4 langkah melatih skill

4 langkah melatih skill

Kompetensi merupakan perpaduan antara knowledge, skill dan attitude. Ketiganya berperan dalam meningkatkan kualitas diri seseorang.

Wajar banyak orang dicari karena kompetensi dirinya. Salah satu yang perlu dilatih adalah skill.

Skill merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu.

Skill bisa dipelajari dan dilatih.
Ada bahasan menarik yang ingin saya bagikan dari bukunya Neil Rachkan yang berjudul SPIN SELLING.

Diakhir buku tersebut, ada bahasan bagaimana caranya mempelajari dan melatih skill. Istilah kerennya adalah “the four golden rules for learning skill”

Ada empat langkah yang bisa dilakukan untuk melatih skill yang sudah kita pelajari.

1. Practice only one behaviour at a time

Praktikan satu kebiasaan atau skill yang ingin Anda latih dalam satu waktu. Jangan melatih skill bersamaan dalam satu waktu, hal itu akan membuat Anda kesulitan. Terus lakukan sampai Anda merasa percaya diri melakukannya.

Misalnya Anda ingin melatih kemampuan dalam membuka presentasi dengan elegan. Maka latih teknik opening tersebut dalam satu waktu sampai Anda merasa PD.

2. Try the new behaviour at least three times

Hal baru yang akan kita lakukan biasanya menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal ini berlaku saat Anda akan melatih skill baru. Bahkan boleh jadi hasil yang Anda latih hasilnya kurang baik.
But, don’t worry!
Lakukan itu sampai 3x, maka selanjutnya Anda akan mengalami kemudahan.

Misalnya Anda akan melatih teknik public speaking lainnya selain opening, sebut saja teknik closing. Tentu awalnya tidak mudah. Namun jangan khawatir, teruslah latih sampai 3x kesempatan. Selanjutnya akan mudah bagi Anda untuk melakukannya.

3. Quantity before quality

Saat melatih skill, fokus awal adalah kuantitas. Perbanyak latihan walaupun kualitas hasilnya belum sesuai harapan. Seiring berjalannya waktu, kuantitas latihan Anda akan meningkatkan kualitas skill Anda.

Misalnya saat Anda melatih teknik opening tadi. Hasil awalnya mungkin jelek, namun semakin sering dilatih akan berdampak pada kualitas hasilnya.

4. Practice in safe situations

Saat Anda berlatih, cari momen – momen yang aman dan tidak urgent.
Misal saat Anda diskusi dengan teman atau saat kongkow bareng komunitas. Manfaatkan itu.

Jangan Anda langsung latih dalam situasi yang besar.

Misal Anda langsung melatih teknik opening saat menjadi MC acara besar. Padahal itu momen pertama Anda tampil.

Jadi, mulai dari latihan yang sederhana dan momen yang aman.

Nah itu dia 4 langkah yang dibahas Neil Rachkan dalam buku SPIN SELLING.

Jika dirasa pas dengan Anda silahkan praktekan, namun jika dirasa kurang pas silahkan Anda baca sendiri bukunya beliau.

Rangkuman tersebut saya sadur sesuai dengan kapasitas diri saya.

Ini pun merupakan salah satu upaya dalam rangka melatih kemampuan saya dalam menerjemahkan teks berbahasa inggris ke dalam bahasa indonesia.

Semoga bermanfaat dan selamat melatih skill baru Anda.

Kindly regards,
Fauzi Noerwenda
www.gpssbandung.com

Advertisements

Ganesha Inspiring Forum #36

image

Kapankah ide itu muncul?
Terkadang ia ada saat justru kita terjebak dalam suatu tantangan.

Kabar baiknya, tantangan selalu hadir dalam setiap waktu.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA/AEC) adalah sebuah tantangan baru yang menuntut nyali kita di era persaingan global.

“Prospering Goals To Asean Economic Community”

Menjadi tema yang penting bagi kita “anak panah” Indonesia dalam berkarya.

Akan dibahas oleh M. Erfan Apriyanto, sebagai anggota ESCAP Business Advisory Council (Perwakilan Anggota Ekonomi PBB Wilayah Asia Pasifik)

Tentukan langkahmu untuk menyimak pembahasannya dalam :
Ganesha Inspiring Forum #36

⏱Waktu
Senin, 25 April 2016
Pukul 16.00-18.00 WIB

🏤Tempat
Graha Ganesha
Jl. Tubagus Ismail No.5D

📝Registrasi
Nama_Gif36
Kirim ke:
083818339960

Organized by :

IG: @GaneshaInspiringForum

Supported by :
@ganeshapublicspeaking @lagerozzid @Kangenwater by Ganesha Health

👆🏻Bersiap dengan tantangan baru di era Masyarakat Ekonomi Asean? 😎😎

Tanpa Tujuan, Apalah Arti Bersaing 🙂
See you!

