Tentang Cinta dan Tentang Diri Sendiri

Ganesha Public Speaking

“Cinta bukan hanya persoalan dag dig dug jika berada di dekatnya, namun juga bagaimana kita bisa menjadi nyaman dan apa adanya jika di dekatnya”.

Persoalan cinta tak akan pernah ada habisnya. Tentu bukan sekedar cinta biasa. Bagi Anda yang pernah membaca tulisan saya sebelumnya, pasti mengerti maksud cinta disini. Yess, cinta yang merupakan anugerah dari Sang Maha Cinta. Jadi makna cinta itu sangatlah luas.

Seminggu terakhir di bulan Maret, saya mendapat kesempatan untuk belajar di Yogyakarta. Serangkaian kegiatan saya lakukan dari mulai rafting, travelling, sharing dan hal lainnya.

Menariknya, semua hal yang dibahas tak pernah lepas dari bahasan cinta. Bagaimana tidak, cinta memanglah unsur yang mampu menjadikan setiap aktivitas kita menjadi bermakna. Bahkan unsur cinta itulah yang membuat kita selalu berupaya agar aktivitas kita bernilai ibadah. Yess, karena cinta untuk Sang Maha Cinta.

Sebagai individu, kita akan selalu berinteraksi dengan individu lainnya. Saling bercengkrama, bekerjasama, bahkan bisa jadi bertikai. Bisa dipastikan bahwa setiap orang mempunyai banyak tempat dalam beraktvitas. Pertanyaannya, mampukah kita selalu menjadi apa adanya disetiap tempat yang kita pijak?

Guru saya mengatakan bahwa manusia memiliki banyak topeng dalam dirinya. Hal itu sangat baik karena ada kalanya topeng dibutuhkan dalam beberapa kondisi. Disaat itulah gunakan topeng. Orang yang pandai menggunakan topeng rata-rata sudah pandai dalam mengenal dirinya.

Lalu bagaimana dengan orang yang masih sulit untuk mengenal diri? Alih-alih menggunakan topeng, justru dia sendiri bingung dengan topeng yang digunakannya.

Saat bertemu orang kadang suka jaim, suka ga bisa diem dan hal lainnya. Intinya gak jadi diri sendiri.

Teringat salah satu obrolan dengan salah seorang sahabat tentang teori cinta. Katanya, “orang jatuh cinta itu akan merasa dag dig dug jika ada di dekatnya”. Hayo Anda yang ngerasa, benerkah suka dag dig dug?

Yes, itu adalah perasaan alamiah yang muncul dalam diri manusia. Sudah sewajarnya ada perasaan yang hadir. Persis saat kita takut, bahagia, merasa terancam dan lainnya. Namun haruskah selalu seperti itu?

Ternyata ada pengalaman lain yang berbeda. Masih dari sahabat saya, ia sampaikan hal lain tentang cinta. Katanya, “terkadang cinta tak membuat kita merasa dag dig dug saat di dekatnya, justru karena cinta itulah yang membuat kita biasa aja dan merasa nyaman untuk menjadi diri sendiri saat berada di dekatnya”.

Well, dimana pun Anda berada. Belajarlah untuk mencintai dan menjadi diri Anda sendiri. Setiap hal yang Anda lakukan akan mengajarkan banyak hal baru.

Menjadi diri sendiri bukan berarti hanya menjadi Anda pada saat ini. Justru menjadi diri sendiri adalah fase dimana Anda mau untuk terus memperbaiki diri sehingga kelak akan menjadi pribadi yang semakin hebat.

Saat Anda bercengkrama dengan banyak orang, Anda akan semakin nyaman karena memang itulah diri Anda. Tinggal asah kekuatan dan berikan kontribusi terbaik.

Kalo kata Poo dalam film Kungfu Panda, “tak ada resep rahasia apa pun yang membuatku menjadi hebat, yang ada hanyalah menjadi diri sendiri”

Yes, ini memang tentang cinta dan tentang diri sendiri.

Selamat mencintai diri.

Selamat menjadi diri sendiri.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s