Hidup Adalah ALAT!

Husnudzan

“Segala apa yang kita miliki adalah ALAT untuk beribadah demi menggapai ridho ALLAH SWT”.

Dimensi waktu dalam kehidupan hanya terbagi 3 bagian, yaitu kemarin, hari ini dan besok. Kemarin adalah saat-saat kita terlahir ke muka bumi. Fase itu tentu sudah kita lewati. Hari ini adalah fase kehidupan yang sedang kita jalani dan tak akan lama lagi akan segera berakhir. Satu fase terakhir akan segera tiba yaitu KEMATIAN.

Jika direnungi, apalah arti kesuksesan kita dunia jika tidak bisa menjadi bekal untuk akhirat? Untuk itu sudah seyogyanya kita menjadikan kehidupan sebagai piranti untuk menggapai ridho-Nya ALLAH SWT. Lalu bagaimana caranya?

Saya pribadi masih terus belajar untuk mengaplikasikan hal ini. Sengaja saya menulis ini agar ilmu yang saya dapatkan dari guru saya tidak terbang entah kemana. Setidaknya kalo saya lupa sudah ada filenya yang tersimpan dalam tulisan ini.

Ustadz Hilman, salah satu dewan assatidz di PPM Miftahul Khoir menjelaskan bahwa hidup adalah alat untuk beribadah kepada Allah. Hidup yang menjadi alat itu seperti apa? Pekerjaan, Uang, Pernikahan, Sekolah dan lainnya adalah alat. Mari kita coba bahas lebih dalam lagi.

Pendidikan sudah menjadi hal penting bagi semua orang. Sekolah adalah lembaga yang mewadahi hal tersebut. Sebetulnya apa sih tujuan kita sekolah? Serius niatnya mencari ilmu? Atau jangan-jangan niat sekolah sampe tingkat tertinggi agar mendapat pekerjaan yang keren dan gaji yang mentereng? Nah kalo seperti itu, sekalinya tujuan tidak tercapai maka kita akan kecewa. Kok bisa? Karena kita menjadikan sekolah sebagai TUJUAN bukan sebagai alat.

Setiap orang setelah lulus kuliah tentu ingin bekerja kan? Lantas tujuan bekerja apa? Jujur deh, mau kan kalo dapat gaji gede? Iyalah saya juga mau dong. Selanjutnya tinggal kita sikapi. Seandainya kita bekerja hanya untuk uang, maka fokus kita adalah uang. Sekalinya gajinya kecil atau uangnya gak ada, kita pasti kecewa berat. Hayo ada yang merasa seperti itu? Jika iya, maka secara tak sadar ia menjadikan pekerjaan sebagai TUJUAN bukan sebagai ALAT.

Sekolah maupun pekerjaan adalah alat untuk beribadah demi menggapai ridho Allah. Itu niat pertama yang harus selalu tertanam. Saat niat sudah lurus, selesai sekolah tidak mendapat pekerjaan mentereng pun tidak terlalu jadi masalah, karena fokus utamanya adalah ibadah. Sementara pekerjaan adalah bonusnya.

Mengapa sekarang banyak orang yang stress ketika setelah lulus masih menganggur, bekerja tapi gajinya rendah, sekolah tapi gak terkenal, mengapa? Karena mereka menjadikan itu semua sebagai TUJUAN bukan sebagai ALAT.

Untuk itu mari kita rubah paradigm kita. Apa yang kita miliki adalah ALAT untuk beribadah demi menggapai ridho Allah. Yuk mulai dari sekarang tentukan sikap positif agar setiap hal yang kita kerjakan menjadi ibadah.

Selamat menjadikan kehidupan sebagai ALAT beribadah untuk meraih CINTA Illahi.

@FauziNoerwenda

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s