FROM GARUT TO RUSSIAN FEDERATION – PART 4 ( TAMAT)

*ditulis oleh Muhammad Iqbal Nurwahid

Sabtu, 20 Juli 2013

  “It’s not only about Dream, but it’s all about Faith, Positive Thinking, and Self-Control.”

            Saya tiba di Bandara Internasional Abu-Dhabi pada pukul 09.00 pagi waktu setempat. Bandara ini benar-benar “The Next Century Things”. Dengan Arsitektur paling menakjubkan yang pernah saya lihat. Saya terpesona dengan besar dan teknologi yang dimiliki bandara ini. Saya mempunyai waktu 3 jam transit. Namun waktu 3 jam tidak akan cukup untuk dipakai melihat-lihat bandara ini, jadi setiba di bandara kami langsung menuju gate E-7 untuk menunggu bis bandara yang akan mengantarkan kami menaiki pesawat berikutnya. By the way, Abu-Dhabi is extremely hot!.

Setelah transit, kami terbang dengan Boeing 777 menuju Moskow. Pada pukul 16.00 sore waktu setempat, saya tiba di Domodedovo International Airport. Alhamdulillah disini kami bertemu dengan 14 orang delegasi Indonesia lainnya beserta rombongan PERMIRA (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia), yang akan mengantarkan kami ke KBRI di Moskow untuk bersilaturahmi dengan Pak Djauhari Oratmangun (Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia).

International Youth Forum Seliger 2013

“Pak Djauhari Oratmangun (Tengah, Atas), bersama Delegasi Indonesia untuk IYF Seliger 2013, dan PERMIRA, di depan KBRI di Moskow.”

Pada saat berdiskusi di dalam ruangan Pancasila, Pak Djo (Sapaan akrab Pak Djauhari), sempat memberikan amanah kepada kami, “Indonesia adalah negara besar, maka selama disana bersikaplah seperti seorang duta dari negara besar.”

International Youth Forum Seliger 2013

Pak Djauhari Oratmangun (Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia)

Kami juga sempat berdiskusi tentang keadaan Rusia saat ini, hubungan Indonesia-Rusia, Perkuliahan di Rusia, dan lain-lain. Beliau mengatakan, mahasiswa Indonesia di Rusia ada 100 orang lebih, jumlah ini sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah mahasiswa dari Vietnam, Myanmar dan Malaysia, yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Well, saya sempat mendengar celotehan yang mengatakan, “Jika kamu dapat bertahan di Rusia, maka kamu dapat bertahan dimana pun.” Dari celotehan ini saya mengasumsikan bahwa kehidupan di Rusia cukup, mengingat banyak pula kasus “Balik Kanan” sebelum perang dimulai yang dilakukan beberapa mahasiswa Indonesia disini. Selain karena itu, penggambaran tentang Rusia yang digambarkan oleh media-barat terutama Hollywood juga sangat berpengaruh, sehingga membuat citra Rusia dimata masyarakat dunia semakin buruk. Lalu Pak Djo mengatakan, Rusia tidaklah seperti yang media-media barat gambarkan, masyarakat kita hanya mengenal Rusia sebagai sebuah negara Komunis, hal ini sangatlah salah. Oleh karena itu sepulang dari sini adik-adik harus menceritakan kepada teman-teman dan kerabat di Indonesia tentang Rusia.

Setelah selesai berdiskusi, kami makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke Red Square untuk melihat St.Basil Cathedral (Ikon Rusia yang sangat terkenal itu). Kami disuguhi makanan Jepang, well walau pun bukan makanan Indonesia tetap harus disyukuri, karena masih dapat bertemu nasi, mungkin selama di Ostashkov, Tver Oblast (Oblast = Daerah) sana kami tidak akan menemui nasi.

International Youth Forum Seliger 2013

St.Basil Cathedral (Kanan) dan Menara Spaskaya (Kiri), terlihat dari mobil kami.

International Youth Forum Seliger 2013

19 Delegasi Indonesia untuk International Youth Forum Seliger 2013, di Red Square, Moskow.

Setelah puas melihat St.Basil Cathedral dan Menara Spaskaya, kami langsung bertolak ke Myakinino Metro Station, untuk menunggu bis yang akan mengantarkan kami ke Ostashkov, Tver Oblast.

Malam harinya kami berangkat menuju Kota Ostashkov di Tver Oblast dan baru sampai ke kota tersebut keesokan harinya. And you know what? It was freezing in Russia, but I love it.

International Youth Forum Seliger 2013

Bersama kawan-kawan dari Indonesia dan Afganistan.

International Youth Forum Seliger 2013

Mengantri untuk registrasi ulang.

Setelah mengantri dan menunggu cukup lama hingga kedinginan, akhirnya kami dibagi kedalam beberapa grup. Saya di tempatkan di grup 484 bersama 4 delegasi Indonesia yang lain. Grup yang sangat menyenangkan dengan latar belakang orang-orangnya yang sangat beragam sekali,  ada yang dari Rusia, India, Nigeria, Pakistan, Austria, Belgia. Tidak hanya itu dari keyakinan pun sangat Diverse, ada Islam, Hindu, Kristen Orthodox, Protestan, Katolik, bahkan Atheis pun ada, dari keberagaman inilah kami belajar untuk saling menghargai satu sama lain.

International Youth Forum Seliger 2013

Group 484, InterSeliger 2013.

