Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Forum Indonesia Muda merupakan wadah berkumpulnya anak-anak muda hebat dari berbagai penjuru negeri. Semua berjuang untuk mendapatkan kesempatan untuk mengikuti FIM. Bayangkan saja, total pendaftar FIM 18 mencapai angka 9800 orang. Sementara jatah peserta yang diterima hanya 165 orang. Lantas, mengapa begitu banyak orang yang sangat tertarik ikut forum Indonesia muda?

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika bergabung dengan FIM. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Bertemu dengan pemuda-pemuda hebat dari berbagai daerah di Indonesia
  2. Tergabung dengan jaringan yang sangat luas dan hebat
  3. Mendapatkan materi dan pembekalan tentang leadership dan character building dari tokoh-tokoh hebat di Indonesia.
  4. Mendapatkan pembekalan untuk membuat proyek nyata bagi lingkungan masing –masing.
  5. Yang paling kece adalah mendapat pilihan calon pasangan hidup yang sangat berkualitas. Hihihi.

Dari beberapa manfaat diatas, tentu siapu pun memiliki ketertarikan yang sama untuk masuk FIM. Maka, dibutuhkan perjuangan yang sangat ekstra untuk bisa menembus gerbang seleksinya.

Saya pun baru berhasil menembus gerbang seleksi, setelah tahun kedua mendaftar. Dari mulai membuka website, mengisi form, mengisi essay dan lainnya dilakukan dengan sangat serius. Ingat, saat proses pendaftaran pun dilakukan dengan sungguh – sungguh.

Selanjutnya yang paling menegangkan adalah saat pengumuman. Rasanya pasrah saja, Allah tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan taraaaaa… Betapa bahagianya saat nama Fauzi Noerwenda pun menjadi salah satu peserta FIM 18. Spechless! Pokoknya sangat bersyukur.

Pasca pengumuman, yang paling ditunggu adalah pelatihan yang akan berlangsung selama 5 hari. Berbagai macam ekspektasi muncul sambil menerka-nerka hal yang akan terjadi selama pelatihan.

Ternyata sebelum pelatihan dimulai, hegemoni kehebatan FIM sudah terjadi lebih awal saat ada sebuah grup di line dan whatsapp yang berisikan peserta forum Indonesia muda 18.

Grup tersebut menjadi media untuk saling mengenal lebih awal, diskusi dan tentunya ajang persiapan menuju pelatihan di Cibubur. Belum juga bertemu, grup FIM di line dan whatsapp benar-benar membuktikan bahwa orang-orang FIM sangatlah hebat. Begitu banyak obrolan dan diskusi yang berbobot terjadi di grup. Bahkan setelah berhasil dikepoin, para peserta FIM 18 adalah orang-orang hebat dengan latar belakang yang berbeda. Sungguh, makin dag dig dug menyambut datangnya hari pelaksanaan FIM.

Segala bentuk persiapan dilakukan demi mendapatkan yang terbaik selama pelatihan. Dari mulai mengerjakan proyek komunitas, mempersiapkan seni dan budaya daerah, mencari baju adat dan masih banyak hal lainnya.

Detak waktu yang terus berputar seakan ingin memberitahukan bahwa momen terhebat dalam hidupmu akan segera tiba dalam tajuk “Forum Indonesia Muda”. Hingga akhirnya hari pelaksanaan FIM pun tiba.

Public seminar Forum Indonesia Muda di Balai Sarbini menjadi rangkaian acara pembuka FIM 18. Hadirnya peserta lebih dari 1000 orang menandakan bahwa acara forum Indonesia muda sangatlah luar biasa. Apalagi dalam seminar tersebut menghadirkan berbagai macam pembicara hebat, salah satunya walikota Bandung, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil.

Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Kang Emil saat menyampaikan materi di public seminar

Public Seminar menjadi gong yang membuat 165 orang semakin tegang untuk menantikan pelatihan yang sesungguhnya di cibubur. Pasca public seminar, peserta terpilih akan mendapat pelatihan selama 4 hari di PP PON Cibubur.

