Darah Perjuangan Pesantren

PPM Miftahul Khoir Bandung.jpg

“MAKNA TERBAIK dalam hidup merupakan akumulasi dari perjuangan dengan rasa sakit mendalam demi sebuah asa bernama KEBERMANFAATAN”.

Jika penyesalan itu boleh dan bisa terwujud, maka saya menyesal mengapa dulu tidak tinggal dan belajar di pesantren. Memang dulu mendengar namanya saja sudah ilfeel, sekarang cinta pake bangetlah sama pesantren.

Walalupun belum bisa ngaji kitab kuning, tapi begitu banyak hikmah yang saya dapatkan. Kumpulan hikmah yang membuat hidup saya kian bermakna. Ah rasanya seperti tersusun kembali menjadi sebuah puzzle yang utuh. Pesantren Miftahul Khoir membuat hidup saya makin hidup.

Dimalam yang penuh berkah ini, jum’at malam, kembali saya mendapat suntikan inspirasi tatkala Ketua Yayasan Miftahul Khoir, Pak Haji Asep memberikan nasihatnya kepada seluruh santri. Beliau menceritakan bagaimana dulu kakeknya berjuang untuk mendirikan pesantren miftahul khoir. Tidak hanya itu, beliau pun menceritakan pengalaman hidupnya yang sangat inspiratif.

Satu kata yang selalu terngiang adalah PESANTREN! Kemanapun melangkah pesantren selalu terpatri. Pesan Sang Kakek, teruslah dirikan dan majukan pondok pesantren sampai kapanpun. Boleh jadi, tanpa batas waktu. Lantas kenapa dengan pesantren?

Pesantren mendidik kami untuk menjadi seorang manusia yang bermanfaat dengan dibekali ilmu agama. Pesantren menanamkan agar setiap langkah yang kami pijakan hanyalah langkah untuk menggapai ridho Allah SWT. Pesantren mengajari kami betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan.  Arghh rasanya terlalu banyak hal yang diberikan pesantren. Melalui pesantren inilah saya mendapatkan KEHIDUPAN TERBAIK yang selama ini saya dambakan.

Satu visi terbaik yang ingin saya wujudkan adalah mendirikan pesantren di kampung halaman tercinta dan menjadikannya sebagai pusat pendidikan. Kini, dimanapun dan kemanapun saya melangkah, pesantren akan selalu terpatri dalam hati sanubari.

Saya percaya siapapun diantara Anda yang membaca artikel ini pasti menginginkan kehidupan terbaik. Maka saya ingin memberikan informasi KHUSUS bagi Anda yang masih MAHASISWA dan kuliah di Bandung. Pondok Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir Bandung kembali membukan penerimaan santri baru untuk tahun ajaran baru. Jika memang Anda merasa ini adalah jawaban yang Anda cari, segera buka website kami untuk info lengkapnya di ppmmiftahulkhoir.com.

Semoga artikel ini menjadi salah satu jawaban dari keresahan hidup yang Anda alami. Terima kasih.

@FauziNoerwenda

 

Titik Jenuh | @FauziNoerwenda

Photo Credit: bernay07 via Compfight cc

“Hati manusia sangatlah LABIL, bahkan lebih LABIL dibanding ombak di lautan dan gelombang di samudera” –Imam Al-Ghazali-

Sangatlah wajar jika kita sebagai manusia mengalami perasaan yang selalu berubah setiap harinya. Disaat semangat begitu membara, jangan heran jika besoknya gelisah. Disaat sedih mendera, jangan heran jika besoknya kita bisa riang kembali. Itulah dinamika kehidupan yang akan terus berputar setiap harinya.

Titik jenuh sebetulnya adalah PIT STOP untuk kembali beraktivitas dengan lebih baik. Saat kita mampu menyikapi dengan baik, jadilah PIT STOP kita bermanfaat. Sayangnya banyak orang yang menjadikan titik jenuh sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Manusiawi memang, saya pun seperti. Namun kita harus mampu bersikap lebih kuat dengan cara menjadikan titik jenuh sebagai awal kebangkitan. Bagaimana caranya?

Titik jenuh adalah simpulan perasaan yang dialami oleh setiap orang. Artinya, saat titik jenuh mendera, diri ini lebih banyak menerima input negatif. MIsalnya, berita buruk, kecelakaan, lagu galau atau hal sedih lainnya. Alhasil diri ini merespon menjadi galau dan berefek jenuh. Namun saat input positif, seperti mendengar lagu positif, ikut pengajian, baca buku dan hal positif lainnya, maka diri merespon dengan positif, jadilah lebih semangat.

