Pertanyaan untuk Anda Menjelang Pergantian Tahun

image

Tahun 2015 akan segera berakhir. Berbagai macam hal dilakukan sebagai upaya perbaikan untuk tahun yang akan datang.

Resolusi pun dibuat agar tahun yang akan datang menjadi lebih baik lagi.

Terinspirasi dari guru saya, Pak Jamil Azzaini bahwa hidup kita harus mempunyai tujuan.

Jangan sekedar terbawa arus yang tak jelas. Faktanya, yang mengalir hanyalah benda – benda yang sudah tidak berguna, seperti daun kering, sampah, dan lainnya. Maukah Anda seperti itu?

Lantas hal apa yang akan Anda lakukan di tahun yang akan datang?

Lagi – lagi saya terinspirasi dari guru saya, Pak Jamil Azzaini. Ketika itu beliau mengirim tulisan di grup WhatsApp alumni TBnC 12.

Isi pesannya tentang 7 pertanyaan yang terinspirasi dari Gustav Freytag (13 Juli 1816 – 30 April 1895, novelis dan dramawan, lahir di Polandia dan meninggal di Jerman).

Ketujuh pertanyaan itu adalah :

Pertama, apa tujuan baru yang Anda wujudkan?
Kedua, apa langkah baru yang Anda ambil?
Ketiga, apa gagasan baru yang Anda usung?
Keempat, siapa orang baru yang Anda temui?
Kelima, apa panggung baru yang Anda hadiri?
Keenam, apa manfaat baru yang Anda tebar?
Ketujuh, apa ibadah baru yang Anda rutinkan?

Dengan hati dan sanubari terdalam. Saya  akan menjawab ketujuh pertanyaan tersebut.

Saya posting disini dengan harapan agar kawan – kawan semua ikut mendoakan dan mengingatkan langkah yang akan saya tempuh.

1. Tujuan baru yang ingin saya wujudkan adalah mengadakan kegiatan training di Sukabumi, mengadakan kegiatan pengembangan diri di Kampung Gunung Goong, menulis buku best seller, melakukan pengkaderan untuk generasi muda melalui Ganesha Muda.

2. Langkah baru yang akan saya ambil adalah menikah, melanjutkan studi pasca sarjana, belajar tentang pengembangan diri dan public speaking ke sang ahli baik di Indonesia maupun luar negeri.

3. Gagasan baru yang akan saya usung adalah program yang berkaitan dengan pengkaderan generasi muda khususnya mahasiswa dan pelajar SMA dengan program “Hello Career”.

4. Orang baru yang akan saya temui di tahun 2016 adalah :
-Rene Suhardono
-Rhenald Kasali
-Anies Baswedan
-Tantowi Yahya
-Helmy Yahya
-Charles Bonar Sirait
-Andy Noya
-Dedy Dahlan
-DJ Arrie

5. Panggung baru yang akan saya hadiri adalah :
-Black Belt Trainer
-The Ultimate You
-TYPSS
-TEMPA
-Pesantren di seluruh penjuru tanah air
-International Workshop tentang karir
-International Conference
-Kelas Menulis

6. Manfaat baru yang akan saya tebar adalah membantu mengembangkan potensi dan karir generasi muda di daerah saya serta di beberapa kata besar melalui program yang dicanangkan oleh Ganesha Muda.

7. Ibadah baru yang akan saya rutinkan adalah sholat tahajud, sholat dhuha, shaum senin-kamis, sedekah, tilawah.

Bismillah.
Semoga niat baik ini menjadi langkah awal untuk menjadi pribadi yang semakin bernilai.

Itu jawaban ku, mana jawabanmu?

Selamat datang tahun 2016.

Kindly Regards,
Fauzi Noerwenda.

Advertisements

Kutemukan Cinta Dalam Perjalanan

image

“Lakukanlah perjalanan dalam hidupmu agar engkau mampu menjadi pribadi yang bijaksana dan selalu berhusnuzhon”
–Hilman Miftarojak-

Perjalanan adalah hal yang sangat menyenangkan dalam hidup. Sebagian besar orang pun sangat senang apabila melakukan perjalanan, tak terkecuali bagi saya sendiri. Setiap rangkaian perjalanan yang ditempuh, ternyata membuat saya mampu terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Mengapa?

