Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Forum Indonesia Muda merupakan wadah berkumpulnya anak-anak muda hebat dari berbagai penjuru negeri. Semua berjuang untuk mendapatkan kesempatan untuk mengikuti FIM. Bayangkan saja, total pendaftar FIM 18 mencapai angka 9800 orang. Sementara jatah peserta yang diterima hanya 165 orang. Lantas, mengapa begitu banyak orang yang sangat tertarik ikut forum Indonesia muda?

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika bergabung dengan FIM. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Bertemu dengan pemuda-pemuda hebat dari berbagai daerah di Indonesia
  2. Tergabung dengan jaringan yang sangat luas dan hebat
  3. Mendapatkan materi dan pembekalan tentang leadership dan character building dari tokoh-tokoh hebat di Indonesia.
  4. Mendapatkan pembekalan untuk membuat proyek nyata bagi lingkungan masing –masing.
  5. Yang paling kece adalah mendapat pilihan calon pasangan hidup yang sangat berkualitas. Hihihi.

Dari beberapa manfaat diatas, tentu siapu pun memiliki ketertarikan yang sama untuk masuk FIM. Maka, dibutuhkan perjuangan yang sangat ekstra untuk bisa menembus gerbang seleksinya.

Saya pun baru berhasil menembus gerbang seleksi, setelah tahun kedua mendaftar. Dari mulai membuka website, mengisi form, mengisi essay dan lainnya dilakukan dengan sangat serius. Ingat, saat proses pendaftaran pun dilakukan dengan sungguh – sungguh.

Selanjutnya yang paling menegangkan adalah saat pengumuman. Rasanya pasrah saja, Allah tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan taraaaaa… Betapa bahagianya saat nama Fauzi Noerwenda pun menjadi salah satu peserta FIM 18. Spechless! Pokoknya sangat bersyukur.

Pasca pengumuman, yang paling ditunggu adalah pelatihan yang akan berlangsung selama 5 hari. Berbagai macam ekspektasi muncul sambil menerka-nerka hal yang akan terjadi selama pelatihan.

Ternyata sebelum pelatihan dimulai, hegemoni kehebatan FIM sudah terjadi lebih awal saat ada sebuah grup di line dan whatsapp yang berisikan peserta forum Indonesia muda 18.

Grup tersebut menjadi media untuk saling mengenal lebih awal, diskusi dan tentunya ajang persiapan menuju pelatihan di Cibubur. Belum juga bertemu, grup FIM di line dan whatsapp benar-benar membuktikan bahwa orang-orang FIM sangatlah hebat. Begitu banyak obrolan dan diskusi yang berbobot terjadi di grup. Bahkan setelah berhasil dikepoin, para peserta FIM 18 adalah orang-orang hebat dengan latar belakang yang berbeda. Sungguh, makin dag dig dug menyambut datangnya hari pelaksanaan FIM.

Segala bentuk persiapan dilakukan demi mendapatkan yang terbaik selama pelatihan. Dari mulai mengerjakan proyek komunitas, mempersiapkan seni dan budaya daerah, mencari baju adat dan masih banyak hal lainnya.

Detak waktu yang terus berputar seakan ingin memberitahukan bahwa momen terhebat dalam hidupmu akan segera tiba dalam tajuk “Forum Indonesia Muda”. Hingga akhirnya hari pelaksanaan FIM pun tiba.

Public seminar Forum Indonesia Muda di Balai Sarbini menjadi rangkaian acara pembuka FIM 18. Hadirnya peserta lebih dari 1000 orang menandakan bahwa acara forum Indonesia muda sangatlah luar biasa. Apalagi dalam seminar tersebut menghadirkan berbagai macam pembicara hebat, salah satunya walikota Bandung, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil.

Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Kang Emil saat menyampaikan materi di public seminar

Public Seminar menjadi gong yang membuat 165 orang semakin tegang untuk menantikan pelatihan yang sesungguhnya di cibubur. Pasca public seminar, peserta terpilih akan mendapat pelatihan selama 4 hari di PP PON Cibubur.

Lalu, apa saja yang peserta lakukan selama 4 hari pelatihan di cibubur?