Lalu, apa saja yang peserta lakukan selama 4 hari pelatihan di cibubur?

Sebetulnya kalo saya ceritakan detail, jadinya kurang seru. Maka saya hanya akan menceritakan gambaran umum selama pelatihan di cibubur.

Acara sudah dimulai dari pukul 5 pagi dan baru selesai pukul 12 malam, bahkan bisa lebih karena selalu dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Wow kebayang kan padatnya acara pelatihan!!! Saking padatnya, selama 4 hari tersebut kami memiliki 4 kelompok berbeda. Dari mulai kelompok api ekpresi, kelompok diskusi, kelompok proyek komunitas dan kelompok outbond.

Setiap harinya selalu disajikan seminar yang menghadirkan berbagai macam tokoh – tokoh besar yang kompeten di bidangnya. Mulai dari Bunda Helvy Tiana, Bunda Septi Peni Wulandari, Pak Erie Sudewo, Direktur LPDP, Founder kitabisa.com, Founder Good News From Indonesia, Founder labolla dan masih banyak lagi.

Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Pasca Bunda Helvy menyampaikan materinya tentang menulis

Momen yang paling ngangenin saat materi berlangsung adalah melihat wajah kawan-kawan peserta yang ngantuk. Tak jarang diantaranya tertidur karena kelelahan. Namun, hal tersebut tak menyulutkan semangat belajar semua peserta. Dengan segala upaya, mereka mengatur diri untuk siap menerima berbagai macam materi.

Selain materi, aktivitas lainnya adalah diskusi bersama fasilitator kelompok. Fasilitator merupakan bagian panitia yang juga alumni FIM angkatan sebelumnya. Diskusi bersama fasil selalu menimbulkan kehangatan. Inilah momen saat peserta bisa bercengkrama lebih dekat dengan peserta lainnya.

Kegiatan yang paling dinanti berdasarkan pengalaman alumni adalah API EKSPRESI. Api ekspresi merupakan ajang untuk menampilkan potensi seni dan budaya sesuai dengan topik yang disiapkan panitia. Momen ini pula yang menjadi aksi unjuk gigi dari kawan-kawan dengan kemampuan seni yang baik. Dari mulai tari saman, tari kecak, drama musikal, puisi, pantomim dan lainnya. Semua unsur seni menjadi satu sehingga menyuguhkan keindahan ekspresi yang sangat memukau.

Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Sesi Api Ekspresi

Oia, ada hal yang perlu kalian ketahui dari FIM. Ada satu aktivitas luar biasa yang jarang ditemukan di forum lainnya. Hampir sebagian besar alumni mengatakan bahwa hal tersulit yang bisa dilakukan peserta adalah BERTANYA. Yes, hampir semua peserta selalu ingin bertanya. Hingga sesi pertanyaan selalu menjadi ricuh karena banyaknya peserta yang ingin bertanya. Sungguh, pemandangan itu yang selalu dirindukan. Di sesi FIM tersebut, saya pun hanya berhasil mengajukan satu pertanyaan saja.

Satu hal berbeda yang ditanamkan FIM adalah tentang menjadi seorang pemimpin yang mencintai tanah air dan siap berkontribusi bagi daerah tempat tinggal masing-masing. Sesi proyek komunitas menjadi ajang peserta untuk membuat proyek nyata bagi daerahnya.

Ada banyak ide hebat yang peserta ajukan. Semuanya begitu mulia dan membuat saya haru. Ternyata begitu banyak anak-anak yang masih peduli dengan Indonesia. Apalagi saat mendengar cerita kawan-kawan dari perbatasan, makin membuat diri ini NOL dan sadar bahwa selama ini saya belum berbuat apa-apa.

Saat detak waktu berputar, kami menyadari bahwa tak lama lagi pelatihan akan segera berakhir. Sadar akan hal itu, setiap peserta mengoptimalkan waktu untuk saling mengenal lebih dalam. Mulai dari tukar kartu nama sampai ngobrol empat mata tentang hal yang lebih dalam. Semua berupaya agar sisa waktu di FIM semakin penuh makna.

