Self Respon

Optimize Your Self

“Hidup adalah seni bagaimana cara kita menyikapi sesuatu” –Hilman Miftahurrojak-

Setiap orang sama-sama beraktivitas juga sama-sama memiliki tujuan dalam hidupnya. Maka dirinya akan terus melaju untuk beraktivitas dan mencapai tujuannya. Dalam proses perjalanannya, akan ditemui berbagai macam hambatan. Hambatan tersebut bisa kecil atau besar. Namun besar kecilnya tidak terlalu berpengaruh, yang paling berpengaruh adalah cara kita merespon hambatan.

Respon merupakan sikap yang lahir atas rangsangan yang muncul dari setiap kejadian. Respon ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk membuat kinerja hidup kita lebih baik. Pada umumnya respon itu ada dua macam yaitu PROACTIVE dan REACTIVE.

Apasih bedanya proactive dan proactive? Proactive adalah suatu sikap dimana kita akan memberikan PERTIMBANGAN terlebih dahulu sebelum memberikan TANGGAPAN atas RANGSANGAN yang diterima. Sementara reactive adalah sikap dimana kita memberikan tanggapan SPONTAN atas rangsangan yang diterima.

Proactive mencerminkan orang yang tenang. Saat ada hambatan, orang proactive mampu berpikir dengan matang disertai dengan pertimbangan yang baik, sehingga mampu disikapi dengan positif. Sementara orang reactive terlalu mudah emosinya tersulut. Belum tahu apa penyebabnya, orang reactive sudah memberikan respon spontan yang belum tentu benar.

Jika terjadi sebuah kebakaran, orang proactive ibarat air yang mampu memadamkan kebakaran. Sementara orang reactive ibarat bensin, alih-alih memadamkan api, orang reactive malah membuat api semakin besar. Jadi semakin jelas kana pa perbedaan orang proactive dan reactive?

Keduanya adalah respon yang sering kita lakukan. Maka mulailah berlatih menjadi orang yang proactive agar apapun yang kita lakukan semakin baik dan kinerja terus meningkat.

Selamat berlatih memberikan respon positif dan menjadi orang proactive.

@FauziNoerwenda

Self Mental

Photo Credit: timsamoff via Compfight cc

“Setiap kita BERPIKIR bahwa masalahnya disana, PIKIRAN itu sendiri merupakan MASALAH”

Ungkapan diatas merupakan hal yang berasal dari literatur barat yang pada intinya mengajarkan bahwa apabila kita selalu melihat kesalahan, maka yang kita lakukan selalu menjadi hal yang salah.

Masih ingat tulisan saya kemarin tentang Optimize Your Self? Didalamnya ada 7 kunci diri untuk mencapai KINERJA diri yang baik. Silahkan buka kembali link-nya untuk mengingat ketujuh poin tersebut.  http://trainerlaris.com/profiles/blogs/optimize-your-self-7-self-key-fauzinoerwenda.

Tujuh kunci diri merupakan salah satu cara agar kita mampu mencapai KINERJA yang baik. Nah untuk sekarang ini saya akan share kunci yang pertama yaitu, self mental.

Pikiran yang kita proses akan membentuk sebuah sikap mental, entah positif atau negative. Mental adalah hal yang fundamental bagi seseorang dalam menjalankan perannya. Setiap orang tentu punya target dalam hidup sehingga selalu berusaha melakukan pencapaian terbaik. Namun tak semua orang mampu mencapai pencapainnya terbaiknya. Pencapaian terbaik tidak selalu bicara hasil, namun lebih pentingnya adalah bicara proses.

Secara umum, ada dua sikap mental yang kita alami. Pertama, positif mental attitude dan kedua negative mental attitude. Mental positif adalah suatu sikap dimana seseorang mampu melihat segala hal dari sisi positif. Mental positif akan menambah kekuatan diri kita. Sebaliknya, mental negative adalah suatu sikap dimana seseorang melihat segala hal dari sisi negative. Mental negative hanya akan melemahkan diri kita.

Sayangnya, sebagian orang masih saja berkutat dengan mental negative. Contoh paling gampangnya adalah dengan seringnya membicarakan kejelakan orang lain. Padahal, sikap mental adalah titik tolak untuk mencapai KINERJA yang baik.

Oleh sebab itu, milikilah mental positif agar apa yang kita lakukan selalu bernilai positif sehingga berdampak dengan KINERJA yang semakin MEMBAIK.