Sebetulnya kalo saya ceritakan detail, jadinya kurang seru. Maka saya hanya akan menceritakan gambaran umum selama pelatihan di cibubur.

Acara sudah dimulai dari pukul 5 pagi dan baru selesai pukul 12 malam, bahkan bisa lebih karena selalu dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Wow kebayang kan padatnya acara pelatihan!!! Saking padatnya, selama 4 hari tersebut kami memiliki 4 kelompok berbeda. Dari mulai kelompok api ekpresi, kelompok diskusi, kelompok proyek komunitas dan kelompok outbond.

Setiap harinya selalu disajikan seminar yang menghadirkan berbagai macam tokoh – tokoh besar yang kompeten di bidangnya. Mulai dari Bunda Helvy Tiana, Bunda Septi Peni Wulandari, Pak Erie Sudewo, Direktur LPDP, Founder kitabisa.com, Founder Good News From Indonesia, Founder labolla dan masih banyak lagi.

Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Pasca Bunda Helvy menyampaikan materinya tentang menulis

Momen yang paling ngangenin saat materi berlangsung adalah melihat wajah kawan-kawan peserta yang ngantuk. Tak jarang diantaranya tertidur karena kelelahan. Namun, hal tersebut tak menyulutkan semangat belajar semua peserta. Dengan segala upaya, mereka mengatur diri untuk siap menerima berbagai macam materi.

Selain materi, aktivitas lainnya adalah diskusi bersama fasilitator kelompok. Fasilitator merupakan bagian panitia yang juga alumni FIM angkatan sebelumnya. Diskusi bersama fasil selalu menimbulkan kehangatan. Inilah momen saat peserta bisa bercengkrama lebih dekat dengan peserta lainnya.

Kegiatan yang paling dinanti berdasarkan pengalaman alumni adalah API EKSPRESI. Api ekspresi merupakan ajang untuk menampilkan potensi seni dan budaya sesuai dengan topik yang disiapkan panitia. Momen ini pula yang menjadi aksi unjuk gigi dari kawan-kawan dengan kemampuan seni yang baik. Dari mulai tari saman, tari kecak, drama musikal, puisi, pantomim dan lainnya. Semua unsur seni menjadi satu sehingga menyuguhkan keindahan ekspresi yang sangat memukau.

Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Sesi Api Ekspresi

Oia, ada hal yang perlu kalian ketahui dari FIM. Ada satu aktivitas luar biasa yang jarang ditemukan di forum lainnya. Hampir sebagian besar alumni mengatakan bahwa hal tersulit yang bisa dilakukan peserta adalah BERTANYA. Yes, hampir semua peserta selalu ingin bertanya. Hingga sesi pertanyaan selalu menjadi ricuh karena banyaknya peserta yang ingin bertanya. Sungguh, pemandangan itu yang selalu dirindukan. Di sesi FIM tersebut, saya pun hanya berhasil mengajukan satu pertanyaan saja.

Satu hal berbeda yang ditanamkan FIM adalah tentang menjadi seorang pemimpin yang mencintai tanah air dan siap berkontribusi bagi daerah tempat tinggal masing-masing. Sesi proyek komunitas menjadi ajang peserta untuk membuat proyek nyata bagi daerahnya.

Ada banyak ide hebat yang peserta ajukan. Semuanya begitu mulia dan membuat saya haru. Ternyata begitu banyak anak-anak yang masih peduli dengan Indonesia. Apalagi saat mendengar cerita kawan-kawan dari perbatasan, makin membuat diri ini NOL dan sadar bahwa selama ini saya belum berbuat apa-apa.

Saat detak waktu berputar, kami menyadari bahwa tak lama lagi pelatihan akan segera berakhir. Sadar akan hal itu, setiap peserta mengoptimalkan waktu untuk saling mengenal lebih dalam. Mulai dari tukar kartu nama sampai ngobrol empat mata tentang hal yang lebih dalam. Semua berupaya agar sisa waktu di FIM semakin penuh makna.

Akhirnya rangkaian acara FIM berakhir dengan permainan atau outbond. Sesi ini menjadi simulasi tentang sejauh mana peserta mampu mengaplikasikan materi di dalam sebuah permainan. Tentu kali ini lebih menyenangkan. Akhirnya kami pun terlarut dalam kebersamaan yang sangat membahagiakan.