Akhirnya rangkaian acara FIM berakhir dengan permainan atau outbond. Sesi ini menjadi simulasi tentang sejauh mana peserta mampu mengaplikasikan materi di dalam sebuah permainan. Tentu kali ini lebih menyenangkan. Akhirnya kami pun terlarut dalam kebersamaan yang sangat membahagiakan.

Hanya saja, pertemuan indah selama 5 hari pun harus segera berakhir. Inilah momen menyedihkan yang dialami peserta. Rasanya waktu 5 hari terlalu singkat untuk bertemu dengan orang-orang luar biasa di forum Indonesia muda. Bahkan juga menyesal karena tidak mengoptimalkan waktu untuk mengenal peserta lainnya lebih dalam.

Berbagai macam penyesalan dan kesedihan muncul karena begitu berharganya FIM bagi semua peserta. FIM adalah keluarga. FIM menyatukan kami yang berasal dari berbagai rumpun yang berbeda. FIM menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk terus berkolaborasi.

Sungguh, menjadi bagian dari forum Indonesia muda adalah salah satu bagian terindah dalam kehidupan yang saya lalui. Apakah Anda selanjutnya yang akan menjadi bagian dari keluarga besar FIM?

FIM bagi kami akan tetap menjadi ruang untuk terus berkolaborasi. Ruang dimana para pemuda siap beraksi untuk memberikan aksi nyata bagi Indonesia.

Siapkah Anda?

Sebelum saya akhiri, saya ucapkan terima kasih banyak untuk Pak Elmir dan Bunda Elmir yang sudah berjuang membangun forum Indonesia muda. Terbukti, FIM menjadi media yang sangat efektif untuk berkolaborasi.

Semoga kebaikan Pak Elmir dan Bunda menjadi pahala berlipat dari Sang Maha Pencipta. Aamiin.

Mengapa Forum Indonesia Muda begitu diminati banyak orang? Ini dia cerita rahasianya!

Seluruh Peserta Forum Indonesia Muda 18

Forum Indonesia Muda,

Aku Untuk Bangsaku.

 

Kindly Regards,

Fauzi Noerwenda

FIM 18

Advertisements

Belajar Mengenal Diri

image

“Mengenal diri adalah upaya indah untuk mencintai diri”

Setiap insan terlahir dengan potensi terbaik yang langsung diberikan Sang Pencipta. Tugas kita sederhana, mengoptimalkan setiap potensi yang dimiliki guna memberikan kontribusi bagi banyak orang. Potensi tersebut menjadi alat agar setiap hal yang kita lakukan selalu berlandaskan ridho Allah.

Hanya saja, tugas sederhana itu menjadi sulit saat kita tidak menyadari potensi diri. Wajar saja, mengenal diri memang butuh waktu. Bahkan mengenal diri adalah perjalanan terjauh dalam kehidupan. Makna hebatnya, ternyata sepanjang hidup yang dilalui adalah perjalanan untuk terus belajar.

Sudahkan kamu mengenal siapa dirimu?
Apa yang akan kamu lakukan dalam hidupmu?
Peran apa yang akan kamu ambil dalam hidup ini?
Sudahkah?

Setiap hari waktu terus berganti. Menyapa diri untuk selalu tangguh menjalani hari. Mengajak diri untuk terus berkarya dengan segenap potensi diri.

Sungguh, betapa bahagianya saat diri mampu mengoptimalkan setiap peran yang diembannya. Ada banyak karya yang akhirnya terwujud. Ada banyak orang yang merasa terbantu. Tentunya, ada rasa bahagia karena telah berupaya untuk menjalankan tugas Sang Pencipta. Tugas mulia untuk mengenal diri.

Dimensi manusia terbatas pada ruang dan waktu. Usia terus bertambah. Setiap tahun bahkan kita selalu melakukan perayaan atau syukuran untuk bertambahnya usia kita. Lantas, apa yang sebetulnya kita rayakan?