Itulah pembahasan kunci pertama tentang self mental. Nantikan pembahan 6 kunci lainnya yang akan membantu kita untuk mencapai KINERJA yang baik.

@FauziNoerwenda

Optimize Your Self : 7 SELF KEY

Optimize Your Self : 7 SELF KEY

“Bukan KECERDASAN Anda melainkan SIKAP Andalah yang akan mengangkat Anda dalam kehidupan” -Anonymous-

Setiap orang terlahir dengan kemampuan yang luar biasa. Diantara satu individu dengan lainnya memiliki berbagai macam perbedaan. Tentu hal tersebut sudah termasuk dengan kelebihan dan kekurangan. Jadi sebetulnya setiap orang punya modal yang sama. Namun kenapa ada yang berhasil namun ada juga yang masih belum berhasil?

Salah satu jawabannya karena masih ada yang belum mampu mengoptimalkan kemampuan dirinya. Berdasarkan Kisdarto Atmosoeprapto dalam bukunya yang berjudul SDM Berdaya, salah satu cara untuk memperdayakan kemampuan diri adalah dengan memiliki sikap yang baik. Lalu bagaimana cara mengembangkan sikap yang baik sehingga kita punya kinerja yang baik?

Berdasarkan pengalaman orang-orang yang sudah berhasil serta dikutip dari beberapa sumber, maka saya menyimpulkan ada 7 kunci untuk mengoptimalkan diri. 7 kunci ini menjadi cara bagaimana diri mampu mengoptimalkan kekuatannya.

Adapun 7 kunci tersebut terdiri dari:

  1. Self Mental

Keberhasilan seseorang dalam meraih karir terbaiknya tentu dibutuhkan perjuangan yang sangat berat. Perjuangan adalah proses yang bagi sebagian besar orang adalah hal yang berat. Maka orang yang mampu melewati proses perjuangan adalah mereka yang memiliki mental yang kuat. Mental yang kuat pastilah mental positif, bukan mental negative.

Mental negative adalah gerbong awal yang membuat orang malas untuk bergerak. Belum apa-apa sudah menyerah. Sementara mental positif adalah gerbong yang membuat orang mau melangkah karena adanya rasa yakin terhadap kemampuan dirinya.

  1. Self Response

Setiap orang selalu beraktivitas dan selalu mempunyai makna dari setiap kejadian yang telah dilewati. Tentu kita sudah taka sing dengan istilah “sudah makan garam” atau berpengalaman. Orang yang umurnya lebih tua selalu memiliki pengalaman yang lebih yang membuat dirinya menjadi lebih bijak. Namun sebaliknya, karena mental hidupnya negative, ada juga yang membagikan kisah hidupnya kepada orang lain dengan hal negative.

Kedua hal tersebut bisa terjadi berhubungan dengan mental yang mereka pilih, positif atau negative. Pilihan mental itulah yang akhirnya membuat kita mengeluarkan RESPON dalam setiap kejadian.

  1. Self Behaviour

Keseharian seseorang dalam bersikap bisa menjadi tanda bagaimana kinerja dirinya dalam beraktivitas. Perilaku sehari-hari ini menjadi symbol atau kebiasaan yang akhirnya terbentuk. Ada 3 ciri orang yang akhirnya membentuk kebiasaannya.

a. Passive

Mencerminkan pribadi yang penuh konflik dengan dirinya sendiri. Ia sering menyalahkan dirinya sendiri, mengapa tidak sebaik atau seberhasil orang lain.

b. Aggressive

Mencerminkan pribadi yang penuh konflik dengan dirinya sendiri atau orang lain. Ia menyadari kemampuannya tidak sebaik orang lain, maka ia ingin agar orang lain tak terlihat mampu dari dirinya.

c. Assertive

Mencerminkan pribadi yang bebas konflik dengan orang lain atau diri sendiri. Ia mempunyai rasa Percaya Diri sehingga selalu optimis dalam menatap masa depan.

Nah dari ketiga ciri tersebut, Anda masuk golongan mana? Semoga kita semua bisa belajar menjadi orang yang assertive sehingga mempunyai rasa percaya diri yang baik.

  1. Self Awareness

Setiap orang sudah mempunyai track masing-masing dalam menjemput keberhasilnnya. Hal tersebut harus sudah diukur dengan kemampuan dirinya. Sayangnya masih saja ada orang yang tidak menyadari kemampuan dirinya.

