Tips Melakukan Ice Breaking dengan pendekatan audience

Tips Melakukan Ice Breaking dengan pendekatan audience

Anda pernah berada dalam situasi yang membosankan saat menjadi audience? Apa rasanya saat Anda menjadi pendengar namun pembicaranya begitu menjenuhkan? Boleh jadi Anda merasa letih dan akhirnya tidak tertarik mendengarkan presentasi.

Jika hal itu terjadi, tentu tujuan presentasi tidak akan tersampaikan. Materi Anda akan menjadi buih di udara. Untuk itu, penting bagi Anda membuat suasana menjadi menyenangkan. Salah satu alternatif yang bisa Anda lakukan adalah ice breaking.

Ice breaking  merupakan salah satu teknik yang bertujuan untuk membuat suasana menjadi cair dan menyenangkan.

Kabar baiknya, saya akan berbagi sebuah teknik sederhana dalam melakukan ice breaking saat presentasi berlangsung. Anda tidak perlu berpikir rumit untuk membuat ice breaking. Teknik yang akan saya bagikan adalah teknik dengan pendekatan audience.

Audience akan menjadi partner Anda dalam melakukan sesi ice breaking. Kenapa audience?

Karena mereka adalah orang-orang yang sengaja hadir untuk mendengarkan materi yang Anda bawakan. Sudah sewajarnya Anda memberikan apresiasi kepada mereka. Hal termudah yang bisa Anda lakukan yaitu dengan melibatkan mereka.

Ada 3 metode yang bisa Anda lakukan. Metode tersebut terangkum dalam sebuah kata, yaitu ICE.

  1. Interactive

Lakukan komunikasi dua arah sepanjang presentasi agar setiap momennya audience terlibat dan suasana semakin menyenangkan.

  1. Contemplation

Ajak audience untuk terlibat dengan mengajak mereka untuk merenung dan berpikir sejenak.

  1. Energizer

Ajak audience untuk meningkatkan semangatnya dengan melakukan aktivitas yang banyak bergerak.

Ketiga metode tersebut sangatlah sederhana. Tugas Anda hanyalah mengajak audience terlibat. Mengapa cara itu yang dipakai? Kembali ke tujuan dilakukannya ice breaking yaitu mengembalikan fokus. Maka, lakukan ketiga hal tersebut.

Tulisan kali ini hanya menjelaskan gambaran umum dalam melakukan ice breaking berbasis audience. Selanjutnya saya akan berbagi lebih detail tentang cara membuat ice breaking, cara membawakan ice breaking serta cara mengambil insight dari ice breaking.

So, be patient guys.

Kindly regards,

Fauzi Noerwenda

Trainer Public Speaking

Advertisements

Follow the new website: http://fauzinoerwenda.com/

http://fauzinoerwenda.com/

Dear pembaca setia blog https://fauzinoerwenda.wordpress.com/.

Untuk memberikan layanan yang optimal mengenai tips dan trik public speaking, mulai malam ini tulisan-tulisan terkait public speaking akan diposting di website terbarunya Fauzi Noerwenda http://fauzinoerwenda.com/.

Silahkan follow website terbarunya dan dapatkan tips dan trik public speaking dalam web tersebut.

Terima kasih sudah mau belajar bersama.

Salam

Public Speaking, bakat atau kemampuan?

Manusia terlahir ke muka bumi dengan jutaan ragam bintang. Bintang itulah yang menjadi modal awal manusia dalam menjalankan kehidupannya. Apa sih bintang itu? Ya, bintang itu adalah bakat terpendam yang ada dalam diri manusia. Saat bintang itu kita sadari lantas kita menjualnya, maka bayangkan saja betapa mahalnya diri kita dengan berbagai bintangnya.

Siapa yang tak kenal Adolf Hittler? Sosok pemimpin yang bengis berdarah jerman yang mampu membuat dunia takluk dihadapannya. Sungguh pengaruhnya sangat besar sekali kala itu.

Pasti kawan-kawan juga kenal dengan Soekarno kan? Ya dialah sang proklamator Indonesia. Jiwa kepemimpinannya telah berhasil mempersatukan negeri ini hingga mampu merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Kedua sosok pemimpin itu memiliki pengaruh yang besar, baik di negerinya dan juga dunia. Kira-kira apa persamaan dari kedua tokoh tersebut? Ada yang mengatakan bahwa mereka memiliki bakat alami sebagai pemimpin. Pengaruhnya sebagai pemimpin telah terbukti dengan berbagai aksinya. Hhhmm, memang benar. Lalu apa lagi? Ternyata keduanya memiliki kesamaan dalam hal public speaking.

