Kado November

Hallo November. Pagi ini harapan indah itu semakin terasa dekat. Pagi ini November datang dengan sejuta kenangan. Inilah waktu yang selalu aku rindukan. Bulan November yang penuh dengan cerita. Bulan November ketika aku dilahirkan dan menyimpan sejuta asa. Terima kasih ayah, ibu. Akan keberikan kado terindah untukmu di November ini.

Ok guys, tadi ceritanya sebagai openingnya.

Entah kenapa pagi ini aku merasa ada sesuatu yang berbeda. Sedih, haru, bahagia, semua perasaannya campur aduk.

Mungkin ada efek dari November kali yah?

Bisa jadi, bisa jadi.

25 November 1991 aku terlahir ke muka bumi. Banyak kenangan yang udah pernah terlewati setiap waktu ulang tahun. Hari ini pun sama, aku teringat hari itu. Hari dimana keluarga bisa bahagia.

Karena alasan itu mungkin pagi ini aku terbangun dengan gejolak perasaan yang beda.

Hhhmmm sungguh ada satu kado indah yang ingin aku berikan.

semoga sebelum tanggal 25 November, aku bisa beritahu mamah bahwa aku lolos untuk ikut International Conference on World Islamic Studies di Malaysia dan akan presentasi disana. Aamiin.

Tunggu kado indah itu mah, pak..

Kado November

 

FROM GARUT TO RUSSIAN FEDERATION – PART 4 ( TAMAT)

*ditulis oleh Muhammad Iqbal Nurwahid

Sabtu, 20 Juli 2013

  “It’s not only about Dream, but it’s all about Faith, Positive Thinking, and Self-Control.”

            Saya tiba di Bandara Internasional Abu-Dhabi pada pukul 09.00 pagi waktu setempat. Bandara ini benar-benar “The Next Century Things”. Dengan Arsitektur paling menakjubkan yang pernah saya lihat. Saya terpesona dengan besar dan teknologi yang dimiliki bandara ini. Saya mempunyai waktu 3 jam transit. Namun waktu 3 jam tidak akan cukup untuk dipakai melihat-lihat bandara ini, jadi setiba di bandara kami langsung menuju gate E-7 untuk menunggu bis bandara yang akan mengantarkan kami menaiki pesawat berikutnya. By the way, Abu-Dhabi is extremely hot!.

Setelah transit, kami terbang dengan Boeing 777 menuju Moskow. Pada pukul 16.00 sore waktu setempat, saya tiba di Domodedovo International Airport. Alhamdulillah disini kami bertemu dengan 14 orang delegasi Indonesia lainnya beserta rombongan PERMIRA (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia), yang akan mengantarkan kami ke KBRI di Moskow untuk bersilaturahmi dengan Pak Djauhari Oratmangun (Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia).

International Youth Forum Seliger 2013

“Pak Djauhari Oratmangun (Tengah, Atas), bersama Delegasi Indonesia untuk IYF Seliger 2013, dan PERMIRA, di depan KBRI di Moskow.”

Pada saat berdiskusi di dalam ruangan Pancasila, Pak Djo (Sapaan akrab Pak Djauhari), sempat memberikan amanah kepada kami, “Indonesia adalah negara besar, maka selama disana bersikaplah seperti seorang duta dari negara besar.”

International Youth Forum Seliger 2013

Pak Djauhari Oratmangun (Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia)

Kami juga sempat berdiskusi tentang keadaan Rusia saat ini, hubungan Indonesia-Rusia, Perkuliahan di Rusia, dan lain-lain. Beliau mengatakan, mahasiswa Indonesia di Rusia ada 100 orang lebih, jumlah ini sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah mahasiswa dari Vietnam, Myanmar dan Malaysia, yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Well, saya sempat mendengar celotehan yang mengatakan, “Jika kamu dapat bertahan di Rusia, maka kamu dapat bertahan dimana pun.” Dari celotehan ini saya mengasumsikan bahwa kehidupan di Rusia cukup, mengingat banyak pula kasus “Balik Kanan” sebelum perang dimulai yang dilakukan beberapa mahasiswa Indonesia disini. Selain karena itu, penggambaran tentang Rusia yang digambarkan oleh media-barat terutama Hollywood juga sangat berpengaruh, sehingga membuat citra Rusia dimata masyarakat dunia semakin buruk. Lalu Pak Djo mengatakan, Rusia tidaklah seperti yang media-media barat gambarkan, masyarakat kita hanya mengenal Rusia sebagai sebuah negara Komunis, hal ini sangatlah salah. Oleh karena itu sepulang dari sini adik-adik harus menceritakan kepada teman-teman dan kerabat di Indonesia tentang Rusia.