Artinya, kita bisa mengatur input yang masuk ke dalam diri kita. Boleh jadi titik jenuh sering hadir karena kita membiarkan input negatif dengan mudahnya. Maka dari itu, tutup kemungkinan input negatif masuk dan izinkan input positif masuk agar diri ini bisa selalu dalam keadaan yang powerful.

Di akhir ini sekalian mau buka kartu. Jadi saya sendiri lagi-lagi mengalami titik jenuh. Bawaannya yang pengen ngegalau. Alhasil yang jadinya galau. Tapi karena tau ilmunya, akhirnya buka laptop dan nulis deh. Taraaaaa, sekarang lebih baik lagi. Karena tulisan ini jadi media untuk membuang energi negatif dan mengganti dengan energi positif. By the way, gimana cara kamu membuang energi negatifnya?

@FauziNoerwenda

 

Valuable Attitude “Sang Dokter”

Sikap Ketulusan Sang Dokter

“Lakukanlah pekerjaanmu dengan penuh ketulusan agar semakin banyak orang merasakan cinta dan manfaat dari pekerjaanmu”

Setiap hal yang kita lakukan selalu menghadirkan berbagai macam resiko. Resiko bisa kecil atau besar tergantung dengan aktivitas yang dikerjakan. Resiko yang mungkin terjadi dari perjalanan adalah kecelakaan baik terjatuh ataupun tabrakan dengan kendaraan lain.

Masih teringat saat perjalanan pulang dari Kuningan ke Bandung, waktu itu saya dan sahabat saya bernama Erwin mengalami kecelakaan karena jalan berlubang dan licin karena pasir di daerah Tomo, Sumedang, apalagi waktu itu kondisi sudah cukup malam. Beruntung karena tempat kejadian kecelakaan dekat dengan pusksesmas. Alhamdulillah kami diantar warga sekitar ke puskesmas untuk diperiksa.

Di puskesmas inilah saya mendapat satu pelajaran berharga. Ternyata ada juga yah puskesmas yang sampai buka 24 jam. Sesampainya disana kami disambut sangat ramah. Tampak seorang dokter dan perawat mempersilahkan kami masuk. Hingga kami pun diperiksa dengan sangat baik. Jujur, pelayanan yang diberikannya top abis deh.

Padahal banyak pandangan yang sering saya dengar bahwa pelayanan puskesmas itu kurang baik. Lagi-lagi saya belajar bahwa setiap orang itu berbeda. Dan kali ini saya mengetahui bahwa masih banyak juga dokter dan perawat bekerja dengan penuh ketulusan. Mereka berdua bekerja larut malam, di daerah terpencil, namun ketulusan mereka begitu terasa oleh saya pribadi.

Alhamdulillah berkat pertolongan yang didapatkan di puskesmas, kondisi kami berdua membaik dan memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung. Terima kasih untuk Sang Dokter dan perawat yang telah membantu kami. Semoga Allah membalas kebaikan kalian berdua. Aamiin.

Sebuah pemadangan yang menyejukan hati. Untuk itu, siapapun dan apapun kita, marilah kita bekerja dengan penuh ketulusan. Tunjukan dengan sikap yang berdedikasi tinggi. Tunjukan dengan sikap yang bernilai sehingga apa yang kita kerjakan bermanfaat bagi banyak orang.

Valuable Attitude adalah kunci agar kita mampu mempunyai sikap yang bernilai poisitif untuk setiap hal yang kita kerjakan. Jadilah orang yang mampu bersikap dengan nilai yang tinggi seperti kisah Sang Dokter.

@FauziNoerwenda

Bendera Kuning MENANTIKANMU!

SIKAP- Bendera Kuning

“Hal yang selalu mengintaimu setiap saat adalah KEMATIAN”

Sabtu, 16 Mei 2015 adalah saat yang menyesakan tatkala salah seorang sahabat saya dipanggil Sang Maha Kuasa. Sungguh tak ada yang menduga, dengan usia yang terbilang muda sahabat saya bernama Hermina meninggal karena menderita sakit yang ternyata sudah cukup lama.

Sejak kabar itu hadir, perasaan menjadi tak karuan, antara sedih dan juga takut. Anehnya sejak kejadian itu banyak sekali bendera kuning yang saya lihat di sepanjang jalan yang saya lewati. Terdiam dan terpaku, apakah maksud dari semua hal yang telah saya lihat ini?

Jadwal yang paling pasti terjadi adalah kematian. Hanya saja, tidak ada seorang pun tahu kapan waktunya tiba. Semua datang secara tiba-tiba. Entah dalam keadaan yang baik atau malah sebaliknya. Peristiwa itu benar-benar mengingatkan saya pribadi agar senantiasa bersiap dan melakukan yang terbaik dalam setiap episode yang dilalui.

