Inikah Hari Raya Kemenangan?

selamat lebaran

Kumpul bareng keluarga, THR, baju baru, ketupat, liburan deh. Wah momen apa sih? Arghhh, ternyata besok udah mau lebaran aja yah. Rasanya semua orang pasti udah nunggu datangnya lebaran. Kebahagiaan tentunya saat kita bisa menghabiskan waktu lebaran bersama keluarga. Lalu sebenernya bagaimana sih sikap kita dengan hadirnya lebaran?

Tak terasa bulan suci Ramadhan akan segera berakhir. Bulan yang sangat kita rindukan itu akan segera pergi. Namun sudahkah kita membawa jiwa Ramadhan untuk 11 bulan ke depan nantinya? Perginya Ramadhan akan ditandai dengan hadirnya hari kemenangan yaitu idul fitri.

Pertanyaannya adalah, sudahkah kita meraih kemenangan? Sudahkan kita menyikapi Ramadhan dan lebaran dengan sebagai mana mestinya? Atau kita hanya jadikan sebagai ritual semata. Dimana shaum hanya membahas sahur dan berbuka. Sementara lebaran hanya membahas baju baru. Hanya sebatas itukah?

Kawan, lewat tulisan ini saya hanya ingin sama-sama mengingatkan tentang esensi utama dari pelaksanaan shaum dan hadirnya lebaran. Shaum yang merupakan perintah Allah dan bentuk ibadah kita kepada-Nya merupakan media bagi kita untuk lebih mendekat kepada-Nya. Shaum memberikan kita pelajaran bagaimana kita bisa bersikap lebih dewasa dalam kehidupan. Shaum pula mengajarkan kita agar merasakan keadaan masyarakat yang selama ini jarang sekali merasakan nikmatnya makan. Sungguh, ada banyak sekali esensi yang harus kita jadikan pelajaran untuk 11 bulan ke depan setelah Ramadhan usai.

Lebaran? Ini bukan sekedar ritual tahunan untuk beli baju baru, dapet THR atau makan ketupat. Lebih dari itu, ada sebuah nilai yang harus kita renungi menjelang datangnya lebaran. Lebaran adalah hari kemenangan. Kemenangan kita setelah berhasil mengalahkan hawa nafsu. Kemenangan kita untuk memenjarakan bisikan-bisikan setan. Kemenangan kita dalam menunaikan ibadah shaum Ramadhan selama 1 bulan penuh. Indah bukan rasanya?

Hidup itu tentang bagaimana sikap kita dalam menyikapi setiap kejadian. Nah sekarang, bagaimana sikap kawan-kawan semua dengan perginya Ramadhan dan datangnya hari raya kemenangan? Jawaban dan sikap kita bisa mencerminkan seberapa tinggi level diri kita loh.

Maka dari itu mari sama-sama kita terus belajar agar setiap langkah hidup kita menjadi ibadah. Setiap nafas kita penuh dengan keberkahan. Dan semoga hari kemenangan esok akan menjadi kemenangan abadi sehingga pasca Ramadhan selesai kita akan tetap menjadi pribadi yang taat akan perintah-Nya dan mampu menjauhi larangan-Nya. Aamiin.

Saya pribadi, Fauzi Noerwenda dan keluarga memohon maaf bilamana banyak sekali kesalahan yang saya buat baik kecil atau besar, disengaja atau tidak disengaja. Maaf bila banyak perkataan saya yang melukai hati kawan-kawan, tulisan saya yang menodai hati kawan-kawan. Jujur taka da niat untuk melukai siapapun. Semoga maaf kawan-kawan terbuka untuk saya dan mari sama-sama berdoa agar kita kelak bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin ya rabbal alamin.

Taqobbalahu minna waminkum, taqobbal ya karim. Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H.

Advertisements

2 thoughts on “Inikah Hari Raya Kemenangan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s