Seperti pepatah mengatakan, “Semut disebrang lautan Nampak namun gajah dipelupuk mata tidak Nampak”. Seringnya kita melihat kelebihan orang lain namun mengabaikan kelebihan diri sendiri. Hal tersebut berdampak dengan kebingungan diri akan potensi dan kemampuan. Alhasil apapun yang kita rencanakan selalu melenceng karena kita sendiri bingung dengan kemampuan untuk mencapai rencana tersebut.

  1. Self Commitment

Faktor terbesar dari berhasilnya sebuah rencana adalah komitmen. Percuma kita punya rencana hebat, namun tidak berkomitmen dalam menjalankannya. Tetap saja tidak akan tercapai. Komitmen ibarat tombol saklar. Saat kita ingin menyalakan lampu, maka nyalakanlah saklarnya. Persis ketika Anda menginginkan sesuatu tercapai, maka BERKOMITMENlah untuk mewujudkannya.

  1. Self Appreciate

Apresiasi merupakan salah satu bentuk syukur atas setiap kemampuan serta pencapaian yang kita miliki. Saat kita sudah mampu mencapai impian dalam kehidupan, tentu itu adalah prestasi. Namun saat hal itu menjadi kekecewaan boleh jadi kita tidak menghargai setiap prestasi dan pencapaian kita. Padahal ada banyak hal yang harus kita beri apresiasi. Jangan dulu bicara hal besar, hal kecil pun sudah sering dilupakan. Seperti berhasil bangun pagi, bernafas, makan, berjalan, bertemu keluarga dan lainnya. Haragilah setiap pencapaian kecil Anda sehingga pencapaian Anda akan terasa semakin besar.

  1. Self Act

Kunci terakhir untuk mengoptimalkan kekuatan diri adalah dengan beraksi. Aksi akan membuat kita merasakan sebesar apa kemampuan yang kita miliki. Jika kita tidak pernah bertindak, kita tidak akan pernah merasakan ukuran kemampuan kita. Aksi jika berhasil akan membuat kita semakin yakin dengan potensi diri. Namun jika gagal akan menjadi pelajaran sebagai bahan evaluasi.

Maka teruslah beraksi sembari meningkatkan level kualitas diri dengan belajar.

Itulah ketujuh kunci untuk mengoptimalkan setiap kemampuan diri. Ilmu jika hanya dibaca akan tetap menjadi ilmu. Namun jika diamalkan akan berbuah pengalaman yang membuat diri makin bijak. Teruslah belajar dan mulai rubah diri kita agar semakin berdaya sehingga apapun yang kita lakukan akan membuat diri semakin besar.

@FauziNoerwenda

Ukir Tinta Emasmu

Layaknya sebuah perjalanan, setiap insan tentu mempunyai peta tersendiri untuk mencapai setiap impiannya. Peta tersebut dibuat berdasarkan minat, bakat atau boleh jadi atas desakan lingkungan. Peta itulah yang nantinya akan menjadi petunjuk kemanakah langkah kaki akan berjalan. Membantu setiap langkah berjalan dengan yakin dan terarah pada satu tujuan.

Memang sangat terasa bedanya dengan orang yang tidak mempunyai peta. Alih-alih mengatakan bahwa hidupnya biarlah mengalir, tapi faktanya malah merasakan kebingungan dengan setiap langkah. Paling jelas hal itu terjadi pada sebagian rekan yang baru saja menjadi sarjana. Langkah selanjutnya mungkin antara bekerja, berwirausaha, melanjutkan study atau mungkin malah menganggur.

Bagi yang sudah punya peta, maka langkah akan terus terpacu walau terhalang oleh benteng besar. Namun bagi yang tak punya peta, kebingungan makin terasa. Bahkan untuk melamar pekerjaan pun bingung harus mengirim ke perusahaan apa, di posisi apa kita bekerja.

Allah memang sudah menakdirkan setiap hal dari yang kita lakukan. Namun kita belum tahu seperti apa masa depan kita kelak. Baik atau buruk hanya Allah yang tahu. Maka seyogyanya sebagai manusia, kita harus melakukan yang terbaik agar di masa depan nanti hasilnya pun mendapat yang terbaik.