Setelah selesai berdiskusi, kami makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke Red Square untuk melihat St.Basil Cathedral (Ikon Rusia yang sangat terkenal itu). Kami disuguhi makanan Jepang, well walau pun bukan makanan Indonesia tetap harus disyukuri, karena masih dapat bertemu nasi, mungkin selama di Ostashkov, Tver Oblast (Oblast = Daerah) sana kami tidak akan menemui nasi.

International Youth Forum Seliger 2013

St.Basil Cathedral (Kanan) dan Menara Spaskaya (Kiri), terlihat dari mobil kami.

International Youth Forum Seliger 2013

19 Delegasi Indonesia untuk International Youth Forum Seliger 2013, di Red Square, Moskow.

Setelah puas melihat St.Basil Cathedral dan Menara Spaskaya, kami langsung bertolak ke Myakinino Metro Station, untuk menunggu bis yang akan mengantarkan kami ke Ostashkov, Tver Oblast.

Malam harinya kami berangkat menuju Kota Ostashkov di Tver Oblast dan baru sampai ke kota tersebut keesokan harinya. And you know what? It was freezing in Russia, but I love it.

International Youth Forum Seliger 2013

Bersama kawan-kawan dari Indonesia dan Afganistan.

International Youth Forum Seliger 2013

Mengantri untuk registrasi ulang.

Setelah mengantri dan menunggu cukup lama hingga kedinginan, akhirnya kami dibagi kedalam beberapa grup. Saya di tempatkan di grup 484 bersama 4 delegasi Indonesia yang lain. Grup yang sangat menyenangkan dengan latar belakang orang-orangnya yang sangat beragam sekali,  ada yang dari Rusia, India, Nigeria, Pakistan, Austria, Belgia. Tidak hanya itu dari keyakinan pun sangat Diverse, ada Islam, Hindu, Kristen Orthodox, Protestan, Katolik, bahkan Atheis pun ada, dari keberagaman inilah kami belajar untuk saling menghargai satu sama lain.

International Youth Forum Seliger 2013

Group 484, InterSeliger 2013.

Program ini berjalan dengan sangat baik dan menyenangkan, dari mulai Lecture, Diskusi, Out Bond, Rafting, hingga Party. Yes, Party, semua berjalan dengan smooth. Saya menyukai semua program yang ada disini and I think they were pretty much organized. Ada pun program InterSeliger Model United Nations, suatu program Role-Playing dimana kita akan memerankan peran seorang Diplomat dari suatu negara pada simulasi Sidang Umum PBB, Lalu kelas Public Speaking oleh Prof. Sam Potolicchio dari Georgetown University, Amerika. International Debate Club, Heysuccess.com, dan masih banyak lagi.

Kami pun diberikan pilihan untuk memilih sebuah bidang konsentrasi, diantaranya : International Relations (Politik),  Sustainable Development (Sosial & Ekonomi), Arts & Public Relations serta Innovation & Entrepreneurship. Saya pun memilih konsentrasi pada bidang Sustainable Development. Ketertarikan saya terhadap bidang ini tidak lepas dari pembahasan issue yang sedang terjadi saat ini, baik secara lingkup Internasional maupun Regional. Setiap hari dalam lima hari, terdapat 4 Lecture yang wajib saya ikuti. Lecture berlangsung dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, Public Speaking oleh Prof. Sam Potolicchio, Georgetown University.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, Press Conference oleh Mr. Ilya Bykov, seorang asisten profesor, Saint-Petersburg University.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, Networking oleh Mr. Gil Petersil, seorang coach dari meetpartner.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, Local Community Development oleh Mr. Vladimir Kharchenko, seorang Aktivis dari Youth Council of Russia.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, How to Sustaine our Culture oleh Mrs. Payal Tak, seorang Film-Maker dari India yang mendokumentasikan kehidupan suku-suku Nomad di kawasan Asia.