Kedua tokoh tersebut terkenal jago dalam orasi, pidato dan lainnya. Bedanya, Hittler menggunakan kemampuan public speaking untuk menghancurkan dunia. Sementara kemampuan public speaking Soekarno digunakan sebagai alat pemersatu bangsa. Menarik bukan, ternyata public speaking mempunyai peran yang sangat signifikan.

Sekarang mari kita bahas jawaban dari judul tulisan ini. Apakah public speaking itu bakat atau kemampuan?

Banyak orang terlahir dengan bakat hebat. Banyak yang berhasil namun banyak pula yang malah TIDAK PUNYA KARYA. Bagi sebagian orang yang merasa public speaking adalah bakat maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan bintang yang sangat berharga. Wajar jika orang dengan bakatnya lebih mudah melakukan public speaking, hanya tinggal memolesnya dengan lebih indah. Hasil dari polesan itulah yang menjadikan seseorang yang berbakat itu memiliki kemampuan public speaking yang hebat. Artinya kombinasi bakat dengan kemampuan akan menghasilkan bintang yang lebih bersinar. Lalu bagaimana jika kita tidak berbakat?

Hey, manusia Allah lahirkan dengan jutaan potensi. Saat kita tidak berbakat, kita bisa mempelajarinya dengan serius. Banyak orang berhasil karena ia menekuninya dan menjadikannya sebagai kemampuan barunya. Kawan-kawan tahu dimanakah bakatnya? Ya bakatnya adalah berjuang. Kelihatannya biasa saja, tapi ketahuilah dari triliunan orang dimuka bumi, hanya sebagian orang yang berani beraksi hebat.

Jadi, kesimpulannya public speaking itu bukan persoalan bakat atau kemampuan. Tapi bagaimana kita mau belajar untuk menguasainya. Saat bakat itu hadir, maka memang itu khusus untuk kawan-kawan. Namun jangan pula bersedih hati bagi kawan-kawan yang merasa pendiam atau pemalu. Itu bukanlah bakat. Itu hanyalah sifat yang bisa dirubah. Besar kemungkinan orang yang awalnya pemalu, pendiam pun bisa menjadi ahli dalam public speaking. Hanya satu caranya, pelajarilah dengan serius, tentunya dengan praktek. Silahkan kawan-kawan buktikan sendiri bahwa siapapun bisa menjadi seorang public speaker. Selamat membuktikan.

 

 

3 LANGKAH MEMPERSIAPKAN MATERI DENGAN EFEKTIF

Menyampaikan pesan di depan banyak orang adalah hal yang menantang sekaligus menyenangkan. Tentu setiap momennya kita berharap tampil optimal sehingga pesan tersampaikan kepada audience.

Salah satu hal esensial sebelum tampil adalah PERSIAPAN. Mempersiapkan segalanya adalah hal yang wajib bagi seorang pembicara, terutama materi yang akan disampaikan.

Uniknya, setiap orang mengalami pengalaman berbeda saat akan melakukan persiapan. Tak jarang waktu yang selalu jadi kendala. Ada yang mendapat cukup waktu untuk persiapan dan ada juga yang mendapat waktu yang sangat mepet dengan hari pelaksanaan.

Jika durasi persiapan berbeda, tentu secara matematis orang dengan waktu persiapan yang lebih panjang akan lebih siap untuk tampil.

Ternyata kenyataannya tidak demikian. Sebagian diantaranya masih kebingungan untuk mengoptimalkan persiapan menjelang tampil. Sehingga masalah utama bukan di waktu, melainkan cara efektif dalam melakukan persiapan dalam menyusun materi.

Tentu Anda ingin melakukan persiapan dengan efektif dan waktu yang Anda miliki bisa optimal kan?

Ada 3 langkah yang bisa Anda gunakan dalam mempersiapkan materi presentasi.

1. TUJUAN PRESENTASI

Tetapkanlah tujuan presentasi yang ingin Anda sampaikan kepada audience. Hal itu akan menjadi patokan saat Anda mulai menyusun materi.