Persoalan karir ataupun lainnya bisa kita mulai ukir dari sekarang. Sudah banyak orang sukses mengatakan bahwa apa yang mereka raih dimulai dari sebuah impian yang diwujudkan dengan langkah pertama. Lalu langkah selanjutnya hingga akhir adalah langkah yang penuh dengan rintangan, tantangan yang akan membuat kita terus maju atau malah menyerah.

Bahagia, sedih, bingung adalah contoh sikap yang kita tentukan sendiri. Buatlah sikap yang membuat hidup makin baik dan bahagia. Mulailah dari sekarang ukir tinta emasmu. Ibarat sebuah kertas kosong, maka ukirlah kertas tersebut dengan sebuah gambar indah yang disukai banyak orang. Begitupun dengan kehidupan, ukirlah setiap episode kehidupan dengan hal yang kita sukai yang nantinya akan banyak orang yang menyukai karena manfaat yang kita berikan.

Jikalau masih ada rasa bingung untuk memulai, maka berikanlah waktu bagi diri kita sejenak untuk merenung atas setiap maksud dan tujuan kita hidup di muka bumi ini. Saat kita semakin paham, maka sesungguhnya apapun yang kita kerjakan akan menjadi baik asalkan Allah ridho. Raihlah ridho Allah dari setiap hal yang kita kerjakan dan dari setiap mimpi yang akan kita ukir.

Selamat mengukir tinta emasmu kawan. Jadilah bintang yang mampu menyinari gelapnya malam dan menghangatkan saat dingin menyapa.

@FauziNoerwenda

Detak Impian – Coaching Boardgame

Detak jam terus berputar hingga mempertemukan kembali dengan bulan rajab. Di awal bulan rajab ini, saya mendapat hal spesial tatkala menyambangi kantor Ganesha Public Speaking. Salah satu guru kami di Ganesha Public Speaking yaitu Mas Surya Kresnanda mengajak kami untuk bermain coaching boardgame. Tentu kami yang penasaran dengan games tersebut akhirnya bersemangat untuk bermain yang ternyata sekaligus coaching.

Coaching boardgame adalah permainan yang diciptakan sebagai salah satu sarana dalam membantu proses coaching. Aslinya permainannya sangat seru dan selesai games tersebut kami benar-benar mendapat peta mengenai goals yang ingin kami raih. Agar goals dari hasil permainan coaching boardgame tadi makin terasa, ditugaskanlah kami untuk membuat sebuah narasi tentang goals yang kami buat selama permainan.

Goal saya adalah menjadi seorang trainer corporate untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dari segi perilaku di tahun 2018. Bagi saya goal ini sangat berharga dan layak diperjuangkan. Jika saya beri skala, 1 untuk terendah dan 10 untuk tertinggi, maka saya akan berikan angka 10 untuk goal saya. Mengapa demikian?

Dengan goal tersebut saya bisa terus belajar dan membuat diri lebih berkualitas. Tentunya apa yang saya lakukan sesuai dengan passion sehingga kehidupan saya menjadi lebih bahagia Karena juga bisa melihat orang bertumbuh dan terbantu dalam setiap langkah kehidupannya. Bahkan ketika nanti terwujud, artinya akan banyak SDM yang berkualitas dan berperan bagi perubahan lingkungannya. Hal ini akan menjadikan SDM tersebut sebagai partner yang akan terus meneruskan dan memperjuangkan visi yang sama yaitu menciptakan SDM yang berkualitas.

Orang bijak mengatakan bahwa setiap impian besar dimulai dari sebuah langkah pertama. Untuk mencapai goal tersebut, langkah pertama yang akan saya lakukan adalah bergabung dengan perusahaan training yang sudah sering memberikan training untuk corporate. Jikalau saya rinci dari segi waktu, 1 minggu dari sekarang saya harus mulai ikut merasakan training di corporate. Lalu 1 bulan dari sekarang harus sudah ada jadwal tetap sebagai training organizer di corporate. Sehingga target saya hal tersebut bisa terwujud pada 25 November 2018. Sebagai salah satu bukti bahwa goal itu terwujud adalah dengan seringnya saya mengisi training ke berbagai perusahaan besar di Indonesia.