Setelah semua Lecture selesai, saya mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama kawan-kawan dan mencoba beberapa fasilitas di Seliger ini. Seliger menyediakan fasilitas Olah Raga dan Outbound. Setiap harinya kami memiliki waktu luang dari jam 5 sore hingga jam 1 malam.

International Youth Forum Seliger 2013

Kayak.

International Youth Forum Seliger 2013

Outbound.

Setelah Dinner semua orang berkumpul di panggung utama untuk Evening Meeting, sebuah acara untuk mengevaluasi kegiatan selama satu hari penuh. Lalu dilanjutkan dengan Party. Setiap malamnya, ada penampilan dari penyanyi, band-band lokal, bahkan DJ. Namun bagi sebagian peserta, terutama Muslim lebih sering berkumpul diluar panggung utama. Biasanya kami berkumpul untuk berbuka puasa bersama, shalat magrib & isya berjamaah, lalu sekedar ngobrol, dilanjutkan shalat tarawih, hingga sahur.

International Youth Forum Seliger 2013

Evening Meeting.

International Youth Forum Seliger 2013

Seliger Party.

Pada tahun ini, InterSeliger 2013 diikuti oleh 800 pemuda dari 93 negara di dunia serta 2000 pemuda dari Federasi Rusia. Salah satu program yang paling berkesan dari acara ini adalah “Global Village” Dimana setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan kebudayaan dari negaranya.

International Youth Forum Seliger 2013

My lovely Bangladeshi companion.

International Youth Forum Seliger 2013

My Jordanian Fellows.

International Youth Forum Seliger 2013

My Pakistani brother & sister.

International Youth Forum Seliger 2013

My Spainish friend.

International Youth Forum Seliger 2013

My Australian fellows.

International Youth Forum Seliger 2013

Algerian guys.

International Youth Forum Seliger 2013

My Indian Friends.

International Youth Forum Seliger 2013

Mauritanian brother.

International Youth Forum Seliger 2013

Nepalese people! Bringing the variety of colours.

International Youth Forum Seliger 2013

My Afghan fellows.

International Youth Forum Seliger 2013

Chinese girls, in action!.

International Youth Forum Seliger 2013

My Nigerian brothers

International Youth Forum Seliger 2013

My Egyphtian and Morocoan friends.

International Youth Forum Seliger 2013

My Ukrainian fellows.

International Youth Forum Seliger 2013

My Polandian Friends.

International Youth Forum Seliger 2013

And here are my Russian and Siberian friends, Privet Comrades!.

International Youth Forum Seliger 2013

My most adorable Indonesian friends.

Satu hari sebelum ”Global Village”, kami mengikuti perlombaan tari tradisional. Dari beberapa negara yang mengikuti perlombaan ini, Alhamdulillah Indonesia mendapatkan peringkat kedua dengan menampilkan Tari Saman, Aceh.

International Youth Forum Seliger 2013

Tarian Saman, khas Nangroe Aceh Darussalam.

International Youth Forum Seliger 2013

Alhamdulillah mendapatkan peringkat kedua, setelah kalah bersaing dengan kawan-kawan dari Taiwan.

Delegasi dari setiap negara disediakan sebuah meja untuk menunjukkan segala sesuatu tentang negara mereka! Begitu juga dengan Indonesia. Kami memperkenalkan Makanan dan Cemilan khas Indonesia, Baju dan pernak – pernik Tradisional, Kain Batik, Foto – foto bertemakan alam Nusantara, serta buku – buku mengenai kebudayaan Indonesia.

International Youth Forum Seliger 2013

Salah satu produk khas Indonesia yang membuat, Mr. Gil Petersil melotot kepedesan.

Cerita terakhir yang terjadi adalah bertemu Kepala Divisi Internasional, Kementrian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Mr. Alexander Selivinov, serta seorang Menteri Federasi Rusia yang saya tidak ingat namanya dan Presiden Federasi Rusia, Mr. Vladimir Putin. Sebenarnya masih banyak hal yang layak diceritakan, After all, semua kejadian ini memberikan saya banyak hal berharga, khususnya dalam hal keilmuan dan pengalaman saya. Namun lebih dari itu, ada hal lain yang tidak kalah berharga dari kedua hal tersebut, misalnya.