Kalo kita lihat di berita, begitu banyak peristiwa meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Maka dari itu, orang tua pun sering mengingatkan agar selalu hati-hati ketika dalam perjalanan. Gambaran tentang bendera kuning terus terlintas dalam pikiran, hingga hari senin kemarin 18 Mei 2015 saya mengalami kecelakaan bermotor di daerah Tomo, Sumedang.

Kondisi jalanan yang rusak dan berlubang serta kondisi yang tidak jelas karena malam hari membuat saya dan seorang kawan saya mengalami kecelakaan. Bersyukur saat itu jalanan sepi sehingga tak ada kendaraan yang siap menerjang dari belakang.

Sungguh syukur kami panjatkan, karena ketika kami kecelakaan banyak orang yang menolong hingga mengantarkan kami ke Puskesmas yang rupanya hanya beberapa ratus meter dari tempat kejadian. Lagi-lagi terdiam, Allah masih menolong kami berdua. Hanya luka ringan di kaki yang kami dapatkan serta pelajaran berharga betapa Allah masih memberi saya kesempatan untuk hidup.

Bendera kuning itu terus membayangi setiap langkah yang saya pijakan. Entah hari ini, lusa, minggu depan atau kapan, yang jelas semua akan terus mengintai setiap pergerakan kita.

Kawan-kawan semua, mari kita jaga diri kita dengan SIKAP yang positif agar kapanpun kita dipanggil selalu dalam keadaan yang baik. Semoga kawan-kawan pembaca selalu dalam keadaan sehat wal’afiat.

By the way, saya nulis dalam keadaan kaki luka. Namun semangat untuk menulis sedang membara, jadi langsung saya posting. Semoga bermanfaat yah ^_^.

@FauziNoerwenda

Gerakan Husnudzan

Bersikap Husnudzan

“Saat kita mampu memandang BAIK setiap episode kehidupan, maka jadilah BAIK episode tersebut”

Rasa syukur merupakan salah satu bentuk hal yang wajib disyukuri untuk setiap anugerah yang telah Allah berikan. Sungguh semua yang terjadi dalam kehidupan kita adalah bentuk kasih sayang dari Sang Pencipta. Seharusnya saat syukur terucap, akan hadir kehidupan yang harmonis. Satu kunci dari semua episode kehidupan agar menjadi harmonis adalah husnudzan.

Jujur, BERSIKAP husnudzan memang susah-susah gampang. Terlihat mudah saat mengatakan, namun cukup sulit saat mau melakukannya. Namun semua perlu upaya agar setiap hal yang kita harapkan bisa terjadi, begitupun dengan husnudzan.

BERSIKAP husnudzan semakin sering saya dengar saat tinggal di PPM Miftahul Khoir Bandung. Salah satu dewan assatidz disana yaitu Ustadz Hilman selalu memberikan pesan agar kita selalu husnudzan dalam bersikap. Kata-kata husnudzan coba saya install ke dalam pikiran alam bawah sadar agar setiap hari saya bisa melakukannya.

Berjuang sendiri memang butuh waktu, namun saat berjuang bersama tentu akan lebih mudah. Berlatih husnudzan sendiri akan lebih sulit, apalagi jika lingkungan kita jauh dari sikap husnudzan. Maka dari itu perlu lingkungan yang mendukung sehingga proses reprogramming agar bisa husnudzan bisa lebih cepat.

Kang Imen sapaan akrab untuk Ustadz Hilman mempunyai visi yang sangat mulia. Beliau ingin membuat GERAKAN HUSNUDZAN agar banyak orang mampu bersikap husnudzan. Saat kita mampu bersikap husnudzan, maka apapun kejadiannya akan terasa indah. Lantas apa yang akan dilakukan dengan gerakan husnudzan?

Sederhana, kami sama-sama belajar untuk berlatih husnudzan. Mencoba memandang orang dengan positif. Belajar menyikapi setiap kejadian dengan positif. Argghh pokonya serba positif. Sungguh asik kan kalo kita mampu berpikir positif?

Sengaja saya tulis dan dipublikasikan agar semakin banyak orang yang tahu dan belajar menjadi orang yang mampu bersikap husnudzan. Saya pribadi bukan berarti sudah melakukannya, namun inilah awal bagi saya untuk benar-benar menginstal SIKAP HUSNUDZAN dalam diri. Mari jadi bagian dalam perubahan bangsa dan Negara dengan mulai BERSIKAP HUSNUDZAN saat ini juga.