Mencapai sebuah goal besar tentu dibutuhkan sebuah perjuangan yang besar pula. Akan banyak hal yang harus kita rubah agar kita punya habbit positif sehingga goal bisa tercapai. Seandainya ada hal yang menjadi kebiasaan negatif, boleh jadi hal tersebut menjadi penghambat dari perjalanan goal. Maka saya harus menghilangkan kebiasaan negatif yang sering terulang yaitu selalu menunda pekerjaan dan malas. Salah satu cara pamungkas dan pembuktian agar kebiasaan negatif hilang adalah dengan adanya artikel yang saya tulis sebanyak 20 artikel di setiap bulannya.

Sebuah kebiasaan baru memang harus dibangun agar diri ini pantas mendapatkan setiap goal yang dirancang. Agar semakin memudahkan, maka saya sudah membuat action plan untuk mewujudkan goal tersebut. Action plan ini berisi langkah serta waktu pelaksanaan dari setiap plan yang dirancang. Per tanggal 01 mei 2015 saya harus sudah bergabung dengan perusahaan training yang sering memberikan training ke corporate sehingga nantinya saya bisa langsung ikut serta dalam training. Dan kedepannya ada kegiatan rutin, dimana di hari kerja saya akan andil sebagai training organizer di perusahaan, sementara di akhir pekan saya akan andil untuk mengisi training.

Harapannya dengan hal tersebut, akan ada kekuatan yang lebih besar. Tak dapat dipungkiri, sinergi menjadikan kekuatan makin kuat. Namun faktor interna yang akan memiliki pengaruh paling besar. Sudah seyogyanya saya harus mengelola kebiasaan positif agar goal bisa mudah tercapai. Beberapa hal yang akan saya lakukan untuk mengelola kebiasaan positif adalah dengan rutin membaca buku 1 bulan sebanyak 4 buku, lalu setiap bulan akan menulis 20 artikel tentang personal development dan mulai meninggalkan kegiatan yang kurang produktif.

Melalui artikel dan curhatan ini, saya berkomitmen kepada coach yang memandu coaching boardgame yaitu Mas Surya serta 2 orang pemain yang ikut andil yaitu Panji Priambudi dan The Lina serta semua pembaca bahwa saya akan mewujudkan goal dengan mulai bergabung dengan perusahaan training yang sering memberikan training di corporate.

Terima kasih untuk Mas Surya Kresnanda yang sudah mengajak bermain coaching boardgame, terasa sekali feelnya lebih menyenangkan sehingga proses coaching jadi lebih asik. Terima kasih coach.

Semoga juga tulisan ini bermanfaat dan memberikan inspirasi untuk kawan-kawan semua. Selamat membaca.

Bandung, 20 April 2015

 

Fauzi Noerwenda

Jadilah pribadi yang ADIL

Puzzle

Cara pandang kita terhadap sesuatu akan menentukan bagaimana kita menyikapi suatu keadaan. Hal tersebut akan berdampak pada suasana hati yang kita rasakan setiap harinya. Kali ini saya mau berbagi mengenai ADIL. Biar makin nyambung, silahkan Anda buka artikel tentang “Bermain Sudut Pandang”, http://trainerlaris.com/profiles/blogs/bermain-sudut-pandang.

Saat awal-awal saya mengisi training, pernah ada rasa minder tatkala dihadapkan dengan peserta yang umurnya jauh lebih tua serta posisinya yang keren abis seperti manajer. Untuk seorang pemula seperti saya, tentu hal tersebut membuat diri merasa tidak nyaman. Beruntung saat seperti itu, guru saya yang juga seorang direktur Ganesha Public Speaking yaitu Mas Taruna Perdana mengajarkan satu hal tentang prinsip puzzle. Puzzle memiliki 2 sisi, kepingan yang menjorok ke dalam dan kepingan yang menjorok keluar.

Jika dianalogikan, maka manusia pun mempunyai 2 sisi yang sama. Sisi positif sebagai kelebihan dan sisi negative sebagai kekurangan. Pada dasarnya perangkat kita sama, ada kelebihan da nada kekurangan. Seyogyanya apa yang membuat kita menjadi minder? Padahal siapapun orang yang kita hadapi adalah orang dengan 2 sisi yang sama.

Dari prinsip puzzle tersebut akhirnya saya menyadari bahwa ada banyak hal yang membuat kita harus terus bersyukur untuk berbagai anugerah yang Allah limpahkan. Prinsip puzzle itu akhirnya membuat saya semakin percaya diri untuk berbagi di dunia training. Sebagai pembicara, kita berbagi hal yang menjadi kelebihan kita dan biarkan kekurangan kita diisi oleh peserta training yang mempunyai kelebihan yang beragam. Lalu mengapa masih ada orang yang minder dan sombong? Apa sih beda keduanya?