Hanya saja, pertemuan indah selama 5 hari pun harus segera berakhir. Inilah momen menyedihkan yang dialami peserta. Rasanya waktu 5 hari terlalu singkat untuk bertemu dengan orang-orang luar biasa di forum Indonesia muda. Bahkan juga menyesal karena tidak mengoptimalkan waktu untuk mengenal peserta lainnya lebih dalam.

Berbagai macam penyesalan dan kesedihan muncul karena begitu berharganya FIM bagi semua peserta. FIM adalah keluarga. FIM menyatukan kami yang berasal dari berbagai rumpun yang berbeda. FIM menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk terus berkolaborasi.

Sungguh, menjadi bagian dari forum Indonesia muda adalah salah satu bagian terindah dalam kehidupan yang saya lalui. Apakah Anda selanjutnya yang akan menjadi bagian dari keluarga besar FIM?

FIM bagi kami akan tetap menjadi ruang untuk terus berkolaborasi. Ruang dimana para pemuda siap beraksi untuk memberikan aksi nyata bagi Indonesia.

Siapkah Anda?

Sebelum saya akhiri, saya ucapkan terima kasih banyak untuk Pak Elmir dan Bunda Elmir yang sudah berjuang membangun forum Indonesia muda. Terbukti, FIM menjadi media yang sangat efektif untuk berkolaborasi.

Semoga kebaikan Pak Elmir dan Bunda menjadi pahala berlipat dari Sang Maha Pencipta. Aamiin.

Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Seluruh Peserta Forum Indonesia Muda 18

Forum Indonesia Muda,

Aku Untuk Bangsaku.

 

Kindly Regards,

Fauzi Noerwenda

FIM 18

Belajar Mengenal Diri

image

“Mengenal diri adalah upaya indah untuk mencintai diri”

Setiap insan terlahir dengan potensi terbaik yang langsung diberikan Sang Pencipta. Tugas kita sederhana, mengoptimalkan setiap potensi yang dimiliki guna memberikan kontribusi bagi banyak orang. Potensi tersebut menjadi alat agar setiap hal yang kita lakukan selalu berlandaskan ridho Allah.

Hanya saja, tugas sederhana itu menjadi sulit saat kita tidak menyadari potensi diri. Wajar saja, mengenal diri memang butuh waktu. Bahkan mengenal diri adalah perjalanan terjauh dalam kehidupan. Makna hebatnya, ternyata sepanjang hidup yang dilalui adalah perjalanan untuk terus belajar.

Sudahkan kamu mengenal siapa dirimu?
Apa yang akan kamu lakukan dalam hidupmu?
Peran apa yang akan kamu ambil dalam hidup ini?
Sudahkah?

Setiap hari waktu terus berganti. Menyapa diri untuk selalu tangguh menjalani hari. Mengajak diri untuk terus berkarya dengan segenap potensi diri.

Sungguh, betapa bahagianya saat diri mampu mengoptimalkan setiap peran yang diembannya. Ada banyak karya yang akhirnya terwujud. Ada banyak orang yang merasa terbantu. Tentunya, ada rasa bahagia karena telah berupaya untuk menjalankan tugas Sang Pencipta. Tugas mulia untuk mengenal diri.

Dimensi manusia terbatas pada ruang dan waktu. Usia terus bertambah. Setiap tahun bahkan kita selalu melakukan perayaan atau syukuran untuk bertambahnya usia kita. Lantas, apa yang sebetulnya kita rayakan?

Pada kenyataanya, dimensi waktu tersebut menjadi tanda sudah sejauh mana kita mampu mengenal diri. Karya apa saja yang menjadi kado terindah untuk dipersembahkan?

Tulisan ini seyogyanya adalah bacaan untuk diri. Sungguh, begitu mudahnya diri ini lalai dengan peran yang seharusnya diemban. Maka tulisan ini hadir untuk diri. Jika memang tulisan ini bermanfaat, artinya kamu membaca sebagai diri kamu sendiri.

Tulisan diri untuk mengenal diri.
Selamat mengenal diri.