1. Keep dreaming. Saya sangat percaya terhadap kekuatan mimpi. Seperti apapun bentuknya, rasional maupun tidak, selama impian itu masih menyala, maka bukan hal mustahil untuk terealisasi. Andrea Hirata dan A Fuadi hanyalah salah dua pengejawantahan dalam hal ini. Thanks for your inspiring books! J

2. Keep trying. Iya, tetap mencoba. Gagal adalah hal yang biasa dan lumrah, ada banyak orang sukses di sekitar kita yang dalam sejarahnya, kerapkali mengalami kegagalan, tapi mereka tidak berhenti sampai di situ saja. Kegagalan tersebut selalu mereka jadikan cambuk untuk mencoba lebih keras lagi dan lebih serius lagi

3. Keep praying. Salah satu anugerah terbesar yang Alloh berikan pada saya adalah adanya kesempatan besar yang telah Alloh beri kepada saya untuk mengenal Islam sejak dini. Sebab, Islam memberikan kesempatan buat saya untuk berkomunkasi dan berkeluh kesah kepada Alloh, kapanpun dan dimanapun, lebih dari itu selalu saja ada paket super yang diberikan, seperti Sholat Sunnah saat kita ingin lebih dekat dengan Rosulullah, Sholat Hajat saat kita menginginkan sesuatu yang mungkin sangat mustahil untuk terealisasi, serta Sholat Khouf saat kita takut akan hal buruk / hal yang tidak kita inginkan terjadi dalam kehidupan kita. Indah sekali kan agama Islam ini?

Akhirnya, berangkat dari semua itu, saya semakin rajin bermimpi, mengimpikan masa depan yang lebih baik, masa depan yang mungkin sangat tidak realistis karena ada banyak hal-hal aneh dan tidak masuk akal yang saya masukkan, membuatnya dalam bentuk sebuah perencanaan, dari short, mid hingga long term plan, dan tentu saja, saya sangat yakin, Alloh akan mengabulkannya, sebab saya tahu, Dia maha mendengar semua doa-doa, serta maha kuasa untuk mewujudkan mimpi-mimpi hambaNya ini.

Terima kasih kepada Alloh SWT yang telah memberikan saya kesempatan untuk melihat belahan bumi lain serta bertemu dengan berbagai macam orang dengan bahasa dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk Ibu dan Bapak atas Doa-nya dan selalu menganggap apapun yang saya putuskan akan selalu saya wujudkan. Kang Dimas yang sangat mendukung saya dari awal. Prof. Ina Primiana, Dr. Herry Achmad Buchory dan Pak Sholeh yang telah mengizinkan dan mendukung saya hingga akhir. Terima kasih kepada STIE Ekuitas Bandung, Bank BJB Pusat Bandung, Bank BJB Kantor Cabang Suci, Dodol Picnic Garut, Batik Tulis Rasya, dan As-Sakb Moeslim Wear atas dukungan moral maupun dana yang telah diberikan.

Moskow, Federasi Rusia

31 Juli 2013

Muhammad Iqbal Nurwahid

FROM GARUT TO RUSSIAN FEDERATION – PART 3

*ditulis oleh Muhammad Iqbal Nurwahid

 

H – 1
Jumat,  19 Juli 2013

International Youth Forum Seliger 2013

  “It’s not only about Dream, but it’s all about Faith, Positive Thinking, and Self-Control.”

            Hari terakhir, pagi itu saya menghubungi Bang Syafri (Mahasiswa Pascasarjana Hukum UI). Saya hendak menanyakan tentang jasa travel yang beliau gunakan untuk pergi ke Moscow. Lalu saya mendapat keterangan bahwa pemegang kartu ISIC (International Student Identity Card) akan mendapatkan potongan biaya yang cukup besar, namun saya bukan pemegang kartu ISIC L. Seperti mendapatkan angin segar, Bang Syafri menawarkan bantuan untuk melobi pihak STA Travel Jakarta guna memberikan saya paket pelajar. Dengan yakin akan mendapatkan harga pelajar yang kisaran harganya 12.500.000 rupiah, saya beralih sejenak untuk mengurusi Visa. Kali ini saya mencoba menitipkan pengambilan Visa pada rekan saya Rendy (Mahasiswa Satra Rusia UI) dengan melampirkan foto Kwitansi pembayaran Visa lewat whatsapp. Dari Rendy saya mendapat kabar,  bahwa pihak Konsular meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi di karenakan adanya miss-comunication dengan Kementrian Luar Negeri Federasi Rusia. Alhamdulillah Visa pun telah bisa di ambil hari ini dan pihak Konsular mengembalikan $20 yang sempat saya bayar.