Persamaan keduanya adalah mereka memandang dirinya tidak adil. Orang minder memandang dirinya serba kekurangan, sementara menganggap orang lain banyak kelebihan. Alhasil ya minder deh. Sementara orang sombong sebaliknya. Mereka memandang dirinya banyak kelebihan namun memandang orang lain itu hanya dari kelemahannya saja.

Jadi Anda mau menjadi orang minder atau sombong? Atau jangan-jangan ada yang merasa seperti itu? Hhhmm, semoga kita terhindar dari keduanya yah. Lalu yang baik seperti apa? Jawabannya jadilah orang yang percaya diri. Orang PEDE itu adalah orang yang adil. Orang yang memandang dirinya punya kelebihan dan kekurangan serta memandang orang lain pun punya kelebihan dan kekurangan. Asik kan? Inilah posisi yang semakin menguatkan saya untuk terus melakakan hal-hal yang saya kuasai untuk berbagi.

Adil memang sebuah sikap yang juga terlahir dan bagaimana sudut pandang kita. Menjadi pribadi yang adil itu menyenangkan karena semua hal kita anggap positif dan baik. Yuk mulai belajar jadi orang yang ADIL agar diri makin PEDE dan hidup makin bahagia.

@FauziNoerwenda

Menjaga Berlian

Menjaga Berlian

Mempertahankan kemenangan itu jauh lebih sulit dibandingkan dengan meraihnya. Itulah senandung yang sering saya dengar tatkala mau melakukan setiap perlombaan. Adakalanya saya berpikir bahwa hidup pun seperti berlomba. Namun hadiah yang didapatkan bukan sekedar uang, pamor, piala atau lainnya, namun lebih dari itu, ini soal hadiah terindah yang Allah janjikan. Maka hidup adalah berlomba untuk berbuat kebaikan dan menggapai ridho Allah. Tentu untuk mendapatkannya diperlukan usaha yang konsisten. Bahasanya ya istiqomah. Salah satunya bagaimana kita mampu menjaga kualitas dan kuantitas ibadah kita.

Bicara soal menjaga, ada sebuah benda yang sangat berharga dan banyak orang menjaganya. Benda itu bernama berlian. Sebuah benda berharga yang terbentuk dari proses panjang dari sebuah benda yang awalnya tidak berharga. Proses bertubi tubi yang dialami karbon hingga miliyaran tahun melahirkan sebongkah benda cantik bernama berlian.

Siapa yang tak suka berlian? Keindahan dan kecantikannya membuat berlian mempunyai nilai yang sangat mahal. Tentu orang yang memiliki berlian akan senantiasa menjaga benda tersebut. Disimpan ditempat yang aman, bahkan mungkin di lemari yang aman. Dijauhkan dari anak-anak atau orang tak dikenal. Pokoknya pengawasannya super ketatlah.

Beberapa hari ke belakang, saya tersadarkan akan sebuah hal yang harusnya saya selalu jaga. Hal yang sangat berharga dalam hidup dan sangat berarti tentunya. Hal tersebut adalah keluarga. Keluarga adalah berlian yang harus selalu kita jaga. Kehadirannya sangatlah berperan dalam kesuksesan kita. Maka jagalah keluarga dengan cinta yang tulus.

Bahkan bukan hanya keluarga, sahabat, rekan kerja dan boleh jadi calon pasangan anda. Merekalah berlian yang membuat nilai hidup kita menjadi mahal. Mereka pula yang menyadari bahwa diri kita adalah seseorang yang luar biasa. Maka seyogyanya jagalah mereka semua dengan cinta yang tulus. Cinta yang tak hanya tampak dengan sebuah sebuah kata namun cinta yang tulus dari hati terdalam dan aliran cintanya hanya menuju Sang Maha Cinta.

Jadikan pula pekerjaan kita saat ini sebagai berlian agar kita makin menghargai betapa beruntungnya diri ini. Rasakan dan nikmatilah kehidupan Anda menjadi harmonis saat setiap waktu yang terlewati penuh dengan rasa cinta sebagai bentuk penjagaan untuk berlian kehidupan kita.

@FauziNoerwenda