Pada kenyataanya, dimensi waktu tersebut menjadi tanda sudah sejauh mana kita mampu mengenal diri. Karya apa saja yang menjadi kado terindah untuk dipersembahkan?

Tulisan ini seyogyanya adalah bacaan untuk diri. Sungguh, begitu mudahnya diri ini lalai dengan peran yang seharusnya diemban. Maka tulisan ini hadir untuk diri. Jika memang tulisan ini bermanfaat, artinya kamu membaca sebagai diri kamu sendiri.

Tulisan diri untuk mengenal diri.
Selamat mengenal diri.

Kindly regards,
Fauzi Noerwenda 

Teruslah Melangkah, Teruslah Berjalan…

Pantai Sawarna

“Perjalanan adalah rangkaian indah untuk saling mengenal antara diri dan lainnya”

-Fauzi Noerwenda-

Canda, tawa, haru, sedih bahkan marah senantiasa menjadi bumbu-bumbu dalam satu perjalanan. Tanpa sadar, hal itu menjadi kenangan indah yang selalu ingin terulang.

Awal bulan mei, saya dan teman – teman kelas inspirasi sukabumi mendapatkan perjalanan indah ke Pantai Sawarna, Banten. Kami melakukan perjalanan dengan asas dan tujuan yang sama, bersenang-senang sambil menikmati alam ciptaan Sang Maha Kuasa.

Toyota Avanza menjadi saksi riangnya kami saat perjalanan berlangsung. Bagaimana tidak, hampir 8 jam kami bersama melewati waktu dalam kendaraan.

Tak ayal, banyak hal yang kami lakukan sepanjang perjalanan. Ngobrol masalah karir hingga jodoh, mendengarkan lagu, ngemil makanan sampai habis dan pastinya tidur. Sungguh tak disadari, ternyata momen inilah yang semakin mendekatkan kami berenam.

Saat itu kami pergi berlibur bersama 6 orang tim kelas inspirasi dan 1 orang supir yang mendampingi. Keenam orang itu adalah A Rismat, Angga, Siluth, Adita, Nur Septi dan saya sendiri.

A Rismat, seorang guru matematika yang juga sosok tertua diantara kami berenam. Orangnya tangguh dan penuh perjuangan. Kesuksesan kelas inspirasi sukabumi 1 tak bisa lepas dari perannya yang sangat efektif. Berjuang seorang diri untuk survei sekolah, tempat refleksi dan hal lainnya. Kini beliau pun masih berjuang untuk melepaskan masa lajangnya. Ada yang berminat?

Angga Ferdian, seorang bankir di sebuah bank swasta. Hampir 15 tahun saya mengenal Angga. Dari SD sampai kuliah kami selalu bersama. Sosoknya dari dulu tetaplah sama. Konyol, Koclak dan pastinya selalu dengan kejutan-kejutan yang membuat kami selalu terhibur.

Siti Luthfah, seorang guru SD di Jakarta. Siluth ini adalah orang yang visioner dan oportunis. Beliau lah sosok dibalik terselenggaranya kelas inspirasi sukabumi 1. Kini selain mengabdi sebagai pengajar, beliau pun sedang mempersiapkan diri melanjutkan studi pascasarjana.

Adita, seorang guru SD yang juga wali kelas dari keponakan lucu saya. Cewek lulusan UPI ini banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak. Wow, sudah terbukti deh kualitasnya sebagai ibu. Ketulusan cintanya sudah teruji. Eitsss, cewek yang satu ini punya hobi yang unik. Hobinya itu gemar pake lipstick. So, buat Anda yang tertarik tolong siapkan lipstick yang banyak yah. ^_^

Nur Septi, seorang ahli IT yang bekerja di Jakarta yang akrab disapa Teh Eti. Sejak SMP saya sudah mengenal eti. Sosoknya yang ramah, kalem dan penyabar membuat beliau menjadi pribadi yang sangat dewasa. Semakin berumur, kepribadiannya semakin dewasa. Arghh, ibu banget dah.