SADARLAH!!!

SIAWARE.jpg

“Kehidupan itu begitu keras. Zaman tak lagi ramah pada setiap manusia. Jika tak mampu sadar, maka kehidupan akan terus menggilas pemeran zaman”

Manusia belajar dengan ragam cara yang berbeda. Proses belajar dilakukan sebagai upaya menjalankan kehidupan agar lebih mudah. Tentunya belajar pun menjadi media agar setiap orang mampu tersadar dengan setiap hal yang dihadapinya.

Aturan main dalam kehidupan sama. Ada reward jika berhasil dan ada punishment jika melanggar. Semua dikemas dalam waktu yang sama yaitu 24 jam. Saat mencoba menyelami kehidupan dengan lebih dalam, ternyata diri belum mampu sadar tentang makna waktu 24 jam.

Ada batasan kehidupan di bumi ini. Saat waktu tak bisa dioptimalkan, pupus sudah semua asa yang sudah terbangun sejak lama. Wahai diri, SADARLAH. Kehidupan sedang menanti aksimu yang nyata. Dimanakah diri yang selalu semangat mengoptimalkan waktu dengan baik?

Waktu berselang, selalu muncul kekecewaan dan kebahagiaan. Kecewa karena gagal mengoptimalkan waktu. Bahagia karena berhasil mengoptimalkan waktu. Alur pun bisa ditebak, saat waktu mampu dioptimalkan dengan baik, maka pencapaian pun bisa lebih baik. Pertanyaannya, lebih banyak kecewa atau bahagia?

KESADARAN menjadi salah satu gerbang yang membuat manusia terus berpikir tentang kehidupannya. Ada banyak kejadian yang akan dilewati. Ada banyak orang yang selalu menunggu keberhasilanmu. Sadarkah dengan semua itu?

Hidup bukan tentang diri kamu saja! Hidup pun tentang aku, kamu dan semua orang yang ada dalam kehidupan. Sungguh aneh jika diri hanya bisa marah seakan tak ada orang yang mendukung. Hei SADAR! Disaat kau lemah, sedih, takut, sejujurnya ada banyak orang yang mendukungmu. Hanya saja kau tidak sadar dan malah mengabaikannya. Mau sampai kapan kau abaikan orang-orang yang mendukungmu dengan penuh cinta?

Kehidupan memang keras, bahkan zaman pun tak lagi bersahabat. Namun semua akan mudah jika kesadaran itu hadir. Sadar bahwa kita tak melewati kehidupan sendiri, ternyata ada banyak orang yang selalu mendukung setiap langkah kita.

Ada banyak cinta yang menghiasi perjalanan kehidupan. Ada banyak alasan yang membuatmu terus melangkah dalam roda kehidupan. Belumkah kau sadar tentang kehadiran cinta itu?

Wahai diri. Waktu akan terus mengikis hingga tak ada lagi kesempatan untukmu. Sadarilah bahwa kini kita hidup dan melewati perjuangan bersama orang-orang terkasih.

Apa pun yang ingin digapai. Mulailah berjuang bersama. Sampaikan pesan cintamu pada orang-orang yang selalu mendukung setiap harapanmu. Berjalan bersama akan membuat tantangan zaman tak lagi membuatmu merana.

“Mari SADARI diri demi hidup yang lebih BERARTI dan pencapaian hidup yang kian TINGGI”

Terima kasih SIAWARE yang telah membantu membangunkan dan menyadarkan diri yang begitu lelap dalam kerasnya zaman.

Bandung, 21 Maret 2016

Kindly Regards,

Fauzi Noerwenda

-Trainer Public Speaking [www.gpssbandung.com]

-Author of Mengukir Bintang Kehidupan

-Founder Ganesha Inspiring Forum

Pertanyaan untuk Anda Menjelang Pergantian Tahun

image

Tahun 2015 akan segera berakhir. Berbagai macam hal dilakukan sebagai upaya perbaikan untuk tahun yang akan datang.

Resolusi pun dibuat agar tahun yang akan datang menjadi lebih baik lagi.

Terinspirasi dari guru saya, Pak Jamil Azzaini bahwa hidup kita harus mempunyai tujuan.

Jangan sekedar terbawa arus yang tak jelas. Faktanya, yang mengalir hanyalah benda – benda yang sudah tidak berguna, seperti daun kering, sampah, dan lainnya. Maukah Anda seperti itu?

Lantas hal apa yang akan Anda lakukan di tahun yang akan datang?