@FauziNoerwenda

Membangun Sikap Mental Positif

Sikap Mental Positif

“Cara pandang terhadap kehidupan berawal dari SIKAP MENTAL yang kita miliki”

Saat mengikuti seminar tentang “Masyarakat Kompeten Siap Hadapi MEA” di Bandung, ada salah seorang dosen yang memberikan pernyataan sangat menarik. Beliau menyampaikan bahwasannya mahasiswa yang beliau ajar kurang begitu berani dalam melakukan hal-hal besar. Kegiatannya hanya cakupan kampus. Sebagai dosen kewirausahaan, beliau melihat bahwa mahasiswanya kurang berani bergerak lebih luas. Beda dengan mahasiswa di luar negeri yang berani berkarya bahkan cakupannya sampai internasional.

Pernyataan beliau menjadi bahan diskusi menarik bagi beberapa narasumber seminar yang kala itu juga dihadiri oleh staf ahli walikota Bandung. Beberapa narasumber pun sepakat bahwa salah satu kendala yang dimiliki oleh mahasiswa di Indonesia adalah belum terbangunnya SIKAP MENTAL yang positif. Hal itu membuat sebagian mahasiswa merasa kurang percaya diri atau minder dalam menghadapi kehidupan secara umumnya.

SIKAP MENTAL yang tertanam adalah SIKAP MENTAL yang negatif. Pada akhirnya, saat ada peluang besar untuk bertumbuh, sebagian diantara kita tidak berani mengambil resiko. SIKAP MENTAL ini berujung dengan perilaku yang membuat sebagian besar orang selalu merasa tidak punya kelebihan.

Untuk itu kita perlu memiliki SIKAP MENTAL POSITIF. Pada dasarnya setiap orang terlahir dengan berbagai macam kelebihan. Hanya ada yang mampu mengoptimalkan kelebihan tersebut, ada juga yang masih belum tahu cara mengoptimalkannya. Salah satu cara untuk mengoptimalkan kelebihan adalah dengan menanamkan SIKAP MENTAL POSITIF.

Saat SIKAP MENTAL POSITIF sudah terbangun, maka kita akan menemukan berbagai hal positif dari hal yang kita kerjakan. Bahkan apapun yang kita kerjakan akan selalu disyukuri. SIKAP MENTAL POSITIF bukan hanya mengubah paradigm, melainkan juga menumbuhkan rasa percaya diri atas kemampuan diri sehingga nantinya akan banyak pribadi yang kompeten dan berperan bagi pembangunan neger ini.

Maka mulailah bangun SIKAP MENTAL POSITIF saat ini juga.

@FauziNoerwenda

 

Self Act

Positif Mental Attitude

“Hanya orang gila yang menginginkan hasil yang berbeda namun dengan cara yang sama” –Albert Einsten-

Hasil dari kinerja terbaik seseorang berasal dari perpaduan rencana yang baik serta dikolaborasikan dengan tim yang super. Namun rencana hanya akan tetap menjadi rencana jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya.

Ada contoh menarik dari seseorang pemuda di desa yang kegiatan utamanya adalah bercocok tanam. Selain itu beliau juga merupakan lulusan terbaik sarjana pertanian dari IPB. Jadi soal tanam menanam beliau adalah ahlinya. Hal tersebut membuat beliau selalu membagikan tips menanam yang baik kepada masyarakat. Pada intinya proses menanam yang baik adalah perpaduan memberikan pupuk yang baik serta menyemprot hama.

Namun tahukah apa yang terjadi pada tanaman pemuda tersebut? Ternyata sebagian tanamannya tidak tumbuh baik. Padahal ilmu mengenai tanam menanam beliau adalah ahlinya. Selidik punya selidik, ternyata beliau tidak melakukan proses pemupukan dan pemberantasan hama dengan disiplin. Ketika malas beliau biarkan, akhirnya tumbuh tidak sempurna.

Apalah arti sebuah ilmu jika kita tidak mengaplikasikannya. SIKAP kita sebagai seorang yang visioner harus mampu mengambil tindakan jika kita mau meraih setiap pencapaian dalam hidup.

Maka sebagus apapun rencananya, tetap saja bernilai NOL jika tidak ada tindakan dalam mewujudkannya. Tindakan tentu dimulai dari diri kita sendiri. Haruslah ada alasan kuat sehingga diri ini mau melakukan tindakan yang lebih dari sebagian orang.

Sudah banyak orang besar mengatakan bahwa keberhasilnnya dicapai karena adanya kesungguhan dalam bertindak. Maka milikilah SIKAP positif agar kita selalu berani mewujudkan setiap impian dalam hidup.

@FauziNoerwenda