Sesuai quotes yang disampaikan guru saya, Pak Hilman Miftahurojak bahwa perjalanan bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan selalu berhusnuzhon. Orang yang selalu melakukan perjalanan tentu akan menemui berbagai hal baru dalam setiap waktunya. Hal baru tersebut membuat wawasan dan pemikiran semakin terbuka.

Lain halnya dengan orang yang hanya diam di satu tempat. Maka pikirannya pun hanya sebatas tempat tersebut. Ternyata hal tersebut berdampak pada proses kehidupan seseorang, terutama dalam bersikap. Saat ada masalah, orang dengan pemikiran luas mampu berpikir matang dan bersikap lebih bijak. Bagaimana tidak, orang dengan pemikiran yang luas mempunyai banyak referensi dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Bumi ini terhampar begitu luasnya. Rasanya usia kita pun tak akan pernah cukup untuk mengarungi isi dunia ini. Berbagai macam perbedaaan tercipta begitu banyak. Maka perjalanan dilakukan untuk memahami setiap perbedaan yang ada sehingga kita bisa menjadi pribadi yang bijaksana.

Perjalanan bagi setiap orang pun memiliki banyak versi. Bagi saya, perjalanan terindah adalah perjalanan dari satu daerah ke daerah lain dengan berbagai macam keragaman yang telah Tuhan ciptakan. Bahasa lainnya adalah mengarungi keindahan alam di dunia ini.

Menjelang akhir tahun 2015 berakhir, saya bersama teman-teman melakukan perjalanan ke satu daeah di pedalaman Kabupaten Sukabumi bernama “Geopark Ciletuh”. Georpark ciletuh merupakan kawasan wisata yang lokasinya berdekatan dengan ujung genteng. Disana terdapat pantai, air terjun, bukit dan masih banyak lagi.
Hingga kini, kawasan geopark masih jarang dijamah orang banyak karena baru akhir tahun 2014 lalu diresmikan oleh gubernur. Akses jalan menuju lokasi pun masih sangat jelek. Saya dan tim berangkat dari Sukabumi Kota ke lokasi menempuh hingga 7 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi.
Perjalanan asiknya memang saat sedang dijalan. Saya pergi ke lokasi bersama 7 orang teman dari Bandung. Disinilah awal mula hadirnya cinta dalam perjalanan. Bayangkan saja, kami melakukan perjalanan bersama hingga 7 jam perjalanan untuk sampai ke lokasi.

Hal utama yang menjadi fondasi awal perjalanan adalah niat. Tentu perjalanan dilakukan bukan untuk sekedar bersenang-senang, namun perjalanan dalam rangka belajar sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan mengenal alam ciptaan-Nya.

Niat menjadi pilar utama kami saat berpetualang. Alhasil banyak pelajaran yang kami dapatkan selama perjalanan berlangsung. Kebersamaan menjadi hal yang tak terelakan lagi. Hampir 14 jam perjalanan pergi dan pulang berlangsung, luar biasanya kami habiskan bersamaan di mobil.

Rasa saling mengerti tentu menjadi bumbu dalam perjalanan. Ada orang yang pendiam, cerewet dan sifat lainnya. Kebersamaan terasa semakin kental tatkala perjalanan memasuki jalan yang terjal dan sulit dilewati. Alhasil ada yang harus turun dorong mobil, jalan sampai jalannya memungkinkan dilewati sampai menjaga ibu hamil agar tetap terjaga. Wih pokoknya sesuatu deh.

Perjalanan menuju Geopark memang sangat terjal. Satu hal yang paling saya syukuri adalah semangat teman-teman yang selalu ceria. Tak ada sedikit pun rasa untuk mengeluh dan menyerah. Kebersamaan kami yang sudah terbentuk sejak lama membuat kami semangat untuk menuju lokasi. Dengan tagline “my trip my adventure”, membuat perjalanan kami semakin berwarna.

