Kutemukan Cinta Dalam Perjalanan

image

“Lakukanlah perjalanan dalam hidupmu agar engkau mampu menjadi pribadi yang bijaksana dan selalu berhusnuzhon”
–Hilman Miftarojak-

Perjalanan adalah hal yang sangat menyenangkan dalam hidup. Sebagian besar orang pun sangat senang apabila melakukan perjalanan, tak terkecuali bagi saya sendiri. Setiap rangkaian perjalanan yang ditempuh, ternyata membuat saya mampu terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Mengapa?

Sesuai quotes yang disampaikan guru saya, Pak Hilman Miftahurojak bahwa perjalanan bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan selalu berhusnuzhon. Orang yang selalu melakukan perjalanan tentu akan menemui berbagai hal baru dalam setiap waktunya. Hal baru tersebut membuat wawasan dan pemikiran semakin terbuka.

Lain halnya dengan orang yang hanya diam di satu tempat. Maka pikirannya pun hanya sebatas tempat tersebut. Ternyata hal tersebut berdampak pada proses kehidupan seseorang, terutama dalam bersikap. Saat ada masalah, orang dengan pemikiran luas mampu berpikir matang dan bersikap lebih bijak. Bagaimana tidak, orang dengan pemikiran yang luas mempunyai banyak referensi dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Bumi ini terhampar begitu luasnya. Rasanya usia kita pun tak akan pernah cukup untuk mengarungi isi dunia ini. Berbagai macam perbedaaan tercipta begitu banyak. Maka perjalanan dilakukan untuk memahami setiap perbedaan yang ada sehingga kita bisa menjadi pribadi yang bijaksana.

Perjalanan bagi setiap orang pun memiliki banyak versi. Bagi saya, perjalanan terindah adalah perjalanan dari satu daerah ke daerah lain dengan berbagai macam keragaman yang telah Tuhan ciptakan. Bahasa lainnya adalah mengarungi keindahan alam di dunia ini.

Menjelang akhir tahun 2015 berakhir, saya bersama teman-teman melakukan perjalanan ke satu daeah di pedalaman Kabupaten Sukabumi bernama “Geopark Ciletuh”. Georpark ciletuh merupakan kawasan wisata yang lokasinya berdekatan dengan ujung genteng. Disana terdapat pantai, air terjun, bukit dan masih banyak lagi.
Hingga kini, kawasan geopark masih jarang dijamah orang banyak karena baru akhir tahun 2014 lalu diresmikan oleh gubernur. Akses jalan menuju lokasi pun masih sangat jelek. Saya dan tim berangkat dari Sukabumi Kota ke lokasi menempuh hingga 7 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi.
Perjalanan asiknya memang saat sedang dijalan. Saya pergi ke lokasi bersama 7 orang teman dari Bandung. Disinilah awal mula hadirnya cinta dalam perjalanan. Bayangkan saja, kami melakukan perjalanan bersama hingga 7 jam perjalanan untuk sampai ke lokasi.

Hal utama yang menjadi fondasi awal perjalanan adalah niat. Tentu perjalanan dilakukan bukan untuk sekedar bersenang-senang, namun perjalanan dalam rangka belajar sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan mengenal alam ciptaan-Nya.

Niat menjadi pilar utama kami saat berpetualang. Alhasil banyak pelajaran yang kami dapatkan selama perjalanan berlangsung. Kebersamaan menjadi hal yang tak terelakan lagi. Hampir 14 jam perjalanan pergi dan pulang berlangsung, luar biasanya kami habiskan bersamaan di mobil.

Rasa saling mengerti tentu menjadi bumbu dalam perjalanan. Ada orang yang pendiam, cerewet dan sifat lainnya. Kebersamaan terasa semakin kental tatkala perjalanan memasuki jalan yang terjal dan sulit dilewati. Alhasil ada yang harus turun dorong mobil, jalan sampai jalannya memungkinkan dilewati sampai menjaga ibu hamil agar tetap terjaga. Wih pokoknya sesuatu deh.

Perjalanan menuju Geopark memang sangat terjal. Satu hal yang paling saya syukuri adalah semangat teman-teman yang selalu ceria. Tak ada sedikit pun rasa untuk mengeluh dan menyerah. Kebersamaan kami yang sudah terbentuk sejak lama membuat kami semangat untuk menuju lokasi. Dengan tagline “my trip my adventure”, membuat perjalanan kami semakin berwarna.

Peribahasa lama memang betul juga, “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Untuk mendapatkan sesuatu yang indah, perlu ada perjuangan yang dilewati. Rasanya kurang greget juga kalo kita mendapat sesuatu tanpa perjuangan yang keras. Betul kan?

Taraaaaa, bahagia begitu membuncah saat kita sudah sampai di tempat tujuan. Sungguh indahnya alam ciptaan Sang Pencipta. Kagum, haru, sedih, sungguh indah alam ini.
Satu pelajaran penting yang membuat diri ini berpikir adalah tentang rasa syukur. Begitu seringnya diri ini mengeluh tatkala dihadapkan dengan masalah. Malu rasanya,padahal begitu banyak keindahan di sekitar yang kita abaikan.