Masih belum mempunyai jumlah uang yang ditargetkan, saya mencoba tetap optimis dan berpikir “saya bisa” mendapatkan 15.000.000 rupiah pada hari ini. Jika saya tidak bisa mendapatkan uang itu pada 4 jam berikutnya, berarti saya akan kehilangan kesempatan untuk mengikuti konferensi ini. Satu-satunya harapan saya adalah Kampus.

            Bertekad untuk tidak pernah sekali pun kehilangan harapan sampai detik-detik akhir.

Pada jam 13.00 siang, saya pergi menemui Dr. Herry Achmad Buchory untuk meminta bantuan dana dari pihak kampus. Setelah menjelaskan tentang kesiapan saya, beliau pergi menemui Prof. Ina Primiana. Menunggu keputusan yang akan diberikan kampus benar-benar cukup membuat dag-dig-dug, karena inilah harapan dan upaya terakhir saya untuk mendapatkan dana, ditambah saya hanya memiliki waktu 2 jam lagi. Tidak lama kemudian saya dipanggil Dr. Herry Achmad Buchory untuk ikut bermusyawarah bersama Prof. Ina Primiana dan Pak Sholeh (Kepala B.A.U, STIE Ekuitas). Di dalam ruangan Prof. Ina Primiana, saya berusaha meyakinkan bahwa saya telah mendapatkan Travel Agent yang mampu memberikan seat untuk terbang ke Moscow. Setelah saya memberikan keterangan tersebut, saya diminta untuk menunggu diluar ruangan. Lalu Dr. Herry Achmad Buchory keluar dan meminta saya untuk menelpon pihak Travel Agent (Untuk lebih meyakinkan beliau bahwa saya telah mempunyai seat). Pada akhirnya, Alhamdulillah pihak kampus bersedia menutupi kekurangannya. Setelah prosedur administrasi selesai, saya langsung berlari ke bank terdekat untuk mentransfer dana tersebut, beruntungnya saya mendapatkan harga pelajar (tanpa kartu ISIC), thanks Bang Syafri. Tidak lama setelah transfer saya langsung menerima E-Ticket lewat E-mail, E-Ticket ini harus di print. Alhamdulillah, tiket sudah di tangan dan saya bersiap-siap menunggu jemputan dari Garut.

 

Pada jam 22:00 malam, saya tiba di bandara lalu mencari kawan-kawan yang lain. Ternyata disana telah ada Rizka (Mahasiswi Pendidikan Biologi UNSUR), Sofi (Mahasiswi International Business President University), Yeni (Mahasiswi International Relations President University) dan Bang Syafri. Lalu kami check in, dengan menunjukan E-Ticket yang sudah di print tadi, kami akan mendapatkan Tiket boarding pass. Setelah menimbang beban koper masing-masing, kami harus membayar Airport Tax sebesar 150.000 rupiah, lalu kami mendapatkan Tiket Boarding Pass Etihad. Setelah itu menuju petugas imigrasi bandara Soekarno-Hatta, kami harus menunjukan passport, setelah dicap oleh petugas, satu per satu barang kami diperiksa, tas harus disimpan di konveyor untuk di pindai komputer, dan tidak lupa HP dan benda berlogam harus di lepas dan di simpan di konveyor juga. Bang syafri sempat mengalami masalah disini, karena dia membawa deodoran, lalu disita oleh petugas (deodoran dapat meledak). Setelah melewati semua prosedur administrasi bandara dan beberapa pemeriksaan, akhirnya saya bisa tidur sejenak sebelum kami harus memasuki pesawat pada jam 01.45 dini hari.

From Garut to Russian Federation – Part 2

*ditulis oleh Muhammad Iqbal Nurwahid

H – 2

Kamis, 18 Juli 2013

           “It’s not only about Dream, but it’s all about Faith, Positive Thinking, and Self-Control.”