Sederhananya, apa sih pesan yang ingin Anda sampaikan untuk audience. Jika sudah, Anda akan mudah menyusun materinya.

Contoh tujuannya: Audience memahami cara menulis artikel dengan efektif.

2. RANGKUM PESAN UTAMA

Pesan utama menjadi sajian yang akan diberikan kepada audience. Agar pesannya dapat diterima dengan mudah, rangkum pesan utama dengan sederhana. Biasanya akan efektif dengan membaginya menjadi “3 kata kunci”.

Contohnya: 3 Cara menulis artikel dengan efektif, -Buat outline -Cacah tulisan menjadi beberapa paragraf -Gunakan quotes atau kutipan lainnya

Pesan utama jika disederhanakan akan lebih mudah diterima. Prinsip “3 kata kunci” sangat memudahkan.

Jadi, rangkum pesan utama menjadi 3 kata kunci.

3. Simulasi

Setelah mengetahui tujuan presentasi dan menyusun materi utama, lakukan simulasi langsung dengan menyampaikan isi presentasi tersebut.

Anda bisa ajak rekan untuk menyimak simulasi latihan Anda atau merekamnya dengan video.

Setelahnya Anda coba evaluasi apakah materi yang Anda buat sudah sesuai atau belum.

Itulah 3 langkah singkat yang bisa Anda praktekan saat akan menyiapkan materi.

Gampang kan? Silahkan Anda coba dan rasakan sendiri.

Btw, jika Anda kesulitan, boleh kok main ke kantor Ganesha Public Speaking.

Selamat berlatih.

Kindly regards,

Fauzi Noerwenda

www.gpssbandung.com

4 LANGKAH YANG MEMBUAT ANDA HEBAT SEBELUM BERBICARA

Pembicara hebat mana pun ternyata memiliki pola dalam berbicara. Bahkan mereka memiliki kebiasaan hebat sebelum mereka tampil di depan umum.

Ternyata polanya sederhana. Pelajari polanya dan praktekan setiap langkah dibawah ini.

Ini dia 4 langkah yang akan membuat Anda merasa hebat sebelum Anda tampil.

1. IMPROVING YOUR MOOD

Sebelum tampil, lakukan aktivitas yang membuat mood Anda menjadi bahagia. Entah jalan santai, nonton film atau hal lainnya.

Hindari aktivitas yang akan membuat mood Anda jadi bete. Misalnya bertengkar atau hal lainnya.

2. DISTRACTION CAN BE USEFUL, or NOT!

Lakukan percakapan dengan orang – orang diluar topik presentasi Anda. Lakukanlah hingga Anda merasa nyaman. Sejatinya hal ini akan membuat Anda semakin siap untuk presentasi. Namun sebaliknya, justru percakapan diluar topik akan membuat konsentrasi Anda buyar jika mental Anda lemah. Jadi, siapkan pula mental Anda.

3. AXING THE ANTICIPATORY ANXIETY

Hadapi gugup sebelum presentasi terjadi. Lakukan hal – hal yang membuat gugup Anda bisa turun. Misalnya, menenangkan diri dengan TARIK NAFAS panjang.

4. PUT THE POSTMORTEMS TO DEATH

Jika Anda pernah mengalami kegagalan saat presentasi, jangan biarkan kemarahan atau bayang – bayang ketakutan menyerang Anda. Percayalah, setiap orang pernah gagal.
Maafkanlah diri Anda dan lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan dalam presentasi selanjutnya.

Sumber:
The Confident Speaker Book
Harrison Monart & Larina Case

Kindly regards,
Fauzi Noerwenda
www.gpssbandung.com

7 LANGKAH PERSIAPAN TERBAIK SEBELUM PRESENTASI

7 LANGKAH PERSIAPAN TERBAIK SEBELUM PRESENTASI

Persiapan adalah kunci jika Anda ingin memberikan presentasi yang baik pada audience.

Persiapan menjadi media agar segala hal yang akan Anda sampaikan berhasil.

Ternyata, persiapan pun ada caranya. Lakukanlah persiapan terbaik agar hasilnya pun baik.

Simak 7 LANGKAH PERSIAPAN sebelum presentasi yang dituturkan Harrison Monart dan Larina Case dalam bukunya yang berjudul “the confident speaker”

1. KNOW THE AUDIENCE

Ketahuilah siapa audience yang Anda ajak bicara. Pelajari karakteristik mereka sehingga Anda lebih mudah menyampaikan pesan.

