Disaat harus memilih…

hidup adalah Pilihan

“Saat dihadapkan dengan sebuah PILIHAN, bulatkanlah tekad untuk memilih salah satu PILIHAN tersebut dan percayalah bahwa Allah punya SKENARIO terbaik untuk setiap KEPUTUSAN yang kita ambil”.

Capek, gelisah, bingung, takut, resiko, itulah beberapa gambaran saat hendak mengambil sebuah keputusan. Rasanya setiap orang akan mengalami perasaan yang sama. Sengaja saya menulis hal ini karena beberapa waktu ke belakang ada banyak pilihan yang harus saya pilih. Sejujurnya melelahkan saat saya tetap tidak memilih, namun menjadi melegakan saat akhirnya saya memilih dan menyerahkan pilihan tersebut kepada Allah SWT.

Disaat harus memilih, akan ada banyak pertimbangan yang awalnya mudah menjadi susah.

Disaat harus memilih, akan ada banyak orang yang memberikan saran sebagai solusi, namun hal tersebut membuat kita semakin bingung.

Disaat harus memilih, akan banyak resiko yang kita hadapi selepas pilihan itu dipilih.

Lalu bagaimana cara membuat pilihan yang tepat akurat? Sebelum menjawab hal itu, ada satu hal yang ingin saya ceritakan. Perlu sama-sama kita sadari, bahwa setiap hidup yang kita lewati tak pernah lepas dari yang namanya pilihan. Saat sekolah, kita akan memilih sekolah terbaik. Berbagai pertimbangan kita lakukan agar pilihan yang kita lakukan tepat sasaran.

Saat akan kerja, kita memilih perusahaan terbaik agar karir semakin melonjak dan predikat orang sukses semakin dekat. Bahkan saat hendak menikah, kita harus memilih jodoh terbaik agar mampu menciptakan keluarga yang harmonis. Semuanya adalah pilihan bukan?

Lantas kenapa harus bingung jikalau saat ini kita harus memilih? Bukankah dulu pun kita berhasil memilih dari berbagai pilihan yang ada? Tegas dan yakinlah dengan setiap pilihan yang kita pilih.

Hidup memanglah pilihan. Siap untuk memilih? Ternyata pilihan pun berlaku bagi orang-orang yang sudah mendesain hidupnya. Sebagian orang yang sudah punya career path / daftar impian atau apa pun itu, akan selalu dihadapkan dengan pilihan.

Banyak orang akhirnya mengalami bahwa rencana hidupnya tak sesuai dengan apa yang direncanakan. Mengapa? Ada orang yang setelah lulus akan fokus berwirausaha karena itulah impiannya. Namun apa daya pada akhirnya harus bekerja terlebih dahulu.

Begitu pun sebaliknya, ada orang yang berencana bekerja di perusahaan multinasional, namun kini malah sukses menjadi seorang pengusaha. Apa yang bisa kita ambil hikmah dari hal tersebut? Sederhana kawan, sebaik-baik rencana yang kita miliki, tetaplah rencana terbaik adalah rencana dari Allah SWT.

Jadi gak perlu dong merencakan? Eitss, itu pun pilihan. Yang jelas, orang-orang beruntung adalah mereka yang sudah mempersiapkan dengan baik. Silahkan aja Anda tidak merencanakan, mungkin penggantinya adalah hal yang setara juga.

Lalu bagaimana cara mengambil pilihan yang terbaik?

Inilah jawaban pamungkasnya. Cara mengambil pilihan terbaik ditentukan oleh SIKAP kita dalam memilih. Maka saat hendak memilih, berikan sikap terbaik dengan selalu berHUSNUDZAN. Apa pun yang kita pilih, serahkan hasilnya kepada Allah. Boleh jadi itu tak kita sukai, tapi ada rencana yang lebih indah untuk kita.

Jikalau sampai saat ini Anda masih bingung untuk memilih, SEGERALAH MEMILIH DAN JANGAN PERNAH SESALI!

@FauziNoerwenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s