Husnuzhon Aja

Husnuzhon Campagin
HusnuzhonAja

Bani Aji Pratama

Mempertemukan untuk satu alasan.
Entah untuk belajar atau mengajarkan.
Entah untuk ditolong atau menolong.
Entah untuk menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya.

Akan tetapi, tetaplah menjadi yang terbaik diwaktu tersebut.
Lakukan yang terbaik dari apa yang kamu bisa lakukan di waktu tersebut.
Tidak peduli apakah kau pemeran utama atau hanya figuran.
Lakukan dengan tulus.

Meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan.
Yakinilah tidak ada yang sia-sia karena Allah yang mempertemukan, karena Allah selalu punya alasan.
Maka berprasangka baiklah…

– Bani Aji P –

HusnuzhonAja

Nisa’ul Fithri Mardani Shihab

Menjadi sakit hati akan perbuatan manusia lain atas kita adalah tanda kita kurang jatuh cinta. Kurang jatuh cinta kepada Allah, Sumber Semurni-Murninya Cinta.

Tau rasanya kasmaran kan? Mabuk. Tak sadar akan apa-apa kecuali yang dijatuh-cintai. Benak melulu tentang sosok yang digilai. Segenap indra kita sibuk minta ditunaikan si jantung hati. Ia tak pernah meminta, tapi satu-satunya semesta yang kita tau seolah hanya dirinya. Tak ambil pusing orang lain bilang apa, jatuh cinta ya jatuh cinta; “Aku yang merasakan, kau tau apa?”

Tidakkah demikian jika yang kita jatuh cintai adalah Allah? Dengan keras kepala kita menjadikan Ia sebagai satu-satunya pendebar dada, penunai tiap-tiap indra hingga yang kita dengar, lihat, kecap, raba, dan hirup adalah manifestasi keberlimpahan Cinta-Nya kepada kita, hamba-Nya.

Tahulah kita betapa tak terdefinisi Cinta-Nya pada kita. Makinlah kita jatuh cinta pada-Nya habis-habisan. Sehingga perbuatan buruk manusia lain atas kita tidak pernah jadi soal. Mana peduli. Yang Maha Pengasih dan Penyayang adalah satu-satunya yang dapat memelihara kita dari semua bentuk patah hati. Maka terserah orang mau bilang apa, kita terlalu sibuk menjadi kasmaran akan sumber semurni-murninya Cinta yang ada.

“Carilah [pihak] yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.” (Dee, 2009: 427)

-Nisa’ul Fithri Mardani Shihab-

HusnuzhonAja

Fauzi Noerwenda

Pelangi hadir memberikan keindahan tatkala hujan turun.

Ada jeda yang harus kita tunggu untuk menantikan pelangi keindahan.

Pencapaian prestasi dalam hidup pun memerlukan jeda waktu. Ada perjuangan yang harus kita lewati demi menanti pencapaian tersebut.

Hal terbaik dalam mengisi jeda adalah dengan selalu berhusnuzhon.

Husnuzhon membuat jeda waktu semakin berarti dan proses perjuangan semakin bermakna.

Teruslah berhusnuzhon dan nantikan pelangi keindahanmu.

-Fauzi Noerwenda-

Advertisements

Kampanye Husnuzhon!

HusnuzhonAja

‪#‎HusnuzhonCampaign‬
‪#‎HusnuzhonAja‬

Kawan – kawan, yuk ganti foto profilnya dengan frame #HusnuzhonAja.

Ini merupakan salah satu upaya untuk menyebarkan virus Husnuzhon pada banyak orang.

Caranya sederhana.

1. Download gambar / frame husnuzhon.
2. Masukan fotomu
3. Gabungkan dengan aplikasi foto, seperti photo grid, photo college, dll.
4. Selamat mencoba.

“Karena hidup adalah seni menyikapi takdir Allah, maka sebaik – baik sikap adalah HUSNUZHON”

Follow Us
Facebook: https://web.facebook.com/GerakanHusnuzhon/?fref=photo
Instagram: @GerakanHusnuzhon
Line: http://line.me/ti/p/%40exy7794s