Kindly regards,
Fauzi Noerwenda 

Sungguh Membosankan Hidup ini!

Sungguh Membosankan Hidup ini!

“Bosen banget sih hidup ini, segalanya terus berputar sama persis”

“Arggg bete, setiap harinya hanya melakukan aktivitas yang sama”

“Bosen, lagi-lagi ngadepin hari yang penuh dengan derita”

 

Yes, ada semacam rasa yang muncul secara alamiah dalam diri manusia. 24 jam adalah modal waktu yang diberikan untuk melintasi dimensi dalam kehidupan. Akankah selalu bosan?

Faktanya, keluhan itu selalu muncul dalam diri manusia. Perputaran waktu tak sadar membuat kita sering bosan dengan aktivitas yang sama. Entah sekolah, kuliah, kerja, bisnis dan hal lainnya. Namun, benarkah bosan menjalani hidup?

Jika ada bosan, pastinya ada lawan kata sepadan yang lebih indah. MENYENANGKAN, sebuah kata yang terdengar labih indah bukan?

Jika Anda bosan, terima saja. Berarti Anda manusia yang mengalami naluri rasa yang alamiah. Rasakan kebosanan tersebut sampai Anda merasa bahwa bosan bukan lagi respon yang tepat untuk menjalani serangkaian episode kehidupan yang indah.

Sejujurnya, saat saya menulis artikel ini, ada rasa bosan yang sedang melanda. I don’t know why, but I feel not good. Saya sadari dan rasakan itu. Sampai akhirnya saya memilih untuk meluapkan kebosanan itu dengan menulis. Well, it’s work guys. Sekarang saya merasa lebih baik dan bahagia.

Oia, saat bosan sedang dirasakan, biasanya selalu ada hal baru yang ingin dilakukan. Namun, hal itu biasanya konyol dan diluar kesadaran kita. Sampai akhirnya kita merasa menyesal melakukan hal tersebut.

Jadi saat sedang bosan baiknya seperti apa?

Just feel it! Rasakan perasaan bosan itu hingga berkecamuk dalam dada. Sadari bahwa ada rasa tidak baik yang sedang dirasakan. Setelah itu barulah salurkan dengan hal-hal yang membuat kita lebih baik, seperti menulis, berjalan, bermain dan lainnya.

Bosan bukanlah alasan untuk kita berdiam diri, bosan justru menjadi alat agar kita semakin semangat dalam menjalani hidup.

Sungguh, ada banyak kebahagiaan saat kita menyikapi semua dengan menyenangkan.

So, say goodbye for “SUNGGUH MEMBOSANKAN HIDUP INI!”

Really, I’m happy and always happy.

#DailyNotes

Kindly Regards,

Fauzi Noerwenda

Tentang Cinta dan Tentang Diri Sendiri

Ganesha Public Speaking

“Cinta bukan hanya persoalan dag dig dug jika berada di dekatnya, namun juga bagaimana kita bisa menjadi nyaman dan apa adanya jika di dekatnya”.

Persoalan cinta tak akan pernah ada habisnya. Tentu bukan sekedar cinta biasa. Bagi Anda yang pernah membaca tulisan saya sebelumnya, pasti mengerti maksud cinta disini. Yess, cinta yang merupakan anugerah dari Sang Maha Cinta. Jadi makna cinta itu sangatlah luas.

Seminggu terakhir di bulan Maret, saya mendapat kesempatan untuk belajar di Yogyakarta. Serangkaian kegiatan saya lakukan dari mulai rafting, travelling, sharing dan hal lainnya.

Menariknya, semua hal yang dibahas tak pernah lepas dari bahasan cinta. Bagaimana tidak, cinta memanglah unsur yang mampu menjadikan setiap aktivitas kita menjadi bermakna. Bahkan unsur cinta itulah yang membuat kita selalu berupaya agar aktivitas kita bernilai ibadah. Yess, karena cinta untuk Sang Maha Cinta.

Sebagai individu, kita akan selalu berinteraksi dengan individu lainnya. Saling bercengkrama, bekerjasama, bahkan bisa jadi bertikai. Bisa dipastikan bahwa setiap orang mempunyai banyak tempat dalam beraktvitas. Pertanyaannya, mampukah kita selalu menjadi apa adanya disetiap tempat yang kita pijak?