Peribahasa lama memang betul juga, “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Untuk mendapatkan sesuatu yang indah, perlu ada perjuangan yang dilewati. Rasanya kurang greget juga kalo kita mendapat sesuatu tanpa perjuangan yang keras. Betul kan?

Taraaaaa, bahagia begitu membuncah saat kita sudah sampai di tempat tujuan. Sungguh indahnya alam ciptaan Sang Pencipta. Kagum, haru, sedih, sungguh indah alam ini.
Satu pelajaran penting yang membuat diri ini berpikir adalah tentang rasa syukur. Begitu seringnya diri ini mengeluh tatkala dihadapkan dengan masalah. Malu rasanya,padahal begitu banyak keindahan di sekitar yang kita abaikan.

Geopark ciletuh memang membuat kita terpedaya. Selain pantai, ada banyak air terjun yang mengelilingi ciletuh. Kalo dihitung, bisa lebih dari 5 air terjun. Selain itu, kita bisa melihat seluruh panorama ciletuh dari puncak tertinggi bernama bukit pandawa dan panenjoan.

Saat melihat ciletuh dari panenjoan, seluruh pesona ciletuh terlihat sangat indah. Begitu jelasnya pemandangan bila dilihat dari atas. Hal ini pun menyadarkan saya tentang sudut pandang. Pernah saya merasakan bahwa masalah yang saya hadapi begitu sulit. Ternyata setelah dihadapi. Bukan masalahnya yang sulit, melainkan sudut pandang melihat masalahnya yang tidak tepat. Tidak ada yang sulit di dunia ini jika kita hadapi dengan baik.

Niat, kebersamaan, perjuangan, rasa syukur menjadi nilai lebih yang kami dapatkan. Satu hal lagi yang membuat saya semakin sumringah adalah silaturahmi. Alhamdulillah, saya punya teman SMA yang tinggal di ciletuh. Alhasil, kami bisa mendapat penginapan yang sangat murah. Bahkan bisa dapat free lunch dan dinner. Wuahaha

Hampir 5 tahun saya tak jumpa dengan teman SMA saya, Mudrikah. Alhamdulillah Allah pertemukan kami sembari berwisata ke geopark ciletuh. Sungguh banyak makna dan hikmah saat melakukan perjalanan.
Ini bukan lagi soal bersenang-senang dalam perjalanan. Jika hanya mencari kesenangan, bisa jadi kita tidak mendapatkannya. Namun ini soal cinta. Cinta pada dasarnya tidak kami temukan dalam perjalanan, namun cinta membersamai kami dalam perjalanan. Cinta itulah yang akhirnya membuat kami selalu senang dan bahagia.

Dan sesi paling romantis terjadi saat perjalanan pulang. Kalo biasanya dijalan sambil ngakak dan dengerin lagu, kali ini kami tampil beda. Dalam perjalanan pulang kami mengadakan “talk show at the car” dengan pemateri pasangan muda yaitu Ibay dan Imas.

Oia lupa diceritakan bahwa, 8 orang yang ikut dalam perjalanan ini 2 diantaranya sudah menikah yaitu Ibay dan Imas, 2 orang sudah lulus kuliah yaitu saya dan Galih dan 4 sisanya masih kuliah yaitu Vidy, Bastiar, Hasna dan Hilda.

Kembali ke perjalanan pulang, akhirnya kami sepakat mengadakan talk show dengan tema “Keajaiban Nikah Muda”. Wih, temanya membuat semangat kami kembali bangkit. Sontak kami menjadi melek dan siap mendengar ceritanya.
Ibay dan Imas pun menceritakan keajaiban yang mereka hadapi saat menikah. Perjuangannya membuat kami terharu. Dari awal mula proses lamaran, akad hingga menikah.

Semuanya tak ada yang mudah. Selalu ada tantangan dan halangan. Namun itu semua akan menjadi hal biasa saat kita mampu menyikapinya dengan baik.
Satu pesan yang selalu terngiang bagi saya dari obrolan itu adalah tentang niat. Ya, lagi-lagi masalah niat. Saat niat sudah tertancap kuat, maka akan hadir berbagai macam keajaiban.

