Ketika Santri Jatuh Cinta

Ketika Santri Jatuh CInta

“Tiada KISAH paling indah, selain kisah kasih di PESANTREN -ala santri mimkho-

Cinta adalah sebuah kata yang memiliki berjuta makna. Cinta adalah sebuah kata yang mampu mengubah seseorang dari lemah menjadi berdaya. Cinta adalah anugerah yang Allah berikan pada setiap umat manusia. Hidup dengan cinta akan membuat waktu yang dilewati semakin indah tak terasa. Sungguh, itulah keagungan cinta yang terlahir secara alamiah dalam setiap manusia.

Namun sungguh ironis, di zaman sekarang ini cinta sudah memiliki penyempitan makna. Cinta diartikan hanya sebatas perasaan kepada lawan jenis. Alhasil sikap seseorang dalam menyikapi cinta pun menjadi berbeda. Semakin banyak orang yang memahami bahwa cinta hanyalah urusan dengan lawan jenis. Sedih rasanya, karena yang menjadi korban adalah anak-anak muda zaman sekarang. Hei! Makna cinta tidak sesempit itu kawan.

Makna cinta itu luas. Betapa sayangnya Allah kepada setiap makhluknya, itulah cinta. Manusia dengan berbagai macam dosa-dosanya namun masih Allah ampuni, itulah cinta. Perjuangan Rasulullah dalam memperjuangkan islam sampai mengorbankan dirinya, itulah cinta. Perjuangan orang tua dalam mendidik anak-anaknya, itulah cinta. Cinta adalah anugerah yang hadir untuk menjadi pelangi keindahan dalam kehidupan manusia. Lantas mengapa kita masih menyempitkan makna cinta?

Saya sendiri pernah salah dalam mengaktualisasikan kata cinta. Kesalahan sikap yang saya lakukan tentu berujung dengan salahnya menyikapi cinta. Salah satu hal yang menjadi faktornya adalah salahnya media dalam belajar arti cinta yang sesungguhnya. Televisi adalah salah satu media yang menjadi tontonan banyak orang. Banyaknya acara TV yang tidak berbobot berdampak pada gaya hidup anak muda yang tidak karuan. Termasuk dalam persoalan cinta. Kini tontonan malah menjadi tuntunan.

Sampai akhirnya saya belajar banyak tentang makna cinta saat menjadi santri di PPM Miftahul Khoir Bandung. Awalnya tak ada rasa yang berbeda, dari hari ke hari yang dilalui adalah ta’lim. Hingga saya menyadari bahwa banyak santri yang sudah memaknai cinta dengan sebenar-benarnya cinta. Betapa banyaknya santri yang tadzim ke pesantren sampai rela bersih-bersih masjid, membantu ustadz, menjemput ustadz, mensyiarkan pesantren, ternyata itulah cinta.

Tiada kisah paling indah selain kisah kasih di pesantren. Apapun kegiatannya selalu dilakukan bersama, bahkan bercandanya pun menjadi cinta. Aha moment akhirnya saya sadari. Iya, inilah cinta. Bukan hanya sekedar cinta kepada lawan. Namun cinta yang berujung pada keridhoan Allah. Itulah cinta sejati.

Lalu bagaimana dengan cinta kepada lawan jenis? Apakah itu salah? Tidak, itu pun betul. Cinta adalah anugerah yang Allah berikan. Maka saat kita ada rasa yang berbeda saat bertemu lawan jenis, artinya kita manusia normal. Tinggal bagaimana penyikapan kita saat cinta kepada lawan jenis itu hadir.

Yang perlu sama-sama kita sadari bahwa cinta bukanlah tujuan. Cinta adalah alat, sementara tujuan adalah keridhoan Allah. Maka aktualisasikanlah cinta untuk mencapai keridhoan Allah. Bagaimana caranya? Sebetulnya gampang saja, kalo konteksnya dengan lawan jenis, tinggal direnungi saja apakah aktualisasi cinta kita sudah selaras dengan tujuan atau belum.

Berbicara cinta selalu luas seakan tak ada ujungnya. Hidup memang tak akan lepas dari yang namanya cinta. Untuk itu mari kita hadirkan cinta dalam setiap aktivitas kita. Hadirkanlah cinta dengan sebenar-benarnya cinta. Saat beribadah, hadirkanlah cinta. Saat bekerja, hadirkanlah cinta. Saat bercanda, hadirkanlah cinta. Saat bermain, hadirkanlah cinta. Percayalah, saat semua kegiatan yang kita kerjakan dilandasi cinta, maka kita akan merasakan kegiatan yang selalu membahagiakan dalam hidup. Apalagi kalo tujuan cintanya adalah keridhoan Allah. Ini baru so sweet yang paling so sweet.

Jadi, siap untuk menghadirkan cinta dalam setiap kegiatannya?

@FauziNoerwenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s