Guru saya mengatakan bahwa manusia memiliki banyak topeng dalam dirinya. Hal itu sangat baik karena ada kalanya topeng dibutuhkan dalam beberapa kondisi. Disaat itulah gunakan topeng. Orang yang pandai menggunakan topeng rata-rata sudah pandai dalam mengenal dirinya.

Lalu bagaimana dengan orang yang masih sulit untuk mengenal diri? Alih-alih menggunakan topeng, justru dia sendiri bingung dengan topeng yang digunakannya.

Saat bertemu orang kadang suka jaim, suka ga bisa diem dan hal lainnya. Intinya gak jadi diri sendiri.

Teringat salah satu obrolan dengan salah seorang sahabat tentang teori cinta. Katanya, “orang jatuh cinta itu akan merasa dag dig dug jika ada di dekatnya”. Hayo Anda yang ngerasa, benerkah suka dag dig dug?

Yes, itu adalah perasaan alamiah yang muncul dalam diri manusia. Sudah sewajarnya ada perasaan yang hadir. Persis saat kita takut, bahagia, merasa terancam dan lainnya. Namun haruskah selalu seperti itu?

Ternyata ada pengalaman lain yang berbeda. Masih dari sahabat saya, ia sampaikan hal lain tentang cinta. Katanya, “terkadang cinta tak membuat kita merasa dag dig dug saat di dekatnya, justru karena cinta itulah yang membuat kita biasa aja dan merasa nyaman untuk menjadi diri sendiri saat berada di dekatnya”.

Well, dimana pun Anda berada. Belajarlah untuk mencintai dan menjadi diri Anda sendiri. Setiap hal yang Anda lakukan akan mengajarkan banyak hal baru.

Menjadi diri sendiri bukan berarti hanya menjadi Anda pada saat ini. Justru menjadi diri sendiri adalah fase dimana Anda mau untuk terus memperbaiki diri sehingga kelak akan menjadi pribadi yang semakin hebat.

Saat Anda bercengkrama dengan banyak orang, Anda akan semakin nyaman karena memang itulah diri Anda. Tinggal asah kekuatan dan berikan kontribusi terbaik.

Kalo kata Poo dalam film Kungfu Panda, “tak ada resep rahasia apa pun yang membuatku menjadi hebat, yang ada hanyalah menjadi diri sendiri”

Yes, ini memang tentang cinta dan tentang diri sendiri.

Selamat mencintai diri.

Selamat menjadi diri sendiri.

 

Menerima Masukan dengan CINTA

Tentang CINTA

“Mendapat masukan terkadang menyakitkan, namun saat disikapi dengan cinta, semua bisa menjadi indah”

Cinta adalah kata universal yang dikenal oleh setiap insan. Cinta memiliki makna yang sangat indah. Kekuatan cinta berdampak besar menjadi penyangga kehidupan bagi orang banyak.

Salahkah kita jatuh cinta?

Tidak! Cinta adalah fitrah yang diberikan oleh Sang Pencipta. Tinggal bagaimana kita mampu menyikapi rasa cinta yang muncul. Sungguh, cinta bisa menjadi piranti kuat agar kita semakin dekat dengan Sang Pencipta. Sudah seharusnya cinta yang kita miliki bermuara dengan selalu mengharap ridho Allah.

Membahas cinta memang selalu menarik. Alhasil kalo sudah bahas cinta biasanya menjurus pada lawan jenis. Well, itu memang sudah lumrah terjadi dan tidak bisa kita tolak.

Saya percaya diantara Anda mengalami rasa yang berbeda ketika bertemu dengan lawan jenis? Yes, itu bisa jadi cinta. Terima dan salurkan dengan sikap yang baik.

Memasuki awal tahun 2016, saya dihadapkan dengan guncangan perasaan yang terus berputar. Dari mulai urusan pribadi, karir, keluarga dan juga masa depan. Semua saling berkaitan dengan membentuk ikatan cinta.

Sejak saya belajar Husnuzhon dari Pak Hilman, kini saya bisa lebih menyikapi setiap hal dengan lebih tenang dan positif. Hal itu saya aplikasikan pada setiap kecamuk rasa yang terjadi pada diri saya.