            Setelah seharian keliling kota bandung untuk mencari dana dan jasa travel, Alhamdulillah sampai hari ini saya telah mengumpulkan uang sebesar 7.000.000 rupiah, namun masih jauh dari target yang harus dipenuhi. Mengingat biaya tiket pesawat yang mencapai 15.000.000 rupiah. Malam ini, saya memutuskan untuk menelpon Prof.Ina Primiana (Ketua STIE Ekuitas) guna membicarakan kekurangan saya ini, barang kali kampus bersedia membantu. Setelah berbicara dengan beliau, beliau meminta saya untuk menemui DR.Herry Achmad Buchory (WK II Kemahasiswaan, STIE Ekuitas Bandung) pada keesokan harinya. Setelah itu saya memikirkan beberapa pilihan termasuk meminjam uang kepada beberapa orang kerabat, namun saya mengurungkan niat itu. Saya masih bersi keras untuk tidak memakai uang keluarga apalagi uang orang tua untuk kegiatan ini. Setelah itu saya baru ingat belum sempat packing! dengan setengah mengantuk dan cape, saya bertekad untuk pulang ke Garut. Namun niat saya ini dihalangi oleh kang Dimas (Senior/Mahasiswa STIE Ekuitas), mengingat sudah sangat larut. Lalu saya nelpon orang rumah, kebetulan Ibu yang mengangkat telpon. Ibu masih menanyakan “Bagaimana? Sudah dapat dananya? Jika sampai besok tidak ada bagaimana?” dan sederet pertanyaan lainnya. Singkat kata saya meminta tolong kepada Ibu untuk mempacking barang-barang saya, walau pun Ibu terdengar kurang yakin dengan keberangkatan saya ini. Well, saya hanya mencoba untuk tetap mengikuti kata hati saya, yang sejak dari awal menggemakan kata-kata “Keep Calm and Carry On!”. Lalu saya kembali ke kamar saya dan berbaring dengan gelisah, namun tetap berharap besok akan mendapatkan jawaban atas do’a saya.

 

Hhmmm, semakin mendebarkan kan?

Tunggu kisah selanjutnya.

International Youth Forum Seliger 2013

From Garut to Russian Federation – Part 1

*ditulis oleh Muhammad Iqbal Nuwahid

International Youth Forum Seliger 2013

“It’s not only about Dream, but it’s all about Faith, Positive Thinking, and Self-Control.”

  Privet! Ya Iqbal, Ochen Priyatno. Hallo Saya Iqbal, Mahasiswa Semester 4, Jurusan Manajemen, STIE EKUITAS Bandung. Well, Belajar dan mencari pengalaman baru lewat perjalan adalah salah satu Passion terdalam saya. Beragam cara pun saya lakukan, dari browsing info beasiswa keluar negeri, baik di Warnet hingga pameran-pameran pendidikan yang biasanya rutin diadakan oleh beragam institusi, apply beragam program, baik yang jelas hingga yang tidak jelas sama sekali, dari seleksi yang super duper ribet hingga yang super duper mudah, dari lomba penulisan hingga lomba-lomba lainnya yang hadiahnya beasiswa short course, semua telah saya upayakan, dan itu saya lakukan bukan hanya sekali duakali, tapi berkali-kali namun hasilnya nihil!. Well, setelah melakukan berbagai upaya serta tidak pernah lupa untuk berdoa, akhirnya tahun 2013 ini, Alloh mengabulkan doa saya. Alhamdulillah, saya terpilih sebagai peserta International Youth Forum Seliger 2013, sebuah program tahunan Pemerintah Federasi Rusia yang di selenggarakan oleh Federal Agency on Youth Affairs, Kementrian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia.

Namun itu bukanlah akhir dari upaya saya, kali ini saya dihadapkan pada masalah tiket pesawat dan Visa. Perlu di ketahui ketika semua ini terjadi saya hanya mempunyai waktu 1 bulan lagi sedangkan saya tidak mempunyai Visa dan sumber dana yang memungkinkan saya untuk mendapatkan tiket pesawat. Lalu apa yang saya lakukan? Saya mencoba mengetuk pintu setiap perusahaan dan instansi pemerintah, termasuk Kampus saya, Berbagai Airlines dan Lembaga lain yang saya pikir akan memungkinkan saya mendapatkan tiket pesawat ke Moskow. Kalian mungkin bertanya-tanya mengapa saya tidak terlalu peduli dengan Visa? Hal ini karena saya langsung diundang oleh Kementrian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia dan saya mempunyai kode khusus untuk mendapatkan Free and Fast process pengurusan Visa tersebut.