2. RESEARCH YOUR TOPIC

Lakukan riset tentang topik yang akan Anda sampaikan. Kumpulkan juga bahan – bahan presentasi dari pakar di bidang yang akan Anda bahas.

3. KNOW THE PLACE

Survey lokasi tempat Anda tampil. Pelajari setiap sudutnya. Bila perlu, lakukan gladiresik agar Anda semakin paham dan menguasai panggung Anda nanti.

4. REHEARSE YOUR TALK

Latih terus – menerus topik yang akan Anda sampaikan. Hadirkan ahli agar Anda mendapat feedback yang positif.

5. GET ENOUGH REST

Ingat, Anda butuh istirahat yang cukup. Sediakan waktu untuk istirahat optimal sehingga besoknya Anda memiliki kondisi fisik yang prima.

6. ANALYZE BUT DON’T DWELL

Persiapkan lembar feedback untuk Anda minta masukan kepala audience tentang penampilan Anda. Tidak perlu terlalu spesifik, yang penting Anda mendapat gambaran secara umum yang bisa dijadikan pelajaran ke depannya.

7. ENJOY THE PROCESS

Ini dia yang paling penting. Nikmati setiap proses latihan dan persiapan Anda. Tentunya, nikmati setiap waktu dari penampilan Anda nanti. Percayalah, Anda sudah melakukan yang terbaik You’re rock guys.

So guys, sudah siapkah melakukan ketujuh langkah tersebut agar presentasi Anda semakin baik?

Just try it.

Sumber:
The Confident Speaker Book
Harrison Monart & Larina Case

Kindly regards,
Fauzi Noerwenda
www.gpssbandung.com

3 Tips Mengatasi BLANK saat bicara di depan umum!

Tips Mengatasi BLANK

Teruntuk Anda yang pernah atau seringkali BLANK saat berbicara di depan umum. Sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya, saya akan bagikan 3 tips spesial untuk mengatasi blank. Saya sarankan Anda membaca tulisan sebelumnya berjudul “Kata Siapa BLANK itu Masalah” agar persepsi Anda sama dan tentunya semakin mudah menggunakan 3 tips ini.

Silahkan baca dulu bagi yang belum. https://fauzinoerwenda.wordpress.com/2016/04/12/kata-siapa-blank-itu-masalah/

Blank itu membuat kita lupa dengan beberapa materi yang ingin disampaikan. Semakin kita berupaya mengingat, justru semakin kita sulit untuk mendapatkan ingatan itu kembali. Jadi, jangan memaksakan untuk mengingat. Tenangkan diri dulu, baru atasi dengan jernih.

Baiklah kawan-kawan yang saya cintai, sudah ga sabar pengen tahu apa aja tipsnya? Kayaknya emang greget yah kalo blank melanda, padahal kita lagi asik-asiknya ngomong.

Well, here we go! Ini dia 3 tips spesial untuk mengatasi blank. Ketiga tips ini bisa Anda lakukan jika makhluk bernama blank itu menyerang.

1.JOKING

Saat Anda diserang blank, biasanya secara ga sadar kita langsung kikuk dan bingung mau ngomong apa lagi. Dalam kondisi itu, tentu kita menjadi awkward bangetlah. Seandainya nanti Anda mengalami hal serupa, stay cool aja guys. Sebelum audience sadar Anda blank, segera Anda ganti state presentasi Anda menjadi bahan candaan.

Misalnya, Anda sedang bicara tentang rahasia menjemput jodoh impian. Terus tiba-tiba Anda lupa tentang bahasan selanjutnya, disitulah Anda mulai bermain untuk memainkan “jokes”. Tentu dengan wajah yang so cool, Anda bisa mengatakan dengan cara seperti ini, “kawan-kawan jomblo yang sedang gundah gulana, saya merasakan kesedihan Anda karena bertahun-tahun tak jua mendapatkan jodoh impiannya, moga-moga acara ini menguatkan Anda karena akhirnya Anda bertemu dengan korban jomblo yang tak laku-laku”.

Apa yang Anda bicarakan itu tentu bukanlah materi utama, karena Anda pun lupa. Namun, apa yang Anda lakukan justru membuat audience terhibur karena hal itu menjadi candaan yang sesuai dengan tema.

