Ayo Mabok Lagi

Ayo Mabok Lagi

“Jika setiap pemabuk merasakan NIKMAT yang begitu mendalam, maka seseorang yang selalu berdzikir merasakan nikmat yang tiada tara KENIKMATANNYA”

Dalam sebuah kumpulan bersama orang-orang hebat di Ciwidey yang bertajuk “Gerakan Husnudzhan”, kami saling berbagi cerita tentang pengalaman hidup yang sudah dilalui. Tentu begitu banyak inspirasi yang saya dapatkan dari berbagai pengalaman yang saya dengar.

Ada satu cerita menarik yang saya dapatkan dari guru saya Ustadz Hilman Miftahurrojak. Beliau menceritakan pengalaman dakwahnya yang luar biasa saat di Ciwidey. Kala itu Ciwidey begitu marak dengan orang-orang yang sering mabuk dan juga narkoba. Sungguh kondisi yang sangat mencekam bagi masyarakat sekitar.

Bagi kebanyakan orang, biasanya saat melihat orang mabuk akan langsung ditegur, memarahi sampai benar-benar geram lah pokoknya. Cara itu baik, hanya saja kondisi tersebut membuat si pemabuk marah bahkan boleh jadi sampai membuat si pemabuk itu benci. Alih-alih mengajak, akhirnya malah semakin jauh.

Lain dengan guru saya tersebut, beliau melakukan satu hal yang sangat berbeda dari kebanyakan orang. Saat melihat orang mabuk, ia malah mendekat dan mengajak ngobrol akrab pemabuk tersebut. Bahkan kalo tidak salah sampai pura-pura mabuk. Karena kondisi pemabuk itu setangah sadar, jadi mana tau air yang diminumnya itu hanya air putih biasa.

“Mang, gimana sih rasanya mabuk itu?” Tanya Ustadz Hilman.

“Wah pokoknya mabuk itu bisa bikin kita fly tadz, enak banget lah.” Jawab si mang pemabuk itu.

“Ah tapi fly dari mabuk itu belum seberapa mang, saya pernah yang nikmat banget sampai ngalahin mabuk,“ ujar Ustadz Hilman melanjutkan.

“Emang iya ada fly yang lebih dari mabuk?” Tanya si mang pemabuk.

“Iyalah ada, makanya saya kasih tahu. Yuk ikut saya ke masjid, saya kasih tahu caranya.” Lanjut Ustadz Hilman.

“Tapi kok ke masjid tadz?” tanya mang pemabuk dengan herannya.

“Udah ikut aja, mau fly kan?” jawab Ustadz.

“Iya,iya mau tadz, “ jawab mang pemabuk dengan tegas.

Singkat cerita, akhirnya Ustadz Hilman mengajak pemabuk itu pergi ke masjid. Disana Ustadz Hilman menjelaskan bahwa sesuatu yang bikin fly lebih dari mabuk itu bukan minuman melainkan berdzikir dengan mengucap Astaghfirullahaladzim.

Sambil menggoda pemabuk tadi Ustadz Hilman mengajak untuk mengucapkan istighfar.

“Mang, coba baca istighfar sambil inget dosa, pasti deh bikin fly.” Ujar Ustadz Hilman.

Astaghfirullahaladzim,kok biasa aja tadz?” tanya si pemabuk.

“Eh bacanya dari hati atuh, inget dosa kamu yang numpuk.” Lanjut Ustadz Hilman.

“oia siap siap tadz. Dosa saya kan banyak, Astaghfirullahaladzim. Wah tadz, bener nih fly banget. Sekali lagi ah, Astaghfirullahaladzim. Asli tadz fly-nya melebihi mabuk. Nikmat.” Ujar si pemabuk dengan senangnya.

“Kalo gitu mulai sekarang ganti mabuknya sama baca istighfar yah. “Tegas Ustadz Hilman.

Dengan cara yang sangat berbeda, Allah hadirkan hidayah bagi si pemabuk dan kini benar-benar bertobat. Saya sendiri sudah bertemu langsung dengan orang tersebut yang kini sebagian waktunya sering dihabiskan di masjid.

Apa yang Ustadz Hilman lakukan menjadi teladan bahwa dakwah pun ada caranya. Dalam ilmu NLP, beliau mempraktekan teknik pacing-leading. Pertama, Ustadz Hilman mengikuti apa maunya si pemabuk sampai beliau pun pura-pura mabuk. Akhirnya si pemabuk merasa bahwa Ustadz Hilman adalah teman. Itulah yang disebut pacing.

Setelah pacing, barulah melakukan leading. Ustadz Hilman akhirnya mengajak pemabuk pergi ke masjid untuk melakukan mabuk yang nikmat banget. Inget loh, bahasa yang beliau gunakan adalah “mabuk”, padahal aslinya adalah dzikir.

Sungguh pelajaran luar biasa yang saya dapatkan dari beliau. Di akhir cerita, beliau menyampaikan bahwa kunci suksesnya adalah selalu berhusnudzhan. Setiap orang itu baik, hanya saja ada beberapa momen yang khilaf. Dengan modal itu, beliau selalu bahagia saat berdakwah. Alhamdulillah dengan bermodalkan husnudzhan, banyak orang yang tersentuh dengan lebih mudah.

Saya sendiri merupakan salah satu orang yang merasakan hal tersebut. Siapa pun Anda yang membaca tulisan ini, yuk mulailah setiap kebaikan kita dengan selalu berhusnudzhan. Percayalah bahwa Allah selalu membantu hal baik yang kita kerjakan.

Jadikan husnudzhan sebagai strategi dakwah kita sampai akhirnya husnudzhan menjadi gaya hidup kita. Selamat berprasangka baik pada semua orang.

@FauziNoerwenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s