ingin meraih sukses, maka semua orang pasti akan menjawab ingin SUKSES. Banyak orang mengatakan bahwa kesuksesan adalah harga mati. Sampai sebegitukah orang mengejar kesuksesan? Lantas kesuksesan yang sejati itu seperti apa?

Kesuksesan seseorang dengan orang lain tentu akan berbeda. Maka tak adil kalo kita sering membandingkan kesuksesan kita dengan orang lain yang padahal memiliki jalan yang berbeda. Bagi sebagian orang, bisa kerja di perusahaan ternama adalah kesuksesan, ada pula yang merasa sukses tatkala mampu keliling dunia atau merasa sukses ketika mempunyai usaha sendiri. Sekali lagi saya katakana bahwa sukses setiap orang itu berbeda. Sukses tersebut akan beriringan dengan jalan yang dipilihnya. Lalu kesuksesan besar apa yang sesungguhnya saya harapkan?

Kala pertama kali merantau ke Bandung untuk kuliah, saya langsung menyusun proposal hidup dan daftar impian yang harus saya gapai. Ada tiga poin penting yang ingin saya raih. Pertama menjadi seorang trainer, kedua menjadi seorang penulis dan ketiga menjadi seorang pengusaha. Tiga hal itulah yang akhirnya menjadi sebuah targetan yang harus saya gapai. Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah Allah mudahkan setiap langkah menuju impian itu hingga kini sudah menjadi hal yang saya jalankan.

Saat ini saya aktif menjadi trainer public speaking di Ganesha public Speaking. Lalu saya pun sudah menerbitkan sebuah buku berjudul Mengukir Bintang Kehidupan. Dan sudah memulai bisnis sejak tahun 2010. Alhamdulillah rangkaian impian itu sudah terwujud. Apakah artinya saya sudah mencapai sukses terbesar dalam hidupku? Sejujurnya saat pertama kali saya meraihnya, ada sebuah kebahagiaan yang tiada tara. Hingga saya pun berpikir bahwa ini adalah pencapaian terbesar saya. Namun entah kenapa, saya merasakan ada sesuatu yang kurang dari semua itu. Sebetulnya apa yang saya cari di muka bumi ini?

Sebuah sinar seakan hadir menerangi kegelapan yang sedang menyelimuti diri ini. Akhirnya kegelisahan itu terjawab. Selama ini saya memang saya sudah mencapai banyak hal dari berbagai impian yang saya inginkan. Namun semua itu hanya berfokus pada diri saya sendiri. Apa yang saya dapatkan bukan untuk kebermanfaatan banyak orang melainkan hanya untuk kepuasan saya pribadi.

Akhirnya kini saya tersadar, kesuksesan terbesar itu bukanlah saat kita meraih semua impian yang kita inginkan. Namun kesuksesan terbesar itu hadir tatkala kita mampu menjadi media untuk kebermanfaatan banyak orang. Langkah pertama yang saya lakukan adalah dengan meminta ridho dari kedua orang tua. Bagaimana pun juga orang tua adalah garis pertama yang harus tau terkait rencana yang akan saya lakukan.

Saat orang tua sudah ridho, langkah saya semakin mantap untuk mencapai sukses besar itu. Yang saya lakukan tidak merubah impian-impian itu. Semua tetap sama dengan menjadi trainer, penulis dan pengusaha. Ketiganya hal yang saya senangi. Yang membedakan adalah niat dan orientasi ke depannya. Maka saya ubah bahwa apa yang saya lakukan tersebut adalah untuk membantu banyak orang.

Ketika saya berdiri di depan banyak orang, maka itulah media untuk menyampaikan banyak ilmu kepada banyak orang. Ketika saya menulis buku, maka buku itulah yang akan menjadi rangkaian kata penuh makna yang akan dibaca banyak orang. Ketika saya berbisnis, maka bisnis itulah yang akan mengaitkan silaturahim dengan orang banyak. Sungguh semua dilakukan untuk meraih ridho Allah dengan jalan memberi manfaat bagi banyak orang.

Saat jalan itu ku tempuh, lagi-lagi saya tersadar dengan satu hal yang sering terlupakan. Ternyata di belakang saya selalu ada orang-orang yang setia menantikan kesuksesan saya. Tahukah siapa mereka? Mereka adalah keluarga dan orang-orang di kampung saya tinggal. Saya mengerti betul apa maksud semua itu. Kini saya semakin menyadari bahwa kesuksesan besar itu bukanlah sebuah hal yang mampu mengantarkan kita menjadi orang terkenal. Namun kesuksesan besar itu adalah hadiah bagi orang-orang yang saya sayangi. Maka kini dan ke depannya saya niatkan untuk selalu membahagiakan kedua orang tua serta membangun kampung halaman tercinta, Gunung Goong. Bagi saya, itu adalah kesuksesan terbesar yang ingin segera diwujudkan agar banyak orang merasakan manfaatnya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.