Sebelumnya saya membuat sejumlah proposal untuk Fundraising ke perusahaan dan instansi pemerintah yang saya yakini memiliki kemampuan keuangan yang cukup kuat. Ternyata Fundraising memang tidak mudah, hampir beberapa Perusahaan dan Instansi Pemerintah menolak proposal yang saya ajukan. Namun dengan masih tidak berkecil hati, setelah 2 minggu penantian, Bank BJB Pusat Bandung pun menghubungi saya untuk datang ke kantor. Siang itu saya ditemani Kang Dimas (Mahasiswa STIE Ekuitas Bandung), kami diminta ke lt.7 untuk menemui Pak Raya bagian Corporate Secretary Bank BJB Pusat Bandung. Tidak lama setelah kami sampai di lt.7, kami pun bertemu dengan Pak Raya, yang ternyata salah satu lulusan STIE Ekuitas Bandung. Kami pun membincangkan kerjasama untuk kegiatan ini. Setelah perbincangan tadi, Alhamdulillah diakhiri dengan kata “Sepakat”.

Ketika tiba saatnya saya untuk mengurus Visa, saya pergi ke Konsulat Jendral Federasi Rusia di Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. X7 No. 1-2, Kuningan Jakarta 12950. Namun setelah di Konsulat, pihak konsular memberitahu saya bahwa Visa tidak gratis dan prosesnya tidak secepat yang disebutkan Panitia dalam Invitation Letter. Oh well, cukup kaget saya mendengar itu. Setelah itu saya membayar $20 atau sekitar 200.000 rupiah lebih untuk pengurusan Visa dengan waktu yang reguler sekitar 1 sampai 2 minggu hari kerja. Pulang dari konsular saya mencoba menghubungi pihak panitia, untuk meminta klarifikasi tentang hal ini, mengingat saya hanya mempunyai waktu dua minggu. Saya memutuskan untuk tetap positif dan mencari opsi lain yang memungkinkan saya untuk berpartisipasi dalam Interseliger 2013.

Hari demi hari pun berlalu, kini dukungan pun saya dapatkan dari Bank BJB Kantor Cabang Suci. Pagi itu saya bertemu dengan Pak Fery di lt.3. Sama seperti sebelumnya, kami membincangkan kerjasama pada kegiatan ini. Well, semua berjalan dengan sangat lancar. Tidak lama setelah itu saya pun mendapat kabar dari Garut, bahwa proposal saya disetujui oleh Dodol Picnic dan Batik Tulis Rasya. Tidak sampai disitu, As-Sakb Moeslim Wear sebuah UMKM yang dirintis oleh Kang Dimas pun banyak memberikan dukungannya.

Mau tahu kisah seru Iqbal dalam meraih keajaibannya?

Tunggu postingan selanjutnya! ^_^

Jadilah yang berbeda

Ide Beda

Ide Beda

Hallo apa kabar kawan? Semoga selalu dan senantiasa berada dalam kasih sayang dan rahmat Allah SWT. Alhamdulillah kembali hari ini saya bisa menulis dan berbagi dengan kawan-kawan semua.

Kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah hal yang beda. Judulnya aja “jadilah yang berbeda”, pastinya isinya pun beda.

Ngomong-ngomong soal beda, mengapa sih harus berbeda? Hhmm ternyata orang sukses itu beda loh. Kok bisa? Ya iyalah, orang sukses kan mau belajar, berjuang dan terus semangat. Sementara orang biasa yah hanya sekedarnya saja kalo hidup.

Dalam bisnis pun yang berada di garis terdepan itu bisnis yang beda dari yang lain. Semua tahu kan pecel lele? Mungkin diantara kawan-kawan semua ada yang doyan sama pecel lele. Sekarang apa bedanya pecel lele biasa yang ada di pinggir jalan dengan Pecel Lele Lela? Pecel Lele Lela karya Mas Rangga Umara ini di konsep unik dengan kedai didalamnya, lebih bersih dan ada gratisan loh bagi yang bernama Lela. Unik bukan? Terbukti pecel lele lela lebih mahal dan sudah memiliki banyak cabang di Indonesia.

Kali ini saya akan ceritakan seorang sahabat saya yang lagi-lagi Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir, namanya Anis Hilmy. Beliau adalah seorang mahasiswa pasca sarjana ITB jurusan Teknik Elektro. Apa sih yang unik dari beliau. Santai, ini bukan tentang dirinya tapi tentang bisnisnya. ^_^

Mas Anis bersama timnnya membuat sebuah bisnis dengan basic teknologi yang bernama IDE BEDA. Apa itu Ide Beda?

