Kesalahan Yang Bertuah

Kesalahan Bertuah

“KESALAHAN adalah salah satu hal yang membuat kita BELAJAR tentang ARTI PENTING dari sebuah kehidupan”.

Satu hal yang selalu dilakukan oleh manusia setiap waktunya adalah kesalahan. Seandainya manusia tak pernah berbuat salah, namanya bukan manusia tapi malaikat. Sementara kalo kesalahan yang terlalu parah dan tak ada kebaikannya bukan juga disebut manusia, tapi setan.

Lantas batas wajar kesalahan itu seperti apa? Yang perlu sama-sama kita pahami adalah kesalahan terjadi bukan sengaja diperbuat. Kesalahan hadir akibat dari perbuatan yang dilakukan namun tidak sempurna. Sebagai contoh, saat ada PR dari sekolah dan kita berusaha mengerjakannya, boleh jadi ada beberapa kesalahan dari pengerjaan kita. Itulah yang menyebabkan hadirnya kesalahan.

Kesalahan seperti itu membuat kita belajar. Kita mengetahui hal apa yang kurang sehingga bisa kita perbaiki. Itulah kesalahan yang bertuah. Kesalahan membuat kita belajar dan terus meningkatkan level kualitas diri.

Bagaimana kalo kasusnya kita sengaja membuat kesalahan? Misalnya saat ada PR dari sekolah kita tidak mengerjakannya. Jikalau terjadi seperti itu, maka harus disadari bahwa yang dilakukan tersebut tidak baik. Ujung-ujungnya penyadaran bahwa itu adalah kesalahan. Penyadaran tersebut membuat dia sadar dan akhirnya membuat ia belajar dan tidak akan mengulanginya lagi. Itulah kesalahan yang bertuah.

Sejak kecil, orang tua selalu paling rajin kalo saya selalu berbuat salah. Saat itu juga kedua orang tua saya selalu menegur. Namun uniknya, ketika ditegur saya selalu merasa menolak dan gak mau dinasihati. Akhirnya saya ngambek atau malah makin menjadi. Namun penyadaran baru saya alami setelah beberapa setelahnya. “Oia yah, ternyata apa yang saya lakukan itu salah”. Barulah saya berpikir dan belajar untuk tidak mengulanginya kembali.

Seandainya kesalahan adalah hal yang berulang terjadi, mengapa ada orang yang semakin terpuruk dengan kesalahan namun ada juga yang bisa bangkit dari kesalahan dan menjadi pribadi yang lebih baik?

Jawabannya tergantung bagaimana kita menyikapi kesalahan tersebut. Ada orang yang berpikir saat berbuat kesalahan adalah hal yang tak mungkin dirubah lagi. Akhirnya ia terus melakukan kesalahan. Parahnya ia menyalahkan bahwa inilah takdir yang ia terima. Padahal takdir bisa dirubah kan?

Sementara ada orang yang menganggap saat kesalahan terjadi, maka ada satu titik yang harus ia perbaiki. Akhirnya ia belajar dan mengurangi kesalahan yang ia perbuat.

Pada akhirnya HUSNUDZAN menjadi kunci dari semuanya. Saat kita mampu berprasangka baik, maka perkara tersebut menjadi baik. Untuk itu, marilah belajar untuk terus berhusnudzan sehingga kesalahan yang kita perbuat bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Mengenai bahasan kesalahan diatas silahkan direnungi dengan hati yang paling dalam. Ada satu makna mendalam yang tentunya harus dipahami dengan hati. Harapan semua orang tentu tidak mau berbuat kesalahan. Untuk itu niatkan untuk selalu melakukan yang terbaik sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan itu sangat kecil. Poin pentingnya, jadikan setiap perbuatan kita sebagai piranti ibadah untuk menggapai ridho ALLAH SWT.

@FauziNoerwenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s