Husnuzhon nyata bereaksi. Cinta yang saya alami membuat saya tergerak untuk menjadi lebih baik dan mengarahkannya dengan tujuan ridho sang ilahi.

Dengan cinta saya bisa lebih mudah menerima masukan dari orang-orang tentang hal yang harus saya perbaiki. Cinta membuka mata hati saya bahwa saya harus terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Sampai suatu ketika ada masukan yang membuat saya merasa tertampar.

“Kang Fauzi itu GAK PEKA”!

Jujur, pertama kali dengar masukan itu rasanya sedih. Sekejam itukah diri saya? Ternyata hal yang dulu saya anggap kecil adalah hal yang berdampak buruk bagi sebagian orang. Yes, saya memang BELUM BISA PEKA!

Dengan kerelaan hati saya terima masukan itu. Bagi saya itu adalah tangga yang membuat saya semakin baik. Lagi-lagi cinta itulah yang membuat saya mampu menerima masukan dengan bijak.

Terima kasih untuk kawan-kawan yang selalu meluangkan waktu untuk memberi masukan. Sungguh itu adalah hal berarti bagi saya. Really thanks for you.

Baru satu kisah saja yang sampaikan tentang kekuatan cinta. Cinta itu pula yang membuat saya mampu menerima masukan dengan ikhlas. Saya selalu percaya bahwa orang-orang yang mau memberi masukan dengan tulus adalah orang-orang yang mencintai kita.

Dan taukah apa yang terjadi setelah mendapat masukan bahwa saya “GAK PEKA?”

Kini setiap kali saya beraktivitas kata PEKA selalu menghantui seolah berkata, “ayo Zi belajar PEKA”. So it works.

Untuk itu, yuk mulai saat ini jadikan cinta sebagai alat yang membuat kita mampu bersikap dengan baik. Jadikan cinta agar kita mampu menerima setiap masukan dengan baik.

Percayalah, ada banyak orang yang tulus mencintaimu dengan selalu memberikan masukan padamu. Maka, balaslah cintanya dengan memperbaiki diri menjadi lebih baik.

 

 

Nikmati Perasaanmu!

Setiap orang selalu punya harapan dalam hidupnya.
Sayangnya kita sering terlarut dalam harapan seakan – akan itu semua akan terjadi.
Kita merasa bahwa hasil dari setiap hal yang kita lakukan akan sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Padahal, hasil siapa yang tau?

Heiii!  Mengapa masih disibukkan dengan hasil?

Itu ranahnya Tuhan.

Nikmati saja proses hidupmu.

Syukuri jika hasil sesuai harapan.
Terima juga jika Tuhan memberi hasil yang berbeda dengan harapan.

Selalu ada pelajaran dari setiap proses itu.

Baper?

Arghhh, baper itu pun pelajaran agar kita semakin kuat.

Yes, ternyata semua hal yang kita lakukan hanyalah rangkaian belajar.

Belajar mengenal diri.
Belajar mengelola perasaan.
Belajar menikmati takdir.
Belajar mengenal kehidupan.
Belajar mengenal Sang Pencipta.

Selamat belajar.
Selamat menikmati pembelajaran kehidupan ini.

image

Tentang Cinta

“Jika ada satu kekuatan yang membuat manusia semakin kuat, maka semua orang akan sepakat bahwa jawabannya adalah cinta “.

image

Berbicara cinta itu selalu menarik dan mampu menyita perhatian banyak orang.

Cinta adalah fitrah. Allah telah menganugerahkan cinta kepada setiap manusia.

Cinta itu universal. Bukan semata cinta kepada lawan jenis saja.

Sang Teladan kita, Nabi Muhammad telah mengajarkan untuk saling mencintai.

Tulisan ini hadir karena saya baru tersadar akan makna cinta yang selama ini kabur.

Pertemuan dengan guru saya di pesantren membuat saya sadar bahwa hidup harus saling mencintai.

Tak perlu mengharap balasan saat kita mencintai orang lain, cukuplah Allah yang membalas dengan mencintai kita.

Yes, cinta itu fitrah.

Mari belajar saling mencintai.