Geopark ciletuh memang membuat kita terpedaya. Selain pantai, ada banyak air terjun yang mengelilingi ciletuh. Kalo dihitung, bisa lebih dari 5 air terjun. Selain itu, kita bisa melihat seluruh panorama ciletuh dari puncak tertinggi bernama bukit pandawa dan panenjoan.

Saat melihat ciletuh dari panenjoan, seluruh pesona ciletuh terlihat sangat indah. Begitu jelasnya pemandangan bila dilihat dari atas. Hal ini pun menyadarkan saya tentang sudut pandang. Pernah saya merasakan bahwa masalah yang saya hadapi begitu sulit. Ternyata setelah dihadapi. Bukan masalahnya yang sulit, melainkan sudut pandang melihat masalahnya yang tidak tepat. Tidak ada yang sulit di dunia ini jika kita hadapi dengan baik.

Niat, kebersamaan, perjuangan, rasa syukur menjadi nilai lebih yang kami dapatkan. Satu hal lagi yang membuat saya semakin sumringah adalah silaturahmi. Alhamdulillah, saya punya teman SMA yang tinggal di ciletuh. Alhasil, kami bisa mendapat penginapan yang sangat murah. Bahkan bisa dapat free lunch dan dinner. Wuahaha

Hampir 5 tahun saya tak jumpa dengan teman SMA saya, Mudrikah. Alhamdulillah Allah pertemukan kami sembari berwisata ke geopark ciletuh. Sungguh banyak makna dan hikmah saat melakukan perjalanan.
Ini bukan lagi soal bersenang-senang dalam perjalanan. Jika hanya mencari kesenangan, bisa jadi kita tidak mendapatkannya. Namun ini soal cinta. Cinta pada dasarnya tidak kami temukan dalam perjalanan, namun cinta membersamai kami dalam perjalanan. Cinta itulah yang akhirnya membuat kami selalu senang dan bahagia.

Dan sesi paling romantis terjadi saat perjalanan pulang. Kalo biasanya dijalan sambil ngakak dan dengerin lagu, kali ini kami tampil beda. Dalam perjalanan pulang kami mengadakan “talk show at the car” dengan pemateri pasangan muda yaitu Ibay dan Imas.

Oia lupa diceritakan bahwa, 8 orang yang ikut dalam perjalanan ini 2 diantaranya sudah menikah yaitu Ibay dan Imas, 2 orang sudah lulus kuliah yaitu saya dan Galih dan 4 sisanya masih kuliah yaitu Vidy, Bastiar, Hasna dan Hilda.

Kembali ke perjalanan pulang, akhirnya kami sepakat mengadakan talk show dengan tema “Keajaiban Nikah Muda”. Wih, temanya membuat semangat kami kembali bangkit. Sontak kami menjadi melek dan siap mendengar ceritanya.
Ibay dan Imas pun menceritakan keajaiban yang mereka hadapi saat menikah. Perjuangannya membuat kami terharu. Dari awal mula proses lamaran, akad hingga menikah.

Semuanya tak ada yang mudah. Selalu ada tantangan dan halangan. Namun itu semua akan menjadi hal biasa saat kita mampu menyikapinya dengan baik.
Satu pesan yang selalu terngiang bagi saya dari obrolan itu adalah tentang niat. Ya, lagi-lagi masalah niat. Saat niat sudah tertancap kuat, maka akan hadir berbagai macam keajaiban.

Alhamdulillah, perjalanan ini memang penuh dengan cinta. Cinta yang hadir dari awal hingga akhir perjalanan.
Bagi saya, perjalanan adalah hal yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan kualitas diri. Sebagai orang yang berprofesi sebagai trainer, wawasan dan pengalaman hidup yang luas menjadi bumbu tersendiri dalam setiap sesi pelatihan.

Apa yang saya sampaikan sebagian besar diantaranya berasal dari pengalaman pribadi saat mengarungi berbagai macam perjalanan.
Pada akhirnya saya semakin menyadari bahwa cinta tak akan pernah bisa dilepaskan dalam hidup. Cinta itu anugerah dari Sang Pencipta. Cinta menghadirkan kekuatan dalam setiap perjalanan.

Saat perjalanan dilakukan dengan cinta, maka perjalanan akan semakin penuh dengan keindahan.

Hanum Salsabiela Rais dalam film “99 cahaya di langit eropa”, mengatakan “Pergilah, jelajahilah dunia, lihatlah dan carilah kebenaran dan rahasia – rahasia hidup ; niscaya jalan apa pun yang kaupilih akan mengantarkanku menuju titik awal” 

Siapa pun Anda yang membaca tulisan ini. Mari mulai keluar dari tempat Anda saat ini dan mulailah melakukan perjalanan agar kita semakin memahami makna kehidupan ini.

Bersiaplah untuk menemukan berbagai macam keajaiban dari perjalanan yang kau lakukan.

Selamat melakukan perjalanan dengan cinta.

Kindly Regards,
Fauzi Noerwenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s