Alhamdulillah, perjalanan ini memang penuh dengan cinta. Cinta yang hadir dari awal hingga akhir perjalanan.
Bagi saya, perjalanan adalah hal yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan kualitas diri. Sebagai orang yang berprofesi sebagai trainer, wawasan dan pengalaman hidup yang luas menjadi bumbu tersendiri dalam setiap sesi pelatihan.

Apa yang saya sampaikan sebagian besar diantaranya berasal dari pengalaman pribadi saat mengarungi berbagai macam perjalanan.
Pada akhirnya saya semakin menyadari bahwa cinta tak akan pernah bisa dilepaskan dalam hidup. Cinta itu anugerah dari Sang Pencipta. Cinta menghadirkan kekuatan dalam setiap perjalanan.

Saat perjalanan dilakukan dengan cinta, maka perjalanan akan semakin penuh dengan keindahan.

Hanum Salsabiela Rais dalam film “99 cahaya di langit eropa”, mengatakan “Pergilah, jelajahilah dunia, lihatlah dan carilah kebenaran dan rahasia – rahasia hidup ; niscaya jalan apa pun yang kaupilih akan mengantarkanku menuju titik awal” 

Siapa pun Anda yang membaca tulisan ini. Mari mulai keluar dari tempat Anda saat ini dan mulailah melakukan perjalanan agar kita semakin memahami makna kehidupan ini.

Bersiaplah untuk menemukan berbagai macam keajaiban dari perjalanan yang kau lakukan.

Selamat melakukan perjalanan dengan cinta.

Kindly Regards,
Fauzi Noerwenda

KELAS INSPIRASI SUKABUMI

image

KELAS INSPIRASI SUKABUMI

Seseorang yang berhasil dalam hidupnya bermula dari masa kecilnya.
Masa kecil merupakan saat menanam yang sangat efektif.

Usia itulah manusia paling efektif dalam proses belajar. Maka sejak usia kecil itu anak – anak harus berani bermimpi besar.
Bersyukur Pak Anies Baswedan menginisiasi program Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasi.
Kedua program tersebut hadir untuk menginspirasi anak – anak sekolah dasar agar berani bermimpi besar.

Awal tahun 2014 untuk pertama kalinya saya ikut kelas inspirasi di Bandung. Ternyata banyak sekali inspirasi yang saya dapat dari relawan dan anak – anak. Sampai – sampai saya ketagihan dan ikut kelas inspirasi Bandung di tahun selanjutnya.

Momen tersebut membuat saya sangat ingin menghadirkan kelas inspirasi di kota kelahiran SUKABUMI. Bisakah?

Saat itu hanya yakin pasti bisa. Saya percaya selalu ada jalannya. Ternyata betul, saya dipertemukan dengan kawan – kawan yang mempunyai mimpi yang sama.

Alhamdulillah terbentuklah tim untuk menginisiasi kelas inspirasi sukabumi  untuk yang pertama kalinya.

Hari inspirasi akan diselenggarakan tanggal 23 Januari 2016.

So, kami mengundang Anda para professional untuk turut serta dalam kelas inspirasi sukabumi.

Segera daftarkan diri Anda melalui blog kelas inspirasi.
www.kelasinspirasisukabumi.wordpress.com

Mulailah wujudkan impian besarmu dengan aksi yang kecil.

Selamat bergabung para relawan hebat di kelas inspirasi sukabumi yang pertama.

See you soon.

Kindly Regards,
Fauzi Noerwenda.

Gathering Alumni Ganesha Public Speaking

image

GATHERING ALUMNI GPS #7

Seorang pembicara hebat adalah mereka yang selalu belajar. Special untuk Anda alumni Ganesha Public Speaking, bergabunglah dalam acara gathering alumni ke – 7.

Di sesi kali ini, akan ada 2 pembicara yang akan berbagi.

Fauzi Noerwenda
Trainer Ganesha Public Speaking
”5 tips menjadi pembicara berdampak ”

Nurul Hayatunufus
Alumni Ganesha Public Speaking
” Proses konseling untuk remaja ”

Anda siap meningkatkan kemampuan public speakingnya?

