Santri Kehidupan  

Pesantren Mahasiswa Di Bandung

Saat mendengar kata santri, maka kata yang paling pas untuk mendampingi kata tersebut adalah PESANTREN. Siapa yang tak kenal pesantren? Sebagai salah satu pusat pendidikan islam, pesantren selalu mengkader calon ulama-ulama besar di Indonesia. Pesantren bahkan menjadi tolak punggung yang berperan besar dalam memerdekakan Negara Indonesia. Namun tahukah Anda bagaimana pesantren mampu melakukan hal tersebut?

Sejujurnya ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Namun kali ini saya akan membahas mengenai salah satu sifat santri, yaitu pembelajar. Sebagai seorang santri, tentunya belajar adalah hal yang paling utama. Tidak ada hal lain yang bisa menjadi fokus utama selain belajar. Saya sendiri belum pernah merasakan mondok yang full karena dulu memang tidak ada niat untuk pesantren. Namun saat kuliah, Allah menuntun saya hingga bertemulah dengan Pondok Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir di Bandung. Hal inilah yang membuat saya mempunyai cerita baru yang beraroma pesantren.

Salah seorang ustadz di pesantren mengatakan bahwa santri itu adalah pembelajar. Jadi kalo santri salah itu wajar karena sedang belajar. Jadi manfaatkan waktu belajarnya dengan baik. Alhasil bisa kita lihat, santri yang mondok di pesantren itu bukan setahun, dua tahun. Tapi hingga belasan tahun. Waw superkan? Lalu apa yang mereka perbuat? Yah belajar. Alhasil banyak bermunculan orang-orang hebat yang merupakan jebolan pesantren. Dalam kawah candradimukan mereka berproses dengan sabar hingga akhirnya menjadi seorang Bintang Kehidupan.

Kalo saya berkaca pada diri, terkadang menjadi merasa malu. Diri ini baru sebentar sekali belajar tapi sudah sok bisa. Bahkan suka merasa ngakak kalo inget zaman kuliah dulu. Sewaktu jadi mahasiswa, saya ingat betul bagaimana saya idealis yang tanpa ilmu. Hihi. Jadinya sekarang malu sendiri. Nyadar banyak omong tanpa ilmu itu kosong. Makanya musti terus belajar tanpa henti.

Aktivitas saya di dunia training pun membuat saya harus terus belajar. Maka rasa syukur saya terus panjatkan karena Allah masih meridhoi saya untuk terus belajar. Seyogyanya, siapapun dan apapun profesi kita, mari kita sama-sama menjadi santri kehidupan yang terus mau belajar untuk meningkatkan level kualitas diri kita.

Lalu bagaimana cara kita belajar? Banyak media yang bisa kita gunakan untuk belajar. Namun alangkah lebih baik lagi kalo kita mempunyai seorang guru. Dengan begitu akan ada orang ahli yang membimbing kita dan mengarahkan jikalau kita membuat kesalahan. Guru yang membuka pintu, namun kitalah yang melangkah.

Siapapun Anda yang membaca tulisan ini, marilah kita menjadi seorang santri kehidupan. Walau Anda sudah expert di bidang yang geluti, namun proses BELAJAR tidak akan pernah berhenti. Menjadi pintar saja tidak cukup, karena banyak orang pintar yang akhirnya mondok di penjara. Maka jadilah pribadi bijak yang mampu menyikapi setiap permasalahan dengan baik dan adil. Dan proses menyikapi tersebut bisa terjadi saat ilmu kita terus bertambah. Maka teruslah belajar dan jadilah SANTRI KEHIDUPAN.

Follow me @FauziNoerwenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s