Berbuat Saja Semampumu

Amal Perbuatan

“Bukan seberapa banyak ILMU yang kita peroleh, namun seberapa banyak ilmu tersebut yang berhasil kita AMALKAN dalam kehidupan”

Ilmu adalah alat yang membuat kita bisa mengenali dunia. Ilmu pun menjadi alat agar kita bisa kembali selamat ke akhirat. Tentunya ilmu akan bermanfaat jika setiap hal yang kita ketahui mampu diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Malu sebetulnya, sejak TK sampai kuliah saya belajar, namun sedikit sekali yang mampu saya aplikasikan. Padahal apalah arti sebuah ilmu jika itu hanya menjadi pajangan. Poin penting yang seharusnya kita lakukan adalah mengamalkannya.

Bicara mengamalkan sebuah ilmu adalah bicara akhlak. Mengapa? Manusia belajar sebagai upaya untuk memperbaiki kehidupan khususnya akhlak masing-masing individu. Seharusnya saat kita belajar, maka akhlak pun semakin baik. Namun mengapa masih banyak orang yang berpendidikan tinggi namun akhlaknya belum mencerminkan ilmu yang ia miliki?

Boleh jadi salah satu penyebabnya ada dalam niat. Niat menjadi hal yang paling mendasar, sehingga saat mencari ilmu niat kita harus benar-benar baik. Selain itu adalah wujud pengaplikasian dari ilmu. Ilmu kalo sekedar disimpan yah bisa jadi lupa. Perlu kita amalkan.

Berapa banyak orang yang tahu bahwa kebersihan sebagian daripada iman? Namun berapa banyak diantara kita yang mampu menjaga kebersihan dengan baik.

Berapa banyak orang yang tahu bahwa olaharaga yang rutin dapat membuat badan sehat? Namun berapa banyak diantara kita yang rajin berolahraga setiap pagi?

Tulisan ini adalah media bagi saya untuk bercermin sehingga saya menyadari banyak hal yang sering saya lupakan. Harapan saya tulisan ini membuat saya tergerak untuk melakukan hal yang sudah saya ketahui.

Seseorang yang mampu mengamalkan ilmunya walau sedikit adalah orang yang hebat. Ada sosok yang menjadi teladan di tempat saya tinggal yaitu PPM Miftahul Khoir. Beliau adalah seorang santri yang kini sudah menjadi alumni. Keseharian beliau begitu sederhana, kocak, gokil dan sangat senang bercanda. Sosoknya tidak mencerminkan orang yang pintar. Hihi peace J.Namun teladannya begitu luar biasa.

Dari semua santri yang ada, beliau adalah salah satu yang paling rajin membersihkan masjid. Setiap sore halaman masjid selalu ia pel. Kalo ada kotoran, beliaulah orang yang paling pertama peka. Apa yang beliau lakukan benar-benar mencerminkan akhlak yang sangat mulia.

Saat ditanya oleh saya, mengapa beliau begitu rajin untuk membersihkan masjid sampai kotoran-kotorannya? Beliau menjawab, “kelak kotoran yang kita bersihkan serta kaki yang kita gunakan untuk membersihkannya akan menjadi saksi di akhirat kelak”.

Terdiam dan terpaku saat mendengar jawaban dari beliau. Memang betul, saat hari perhitungan tiba, mulut akan dikunci dan anggota badan lain lah yang akan berbicara. Saat amal perbuatan kita baik, bersyukurlah karena anggota badan pun akan menjawab sesuai dengan amal yang kita lakukan.

Untuk itu, marilah kita perbaiki sikap mulai dari saat ini. Lakukanlah hal yang bisa kita lakukan. Jangan sia-siakan ilmu dengan tidak mengamalkannya. Jadilah pribadi yang bersikap baik dengan selalu berbuat hal yang bermanfaat bagi banyak orang.

@FauziNoerwenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s