Well, itulah kelima orang yang membersamai saya dalam perjalanan ke pantai sawarna. Yes, mereka semua adalah orang – orang hebat. Maka dapat dipastikan bahwa perjalanan yang dilakukan pun adalah perjalanan hebat.

Pantai Sawaran

Ini dia keenam cowok dan cewek kece Kelas Inspirasi Sukabumi. Dari kanan ke kiri. A Rismat, Angga, Fauzi, Siluth, Adita dan Nur Septi.

Sekarang waktunya cerita Sawarna. Tulisan diatas hanyalah awalan saja. Kalo di film perkenalan tokohnya. Jadi sudah siap menyimak cerita Sawarna?

Siapkan uang yang banyak yah karena khawatir kamu jadi mupeng pengen main ke sawarna. ^_^

Pantai Sawarna merupakan pantai yang berada di wilayah Banten. Suasananya masih ramah lingkungan bersih dan pantainya pun berpasir putih. Hingga saat ini, sawarna belum terlalu terjamah banyak orang. Jadi akses menuju kesana masih akan melewati banyak jalan yang kurang baik. Well, semuanya menyenangkan kok.

Karena waktu terbatas, kami hanya sempat mengunjungi goa langir dan tanjung layar. Padahal masih banyak tempat indah yang bisa dikunjungi di wilayah pantai sawarna.

Sebenarnya saya gak akan cerita banyak soal pantai. Kalo bahas pantai pasti gampanglah, ada air asin, pasir, karang, ombak dan lainnya. Iya kan?

Kali ini, saya ingin menceritakan pembelajaran yang kami dapatkan dari alam dan kebersamaan kami.

Perjalanan ini menyadarkan kami tentang arti pentingnya diri dalam kehidupan. Pada dasarnya, setiap orang punya perannya masing – masing. Setiap peran itu berfungsi sesuai dengan tugasnya. Semua saling berkolaborasi.

Mentari berperan untuk terbit setiap pagi dan terbenam setiap senja. Mentari menjadi pertanda sebagai tumpuan aktivitas manusia.

Ombak berperan untuk memberikan tumpahan air yang sangat deras sehingga orang – orang bisa bermain surfing dengannya.

Pasir putih berperan sebagai pijakan lembut yang membuat orang tergerak untuk melangkah lebih jauh ke pesisir pantai.

Biota laut berperan sebagai permata yang membuat laut menjadi lebih indah dan cantic.

Semua hal dalam kehidupan memiliki perannya masing – masing. Manusia pun sama, terlahir dengan peran mulia yang boleh jadi berbeda –beda. Sudahkan kita menyadarinya?

Dibalik peran berbeda, sesungguhnya kita melangkah dengan tujuan yang sama, meraih ridho Allah. Jadi mengapa masih sering mengeluh dengan peran yang kita dapatkan?

Kalian yang menjadi guru, jadilah guru yang mampu menjadi teladan bagi murid – muridnya.

Kalian yang menjadi karyawan, jadilah karyawan yang mampu berkontribusi untuk perusahaannya.

Kalian yang menjadi pelajar, jadilah pelajar yang selalu rajin belajar sehingga kelak mampu menjadi generasi pelopor bangsa ini.

Maka, peran mana yang tidak berharga? Setiap orang sangat berharga.

Jangan berhenti melangkah. Perjalanan masih panjang kawan. Bumi ini menantikan karya – karya indahmu yang sangat luar biasa. Hanya satu kuncinya, jalani dengan penuh kesyukuran.

Bagiku, perjalanan ke sawarna bukan sekedar perjalanan. Didalamnya, terdapat cinta yang menguatkan. Layaknya pantai yang selalu mempesona, mari buat diri kita mempesona dengan karya – karya untuk bangsa ini.

Pantai Sawarna

Teruslah melangkah, Teruslah berjalan!

 

Kindly regards,

Fauzi Noerwenda