Menerima Masukan dengan CINTA

Tentang CINTA

“Mendapat masukan terkadang menyakitkan, namun saat disikapi dengan cinta, semua bisa menjadi indah”

Cinta adalah kata universal yang dikenal oleh setiap insan. Cinta memiliki makna yang sangat indah. Kekuatan cinta berdampak besar menjadi penyangga kehidupan bagi orang banyak.

Salahkah kita jatuh cinta?

Tidak! Cinta adalah fitrah yang diberikan oleh Sang Pencipta. Tinggal bagaimana kita mampu menyikapi rasa cinta yang muncul. Sungguh, cinta bisa menjadi piranti kuat agar kita semakin dekat dengan Sang Pencipta. Sudah seharusnya cinta yang kita miliki bermuara dengan selalu mengharap ridho Allah.

Membahas cinta memang selalu menarik. Alhasil kalo sudah bahas cinta biasanya menjurus pada lawan jenis. Well, itu memang sudah lumrah terjadi dan tidak bisa kita tolak.

Saya percaya diantara Anda mengalami rasa yang berbeda ketika bertemu dengan lawan jenis? Yes, itu bisa jadi cinta. Terima dan salurkan dengan sikap yang baik.

Memasuki awal tahun 2016, saya dihadapkan dengan guncangan perasaan yang terus berputar. Dari mulai urusan pribadi, karir, keluarga dan juga masa depan. Semua saling berkaitan dengan membentuk ikatan cinta.

Sejak saya belajar Husnuzhon dari Pak Hilman, kini saya bisa lebih menyikapi setiap hal dengan lebih tenang dan positif. Hal itu saya aplikasikan pada setiap kecamuk rasa yang terjadi pada diri saya.

Husnuzhon nyata bereaksi. Cinta yang saya alami membuat saya tergerak untuk menjadi lebih baik dan mengarahkannya dengan tujuan ridho sang ilahi.

Dengan cinta saya bisa lebih mudah menerima masukan dari orang-orang tentang hal yang harus saya perbaiki. Cinta membuka mata hati saya bahwa saya harus terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Sampai suatu ketika ada masukan yang membuat saya merasa tertampar.

“Kang Fauzi itu GAK PEKA”!

Jujur, pertama kali dengar masukan itu rasanya sedih. Sekejam itukah diri saya? Ternyata hal yang dulu saya anggap kecil adalah hal yang berdampak buruk bagi sebagian orang. Yes, saya memang BELUM BISA PEKA!

Dengan kerelaan hati saya terima masukan itu. Bagi saya itu adalah tangga yang membuat saya semakin baik. Lagi-lagi cinta itulah yang membuat saya mampu menerima masukan dengan bijak.

Terima kasih untuk kawan-kawan yang selalu meluangkan waktu untuk memberi masukan. Sungguh itu adalah hal berarti bagi saya. Really thanks for you.

Baru satu kisah saja yang sampaikan tentang kekuatan cinta. Cinta itu pula yang membuat saya mampu menerima masukan dengan ikhlas. Saya selalu percaya bahwa orang-orang yang mau memberi masukan dengan tulus adalah orang-orang yang mencintai kita.

Dan taukah apa yang terjadi setelah mendapat masukan bahwa saya “GAK PEKA?”

Kini setiap kali saya beraktivitas kata PEKA selalu menghantui seolah berkata, “ayo Zi belajar PEKA”. So it works.

Untuk itu, yuk mulai saat ini jadikan cinta sebagai alat yang membuat kita mampu bersikap dengan baik. Jadikan cinta agar kita mampu menerima setiap masukan dengan baik.

Percayalah, ada banyak orang yang tulus mencintaimu dengan selalu memberikan masukan padamu. Maka, balaslah cintanya dengan memperbaiki diri menjadi lebih baik.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s