Senandung untuk Mamah

Keluarga Bahagia

Pagi ini aku terbangun dengan suasana hati yang berbeda. Ada rasa dimana hati ini merindukan orang-orang yang aku sayangi. Yah, pagi ini aku terbangun dengan digit angka yang bertambah dengan usiaku. Tak terasa, sudah 22 tahun aku singgah di bumi ini.

Aku terbangun dengan rasa syukur karena hingga detik ini ALLAH masih mengizinkan saya untuk tinggal di bumi ini. ALLAH masih memberikan aku kesempatan untuk jadi orang baik. Jika selama ini aku selalu mengkhianati ALLAH, maka cukuplah usia 22 tahun ini menjadi komitmen untuk benar-benar menjadi orang baik.

Satu hal yang paling ku rindukan adalah mamah. Usia 22 tahun menandakan telah 22 tahun pula mamah telah mendidik, merawat hingga membuatku tumbuh dewasa. Mamah yang tanpa henti memberikan yang terbaik walau mengorbankan waktu, tenaga, harta hingga nyawa sekalipun.

Sempat tertegun saat mendengarkan lagu yang dinyanyikan Angel Idola Cilik berjudul lagu cinta untuk mamah.

Apa yang kuberikan untuk mama, untuk mama tersayang

Tak kumiliki sesuatu berharga, untuk mama tercinta

Hanya ini kunyanyikan senandung dari hatiku untuk mama

Hanya sebuah lagu sederhana lagu cintaku untuk mama
Walau tak dapat selalu ku ungkapkan Kata cintaku ‘tuk mama

Namun dengarlah hatiku berkata Sungguh kusayang padamu mama

Lagu cintaku untuk mama…

Yah memang betul, hingga detik ini belum bisa memberikan apapun untuk mamah. Bahkan untuk sekedar tahu, sungguh egois sekali diri ini. Sementara mamah selalu memberikan apapun yang dimilikinya. Apalagi tadi pagi saya mendapat SMS bahwa mamah sudah menyiapkan kado untukku.

Ya ALLAH sungguh tidak adilkah diriku ini?

22 Tahun bukan lagi digit angka yang kecil. Ada tanggung jawab besar yang harus aku emban. Kini jangan terlalu egois dengan segala impian diri. Ingin rasanya di sisa umur ini mewujudkan segala impian mamah. Dan semoga semua itu memang dapat aku wujudkan.

Terima kasih mah untuk cinta tulus yang engkau berikan.

Terima kasih untuk kasih sayang yang membuat aku bisa menjadi orang yang berguna.

Terima kasih untuk setiap pengorbanan yang telah mamah berikan.

Semoga aku bisa membuat mamah bahagia. Semoga setiap waktu ke depannya, aku bisa lebih dekat dengan mamah.

Teruntuk mamah dari anakmu yang sedang merindukanmu.

Fauzi Noerwenda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s