Idebeda-piranti cerdas adalah hardware startup Indonesia. Ide beda hadir untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sebenarnya banyak dirasakan orang, namun sedikit sekali yang mengeksekusi solusi dari masalah itu, paling jauh, hanya memiliki ide, namun tetap sedikit yang berinovasi mewujudkan produk/layanan jadi.

Produk Ide Beda sangat unik dan beda dari yang lain. Ini beberapa produk dari Ide Beda.

Pendingin MOdem

em-bozz pendingin modem

Aruna, Spidol Virtual

Aruna, Spidol Virtual

KeyBozz, typing like a boss

KeyBozz, typing like a boss

Produk seperti apa sih itu. Biar lebih jelas, langsung aja kunjungi websitenya di http://www.idebeda.com.

Pada intinya Ide Beda membuat sebuah piranti cerdas yang membuat anda semua termanjakan. Unik bukan?

Semakin jelas saja bahwa yang berbeda itu selalu yang terdepan. Masih mau jadi manusia biasa? Yuuk mulai cari, kra-kira apa nih yang bisa membuat kita beda. Temukan itu dan jadikan itu sebagai keunggulan kita.

Terakhir saya mau ngasih tahu nih, ternyata orang sukses dan orang gagal itu bedanya sedikit. Kalo orang sukses sedikit tidur, orang gagal sedikit-sedikit tidur. Orang sukses sedikit mengeluh, orang gagal sedikit-sedikit mengeluh. Haha semoga kita termasuk bagian dari yang beda, yaitu orang sukses. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Go Extra Miles

Go Extra Mile

Hidup itu selalu penuh dengan warna. Ada warna kebahagiaan, kesedihan, perjuangan dan lainnya. Itulah warna kehidupan yang selalu kita alami. Lalu warna apa yang ingin kita ciptakan pada kehidupan kita? Jika memang kita menginginkan warna terbaik sesuai keinginan kita, maka kita perlu berjuang untuk mendapatkannya. Namun jangan hanya sekedar berjuang, kalo menurut guru saya itu musti dan kudu berjuang G0 EXTRA MILES!

                Apa itu Go Extra Miles? Artinya kita bekerja itu lebih dari apa yang kita kerjakan. Kalo orang dalam sehari bekerja 7 jam, maka kita harus lebih.

Tentang Go Extra Miles ini, saya punya beberapa orang sahabat yang selalu konsisten melakukan yang terbaik dalam kehidupannya. Dia selalu bekerja lebih dibanding yang lainnya.

Saya ingin ceritakan 2 orang sahabat yang sangat luar biasa. Mereka 2 partner bisnis yang hebat. Banyak orang memanggilnya dengan 2 Putri karena mereka memiliki bisnis makanan dengan nama 2 putri.

Kedua putri tersebut saat ini masih kuliah di STIE EKUITAS semester 5. Selain kuliah mereka aktif di organisasi di kampus. Tidak hanya itu saja, mereka pun merupakan santri di Pondok Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir Bandung. Hhhmm kebayang kan aktivitasnya. Pagi kuliah, sore organisasi dan malamya nyantri. Padet dan positif kan? Lebih mantep lagi mereka pun sambil merintis usaha. Mereka berjualan pisang aroma dan itu di masak sendiri.

Ketika itu saya sempat bingung, kapan yah mereka masak? Ternyata setelah mereka cerita, mereka masak jam setengah tiga pagi. Mereka bangun lebih awal, tahajud lalu masak. Padahal mereka baru tidur sekitar jam 11 malam. Sungguh suatu perjuangan Go Extra Miles.

                Waktu kita sebetulnya 24 jam sama. Namun hanya orang-orang hebat yang mampu mengatur waktunya. Apa yang mereka lakukan ternyata tak mengurangi produktivitas mereka. Prestasi mereka baik di kampus, organisasi, pesantren dan bisnis pun sangat baik.

Kawan-kawan semua, ALLAH telah memberikan desain kehidupan yang sempurna. Namun itu semua perlu kita jemput dengan ikhtiar kita. Maka teruslah berjuang dan dapatkan kehidupan terbaik yang kalian inginkan. Let’s GO EXTRA MILES guys!