Lagi – lagi saya terinspirasi dari guru saya, Pak Jamil Azzaini. Ketika itu beliau mengirim tulisan di grup WhatsApp alumni TBnC 12.

Isi pesannya tentang 7 pertanyaan yang terinspirasi dari Gustav Freytag (13 Juli 1816 – 30 April 1895, novelis dan dramawan, lahir di Polandia dan meninggal di Jerman).

Ketujuh pertanyaan itu adalah :

Pertama, apa tujuan baru yang Anda wujudkan?
Kedua, apa langkah baru yang Anda ambil?
Ketiga, apa gagasan baru yang Anda usung?
Keempat, siapa orang baru yang Anda temui?
Kelima, apa panggung baru yang Anda hadiri?
Keenam, apa manfaat baru yang Anda tebar?
Ketujuh, apa ibadah baru yang Anda rutinkan?

Dengan hati dan sanubari terdalam. Saya  akan menjawab ketujuh pertanyaan tersebut.

Saya posting disini dengan harapan agar kawan – kawan semua ikut mendoakan dan mengingatkan langkah yang akan saya tempuh.

1. Tujuan baru yang ingin saya wujudkan adalah mengadakan kegiatan training di Sukabumi, mengadakan kegiatan pengembangan diri di Kampung Gunung Goong, menulis buku best seller, melakukan pengkaderan untuk generasi muda melalui Ganesha Muda.

2. Langkah baru yang akan saya ambil adalah menikah, melanjutkan studi pasca sarjana, belajar tentang pengembangan diri dan public speaking ke sang ahli baik di Indonesia maupun luar negeri.

3. Gagasan baru yang akan saya usung adalah program yang berkaitan dengan pengkaderan generasi muda khususnya mahasiswa dan pelajar SMA dengan program “Hello Career”.

4. Orang baru yang akan saya temui di tahun 2016 adalah :
-Rene Suhardono
-Rhenald Kasali
-Anies Baswedan
-Tantowi Yahya
-Helmy Yahya
-Charles Bonar Sirait
-Andy Noya
-Dedy Dahlan
-DJ Arrie

5. Panggung baru yang akan saya hadiri adalah :
-Black Belt Trainer
-The Ultimate You
-TYPSS
-TEMPA
-Pesantren di seluruh penjuru tanah air
-International Workshop tentang karir
-International Conference
-Kelas Menulis

6. Manfaat baru yang akan saya tebar adalah membantu mengembangkan potensi dan karir generasi muda di daerah saya serta di beberapa kata besar melalui program yang dicanangkan oleh Ganesha Muda.

7. Ibadah baru yang akan saya rutinkan adalah sholat tahajud, sholat dhuha, shaum senin-kamis, sedekah, tilawah.

Bismillah.
Semoga niat baik ini menjadi langkah awal untuk menjadi pribadi yang semakin bernilai.

Itu jawaban ku, mana jawabanmu?

Selamat datang tahun 2016.

Kindly Regards,
Fauzi Noerwenda.

KELAS INSPIRASI SUKABUMI

image

KELAS INSPIRASI SUKABUMI

Seseorang yang berhasil dalam hidupnya bermula dari masa kecilnya.
Masa kecil merupakan saat menanam yang sangat efektif.

Usia itulah manusia paling efektif dalam proses belajar. Maka sejak usia kecil itu anak – anak harus berani bermimpi besar.
Bersyukur Pak Anies Baswedan menginisiasi program Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasi.
Kedua program tersebut hadir untuk menginspirasi anak – anak sekolah dasar agar berani bermimpi besar.

Awal tahun 2014 untuk pertama kalinya saya ikut kelas inspirasi di Bandung. Ternyata banyak sekali inspirasi yang saya dapat dari relawan dan anak – anak. Sampai – sampai saya ketagihan dan ikut kelas inspirasi Bandung di tahun selanjutnya.

Momen tersebut membuat saya sangat ingin menghadirkan kelas inspirasi di kota kelahiran SUKABUMI. Bisakah?

Saat itu hanya yakin pasti bisa. Saya percaya selalu ada jalannya. Ternyata betul, saya dipertemukan dengan kawan – kawan yang mempunyai mimpi yang sama.

Alhamdulillah terbentuklah tim untuk menginisiasi kelas inspirasi sukabumi  untuk yang pertama kalinya.

Hari inspirasi akan diselenggarakan tanggal 23 Januari 2016.

So, kami mengundang Anda para professional untuk turut serta dalam kelas inspirasi sukabumi.

Segera daftarkan diri Anda melalui blog kelas inspirasi.
www.kelasinspirasisukabumi.wordpress.com

Mulailah wujudkan impian besarmu dengan aksi yang kecil.

Selamat bergabung para relawan hebat di kelas inspirasi sukabumi yang pertama.