Catat waktunya :

Minggu, 13 Desember 2015
13.00-selesai
Graha Ganesha Lt. 2

Investasi :
20ribu

So, tunggu apa lagi.
Daftarkan diri Anda dengan ketik : Nama_Gathering kirim ke 0858-6000-0020

Sampai jumpa rekan-rekan alumni Ganesha Public Speaking.

Organized by :
Ganesha Public Speaking
www.gpssbandung.com

Bersembunyi di balik Panggung

image

Beberapa tahun yang lalu saya teringat sebuah pesan tentang kebahagiaan.
Kebahagiaan muncul dari nurani yang tak pernah dipanggil.
Kebahagiaan memang muncul dengan sendirinya.

Rasa bahagia seseorang selalu dikaitkan dengan karir yang sedang dilakoninya.
Saat karirnya melesat bak roket, maka ia bahagia.
Namun saat karirnya menurun bak meteor, maka ia sedih.

Padahal bahagia tidak sesempit itu. Ini hanya perkara menyikapinya saja.

Saat ini, saya memilih karir di industri pelatihan dengan bidang public speaking. Hal tersebut membuat saya sering Tampil dihadapan publik.

Sejujurnya ada rasa bahagia saat mampu tampil dihadapan banyak orang. Namun apakah itu benar-benar kebahagian yang dicari?

Jleb!
Pertanyaan itu sempat membuat saya berpikir. Hingga akhirnya saya menyadari tentang makna bahagia itu.

Maksudnya apa?
Ternyata ada pembicara publik yang bersembunyi dibalik panggung. Ia seolah-olah bahagia saat tampil dan mendapat pujian dari banyak orang.

Namun dibalik panggung ia bersedih. Kebahagiaan sesungguhnya tak ia dapatkan.

Panggung baginya hanya sekedar tempat untuk mengumpulkan banyak apresiasi bagi dirinya. Namun ia terjebak dengan kebahagian itu sendiri.

Pada intinya, apa pun yang kita kerjakan akan menghasilkan kebahagian saat hal tersebut dilandasi dengan niat yang tulus.

Bagi Anda para pembicara publik, mari kuatkan tekad dan luruskan niat agar kebahagian selalu kita rasakan setiap waktunya.

Note to my self.

Thanks for read my note.
Kindly regards,
Fauzi Noerwenda
Public Speaking Trainer.
http://www.gpssbandung.com

#StreetSmartPublicSpeaking
#CatatanTrainer

PENTINGNYA KONTAK MATA

image

Sebagai pembicara publik, tentu kita akan berhadapan dengan audience.

Audience adalah orang yang harus kita layani dengan sepenuh hati.

Audience hadir ke suatu acara tentu dengan melakukan berbagai macam pengorbanan. Oleh karena itu, layanilah mereka dengan hati.

Lalu bagaimana caranya?

Beri perhatian lebih kepada setiap audience Anda. Salah satu caranya dengan menjaga KONTAK MATA dengan audience.

Saat Anda menatap wajah audience, maka mereka akan merasa kehadirannya dihargai.

Alhasil, audience pun pada akhirnya akan memfokuskan dirinya untuk mengkiuti setiap alur yang Anda bicarakan.

Jika Anda tampil dengan audience yang sedikit, maka Anda bisa menatap mereka satu per satu.

Namun jika Anda tampil dihadapan banyak orang, misal 100 orang. Anda tidak perlu menatap satu per satu. Anda cukup membagi zona tatapan Anda.

Misalnya Anda bagi menjadi zona depan, tengah dan belakang. Saat Anda menatap zona tersebut, maka orang yang berada di zona tersebut akan merasa GR karena Anda tatap.

Hitungan KONTAK MATA bisa dilakukan per 3 hitungan. Setiap 3 hitungan ganti tatapan Anda agar semua audience bisa Anda perhatikan.

So, gampang kan melakukan KONTAK MATA?

Silahkan Anda praktekan tips sederhana ini. Dan rasakan sendiri efek dari melakukan KONTAK MATA.

Selamat berlatih.

Fauzi Noerwenda.
Public Speaking Trainer.
www.gpssbandung.com