Perjalanan Mengenal Diri

Sejatinya, manusia dilahirkan dengan sebuah peran dan tujuan. Terbentang luas perjalanan yang akan manusia lewati. Perjalanan yang nantinya akan dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Bisakah melewatinya?

Sederhananya, perjalanan tersebut hanyalah piranti untuk menuju kehidupan hakiki. Maka, jadikan perjalanan itu sebagai piranti untuk meraih ridho Allah SWT. Sungguh, sesederhana itulah kehidupan.

Dalam perjalanannya, seringkali manusia merasa kesulitan hanya karena bingung memilih peran dan menentukan tujuannya. Konsep kenal diri pun muncul untuk membantu manusia menemukan peran dan tujuan hidupnya. Lantas apa manfaatnya jika kita mengenal diri?

Setiap peran dan tujuan yang hendak kita raih akan mudah diwujudkan jika kita mampu mengenali siapa diri kita sesungguhnya. Berbagai macam peran Allah hadirkan sebagai upaya untuk melewati perjalanan. Ada yang berperan sebagai tokoh masyarakat, pendidik, pengusaha, karyawan dan peran lainnya.

Peran tetaplah peran. Peran itu pun sejatinya hanyalah alat untuk menggapai ridho Allah. Lalu mengapa harus memilih peran yang tepat?

Seringkali kita merasa lelah saat bekerja hanya karena tidak sesuai keahlian atau tidak disenangi. Idealnya, kita sendirilah yang menentukan peran seperti apa yang hendak kita pilih. Tentunya, semua membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang.

Guru saya, Natisa, yang merupakan penulis buku “crayon untuk pelangi sabarmu” mengatakan bahwa “perjalanan mengenal diri adalah perjalanan yang tak akan pernah berakhir”.

Ya, tak akan pernah berakhir. Pada tingkat tertinggi, sungguh kita tak akan pernah menemukan dengan sempurna karena sejatinya hanya Allah yang mengenal siapa diri kita. Jika seperti itu, apa yang harus kita lakukan?

Teruslah belajar untuk mengenal dirimu. Gampangnya, jadilah dirimu dalam setiap aktivitas. Jangan gunakan topeng hanya karena ingin terlihat keren di mata orang lain. Sungguh, orang yang tulus cinta denganmu akan menerimamu apa adanya bahkan tanpa topengmu.

Tanyakan pada orang-orang terdekatmu tentang kelebihan diri. Boleh jadi feed back dari orang-orang terdekatmu akan menjadi jalan untuk mempermudah proses pencarian dirimu.

Hingga hari ini pun saya terus mengenal diri. Dari mulai ikut pelatihan, ikut tes kepribadian, diskusi dengan orang terdekat dan berbagai macam metode lainnya saya gunakan untuk mengenal siapa diri saya.

Proses tersebut hanyalah salah satu bentuk upaya agar saya sebagai makhluk mampu mensyukuri setiap kelebihan yang telah Allah berikan. Pada akhirnya, apa yang saya miliki akan menjadi tumpuan dalam melaksanakan tugas dan peran sebagai makhluk ciptaan Allah.

Berbagi, saling membantu, saling memberi, menjadikan kelebihan diri sebagai alat untuk melaksanakan peran dan menggapai tujuan. Perjalanan terus berlangsung, maka teruslah berjalanan dengan segenap kemampuan dirimu.

Ingat, perjalanan ini hanyalah piranti untuk menggapai ridho Allah. Maka, jadikan setiap waktu dalam perjalananmu hanya untuk meraih tujuan mulia yaitu ridho Allah SWT.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s