Jadilah Egois!

Jadilah Egois!

“EGOISLAH dalam beribadah, kita melakukan ini dan itu adalah untuk KEBAIKAN DIRI di hadapan Tuhan”

-Nati Sajidah-

Egois adalah salah satu sifat jelek yang sebaiknya tak kita miliki. Egois hanyalah mementingkan diri sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Masih ingat cerita kancil yang sering ibu kita ceritakan sebelum tidur? Si kancil menantang kura-kura untuk lomba lari. Yang ia pikirkan kala itu hanyalah kemenangan dirinya dan mempermalukan si kura-kura. Itulah salah satu contoh sifat egois yang kurang baik. Lah emang ada egois yang baik?

Normalnya kehidupan, orang egois akan dijauhi oleh semua orang. Siapa juga yang mau berteman dengan orang-orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Egois! Lambat laun saya menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang aku, aku dan aku. Namun hidup adalah tentang kita. Tentang aku dan teman. Tentang aku dan keluarga. Tentang kita semua. Tak ada rumusnya untuk hidup sendiri bahkan sampai egois.

Namun di satu kesempatan ada seseorang yang selalu menyerukan untuk hidup egois. Anehnya, orang tersebut begitu banyak teman dan rajin sekali berbagi ilmu. Oh iya, orang tersebut adalah Ustadz Hilman Miftahurrojak yang tak lain adalah guru saya.

Sisi egoisnya sebelah mana? Sungguh aneh pikirku kala itu. Sampai akhirnya saya mendapat jawaban dari salah seorang muridnya yang selalu membersamai beliau. Salah satu murid beliau yaitu Mang PS (sebutan akrabnya) menceritakan betapa egoisnya Ustadz Hilman.

“Di tengah-tengah kesibukannya, Ustadz Hilman masih sempat mengurusi hidup kami,” ujar Mang PS. Beliau memang begitu perhatian kepada banyak orang. Filosofinya yang selalu menebarkan cinta membuat saya semakin tidak mengerti tentang egois yang dimaksud. Apa maksud egois yang sebetulnya itu?

Akhirnya Mang PS mengatakan bahwa Ustadz Hilman memang egois. Egois yang dimaksud adalah egois dalam hal kebaikan. Kelak di akhirat perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan dan amal-amal kita akan dihisab. Maka sudah seyogianya saat kita masih hidup harus senantiasa berbuat kebaikan. Berbuat kebaikan harus egois. Intinya harus berlomba-lomba.

Saat dimensi kehidupan beralih dari dunia ke akhirat, maka tidak akan ada lagi yang namanya kerja sama. Di akhirat nanti yang ada pertanggungjawaban masing-masing. Akhirnya egois pula. Maka egoislah dalam kebaikan, egoislah dalam beribadah.

Egois yang kita lakukan akan memunculkan semangat berbagi yang sangat tinggi. Mengapa? Karena kita akan berusaha melakukan yang terbaik untuk diri sendiri yang secara tidak langsung akan memberikan yang terbaik pula bagi orang lain.

Orang egois menolongnya pun terbaik, berbaginya pun terbaik dan ibadahnya pun terbaik. Maka jadilah egois di mata Allah dan tebarkan keegoisanmu agar semakin banyak orang yang melakukan ibadah yang terbaik.

@FauziNoerwenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s