See you soon.

Kindly Regards,
Fauzi Noerwenda.

Membangun Sikap Mental Positif

Sikap Mental Positif

“Cara pandang terhadap kehidupan berawal dari SIKAP MENTAL yang kita miliki”

Saat mengikuti seminar tentang “Masyarakat Kompeten Siap Hadapi MEA” di Bandung, ada salah seorang dosen yang memberikan pernyataan sangat menarik. Beliau menyampaikan bahwasannya mahasiswa yang beliau ajar kurang begitu berani dalam melakukan hal-hal besar. Kegiatannya hanya cakupan kampus. Sebagai dosen kewirausahaan, beliau melihat bahwa mahasiswanya kurang berani bergerak lebih luas. Beda dengan mahasiswa di luar negeri yang berani berkarya bahkan cakupannya sampai internasional.

Pernyataan beliau menjadi bahan diskusi menarik bagi beberapa narasumber seminar yang kala itu juga dihadiri oleh staf ahli walikota Bandung. Beberapa narasumber pun sepakat bahwa salah satu kendala yang dimiliki oleh mahasiswa di Indonesia adalah belum terbangunnya SIKAP MENTAL yang positif. Hal itu membuat sebagian mahasiswa merasa kurang percaya diri atau minder dalam menghadapi kehidupan secara umumnya.

SIKAP MENTAL yang tertanam adalah SIKAP MENTAL yang negatif. Pada akhirnya, saat ada peluang besar untuk bertumbuh, sebagian diantara kita tidak berani mengambil resiko. SIKAP MENTAL ini berujung dengan perilaku yang membuat sebagian besar orang selalu merasa tidak punya kelebihan.

Untuk itu kita perlu memiliki SIKAP MENTAL POSITIF. Pada dasarnya setiap orang terlahir dengan berbagai macam kelebihan. Hanya ada yang mampu mengoptimalkan kelebihan tersebut, ada juga yang masih belum tahu cara mengoptimalkannya. Salah satu cara untuk mengoptimalkan kelebihan adalah dengan menanamkan SIKAP MENTAL POSITIF.

Saat SIKAP MENTAL POSITIF sudah terbangun, maka kita akan menemukan berbagai hal positif dari hal yang kita kerjakan. Bahkan apapun yang kita kerjakan akan selalu disyukuri. SIKAP MENTAL POSITIF bukan hanya mengubah paradigm, melainkan juga menumbuhkan rasa percaya diri atas kemampuan diri sehingga nantinya akan banyak pribadi yang kompeten dan berperan bagi pembangunan neger ini.

Maka mulailah bangun SIKAP MENTAL POSITIF saat ini juga.

@FauziNoerwenda

 

Self Act

Positif Mental Attitude

“Hanya orang gila yang menginginkan hasil yang berbeda namun dengan cara yang sama” –Albert Einsten-

Hasil dari kinerja terbaik seseorang berasal dari perpaduan rencana yang baik serta dikolaborasikan dengan tim yang super. Namun rencana hanya akan tetap menjadi rencana jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya.

Ada contoh menarik dari seseorang pemuda di desa yang kegiatan utamanya adalah bercocok tanam. Selain itu beliau juga merupakan lulusan terbaik sarjana pertanian dari IPB. Jadi soal tanam menanam beliau adalah ahlinya. Hal tersebut membuat beliau selalu membagikan tips menanam yang baik kepada masyarakat. Pada intinya proses menanam yang baik adalah perpaduan memberikan pupuk yang baik serta menyemprot hama.

Namun tahukah apa yang terjadi pada tanaman pemuda tersebut? Ternyata sebagian tanamannya tidak tumbuh baik. Padahal ilmu mengenai tanam menanam beliau adalah ahlinya. Selidik punya selidik, ternyata beliau tidak melakukan proses pemupukan dan pemberantasan hama dengan disiplin. Ketika malas beliau biarkan, akhirnya tumbuh tidak sempurna.

Apalah arti sebuah ilmu jika kita tidak mengaplikasikannya. SIKAP kita sebagai seorang yang visioner harus mampu mengambil tindakan jika kita mau meraih setiap pencapaian dalam hidup.

Maka sebagus apapun rencananya, tetap saja bernilai NOL jika tidak ada tindakan dalam mewujudkannya. Tindakan tentu dimulai dari diri kita sendiri. Haruslah ada alasan kuat sehingga diri ini mau melakukan tindakan yang lebih dari sebagian orang.

Sudah banyak orang besar mengatakan bahwa keberhasilnnya dicapai karena adanya kesungguhan dalam bertindak. Maka milikilah SIKAP positif agar kita selalu berani mewujudkan setiap impian dalam hidup.

@FauziNoerwenda