Dalam kondisi itu, apakah audience tahu Anda sedang blank? TIDAK! Audience akan terus menikmati setiap flow yang Anda sampaikan selama Anda pun menikmati. So, nikmatilah setiap hal yang Anda katakan. Saat Anda merasa lebih tenang, lanjutkan kembali dengan materi utama yang akan Anda sajikan.

2.IMPROVING

Cara selanjutnya ketika Anda sedang blank yaitu lakukan improvisasi. Bahasa gaulnya sih NGELES. Ingat prinsipnya, apa pun yang Anda katakan, audience tidak tau loh hal yang akan Anda sampaikan. Maka blank atau tidak, audience gak akan pernah tahu jika Anda tidak memberi tahu. Jadi, tenang aja kalo tiba-tiba Anda dilanda amnesia.

Teruslah cari topik lain sehingga audience tidak menyadari kondisi Anda. Seandainya Anda merasa mentok dan bingung bicara apa lagi, cara lainnya adalah dengan NGAKU kalo Anda blank. Ngaku? Iya ngaku guys.

Lupa itu kan sifat manusia, jadi wajar aja. Ketika Anda lupa, katakan itu dan lanjutkan presentasi Anda. Beberapa kali saya pernah lupa materi yang disampaikan. Pernah saya bahas 5 cara mengatasi grogi. 4 dari 5 cara sudah saya sampaikan. Dan ternyata cara kelimanya saya lupa. Sempet terdiam sejenak, lalu akhirnya saya ngaku kalo saya lupa.

Ini yang saya katakan, “oke kawan-kawan semua sekarang saatnya membahas cara kelima untuk mengatasi grogi. Kabar buruknya saya lupa cara yang kelima ini. Tapi kalo saya nunggu inget, bisa jadi ampe tahun monyet saya tetep lupa. So ,gimana kalo saya lanjutkan aja. Seandainya pas saya lanjut ternyata inget lagi, baru kita bahas lagi cara kelimanya. Sepakat?”

Show must go on! Ternyata audience memaklumi kok. Tinggal bagaimana kita mengemas setiap kata yang ingin disampaikan. Jadi paham kan kalo nge-blank itu bukan masalah?

3.QUESTIONING

Strategi berikutnya untuk mengatasi blank saat Anda sedang tampil yaitu dengan memberikan pertanyaan. Misal Anda sedang membahas tentang MEA dan Anda lupa selanjutnya membahas apa. Ajukan saja pertanyaan tentang MEA pada audience. Dengan ngeles cantik, lalu Anda tanya.

Misalnya, “Selanjutnya ada bahasan menarik tentang MEA. Agar bahasannya makin keren, saya pengen ajukan dulu pertanyaan terkait untuk kawan-kawan semua. Siap yah?” Nah yang ini baru ngeles (improvisasi) cantiknya. Dikasih pertanyaan, audience justru jadi tegang. Iya kan?

Tembak deh dengan pertanyaan, “menurut Anda, bagaimana strategi terbaik untuk menghadapi MEA?” Akhirnya terjadi diskusi menarik seputar MEA. Kondisi itu Anda manfaatkan untuk mengingat kembali sambil menenangkan diri. Jika memang Anda masih lupa, yasudah, lanjutkan saja dengan materi yang lain. Ingat, show must go on!

Akhirnya 3 tips mengatasi blank sudah saya berikan. Pada praktiknya di lapangan, boleh jadi Anda menemukan cara lain yang lebih mutakhir dalam mengatasi blank. Gunakan cara itu dan jangan lupa ajarkan ke yang lain.

Ketiga cara itu silahkan Anda praktikan sesuai dengan kondisi yang sedang Anda alami. Pastikan Anda menggunakan jurus yang tepat ketika menghadapi setiap momennya.

Well, blank itu sifatnya netral. Blank tidak bisa disalahkan sebagai penyebab gagalnya presentasi kita. Justru jadikan blank sebagai alat agar presentasi kita semakin menarik.

Apa pun yang terjadi saat Anda tampil, itu semua adalah potensi yang membuat presentasi Anda semakin menarik. Trust it!

Selamat melatih diri Anda.

Kindly Regards,

Fauzi Noerwenda

Trainer Ganesha Public Speaking

www.gpssbandung.com