Program ini berjalan dengan sangat baik dan menyenangkan, dari mulai Lecture, Diskusi, Out Bond, Rafting, hingga Party. Yes, Party, semua berjalan dengan smooth. Saya menyukai semua program yang ada disini and I think they were pretty much organized. Ada pun program InterSeliger Model United Nations, suatu program Role-Playing dimana kita akan memerankan peran seorang Diplomat dari suatu negara pada simulasi Sidang Umum PBB, Lalu kelas Public Speaking oleh Prof. Sam Potolicchio dari Georgetown University, Amerika. International Debate Club, Heysuccess.com, dan masih banyak lagi.

Kami pun diberikan pilihan untuk memilih sebuah bidang konsentrasi, diantaranya : International Relations (Politik),  Sustainable Development (Sosial & Ekonomi), Arts & Public Relations serta Innovation & Entrepreneurship. Saya pun memilih konsentrasi pada bidang Sustainable Development. Ketertarikan saya terhadap bidang ini tidak lepas dari pembahasan issue yang sedang terjadi saat ini, baik secara lingkup Internasional maupun Regional. Setiap hari dalam lima hari, terdapat 4 Lecture yang wajib saya ikuti. Lecture berlangsung dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, Public Speaking oleh Prof. Sam Potolicchio, Georgetown University.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, Press Conference oleh Mr. Ilya Bykov, seorang asisten profesor, Saint-Petersburg University.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, Networking oleh Mr. Gil Petersil, seorang coach dari meetpartner.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, Local Community Development oleh Mr. Vladimir Kharchenko, seorang Aktivis dari Youth Council of Russia.

International Youth Forum Seliger 2013

Lecture, How to Sustaine our Culture oleh Mrs. Payal Tak, seorang Film-Maker dari India yang mendokumentasikan kehidupan suku-suku Nomad di kawasan Asia.

Setelah semua Lecture selesai, saya mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama kawan-kawan dan mencoba beberapa fasilitas di Seliger ini. Seliger menyediakan fasilitas Olah Raga dan Outbound. Setiap harinya kami memiliki waktu luang dari jam 5 sore hingga jam 1 malam.

International Youth Forum Seliger 2013

Kayak.

International Youth Forum Seliger 2013

Outbound.

Setelah Dinner semua orang berkumpul di panggung utama untuk Evening Meeting, sebuah acara untuk mengevaluasi kegiatan selama satu hari penuh. Lalu dilanjutkan dengan Party. Setiap malamnya, ada penampilan dari penyanyi, band-band lokal, bahkan DJ. Namun bagi sebagian peserta, terutama Muslim lebih sering berkumpul diluar panggung utama. Biasanya kami berkumpul untuk berbuka puasa bersama, shalat magrib & isya berjamaah, lalu sekedar ngobrol, dilanjutkan shalat tarawih, hingga sahur.

International Youth Forum Seliger 2013

Evening Meeting.

International Youth Forum Seliger 2013

Seliger Party.

Pada tahun ini, InterSeliger 2013 diikuti oleh 800 pemuda dari 93 negara di dunia serta 2000 pemuda dari Federasi Rusia. Salah satu program yang paling berkesan dari acara ini adalah “Global Village” Dimana setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan kebudayaan dari negaranya.

International Youth Forum Seliger 2013

My lovely Bangladeshi companion.

International Youth Forum Seliger 2013

My Jordanian Fellows.

International Youth Forum Seliger 2013

My Pakistani brother & sister.

International Youth Forum Seliger 2013

My Spainish friend.

International Youth Forum Seliger 2013

My Australian fellows.

International Youth Forum Seliger 2013

Algerian guys.

International Youth Forum Seliger 2013

My Indian Friends.

International Youth Forum Seliger 2013

Mauritanian brother.

International Youth Forum Seliger 2013

Nepalese people! Bringing the variety of colours.

International Youth Forum Seliger 2013

My Afghan fellows.

International Youth Forum Seliger 2013

Chinese girls, in action!.

International Youth Forum Seliger 2013

My Nigerian brothers

International Youth Forum Seliger 2013

My Egyphtian and Morocoan friends.

International Youth Forum Seliger 2013

My Ukrainian fellows.

International Youth Forum Seliger 2013

My Polandian Friends.

International Youth Forum Seliger 2013

And here are my Russian and Siberian friends, Privet Comrades!.

International Youth Forum Seliger 2013

My most adorable Indonesian friends.

Satu hari sebelum ”Global Village”, kami mengikuti perlombaan tari tradisional. Dari beberapa negara yang mengikuti perlombaan ini, Alhamdulillah Indonesia mendapatkan peringkat kedua dengan menampilkan Tari Saman, Aceh.

International Youth Forum Seliger 2013

Tarian Saman, khas Nangroe Aceh Darussalam.

International Youth Forum Seliger 2013

Alhamdulillah mendapatkan peringkat kedua, setelah kalah bersaing dengan kawan-kawan dari Taiwan.

Delegasi dari setiap negara disediakan sebuah meja untuk menunjukkan segala sesuatu tentang negara mereka! Begitu juga dengan Indonesia. Kami memperkenalkan Makanan dan Cemilan khas Indonesia, Baju dan pernak – pernik Tradisional, Kain Batik, Foto – foto bertemakan alam Nusantara, serta buku – buku mengenai kebudayaan Indonesia.

International Youth Forum Seliger 2013

Salah satu produk khas Indonesia yang membuat, Mr. Gil Petersil melotot kepedesan.

Cerita terakhir yang terjadi adalah bertemu Kepala Divisi Internasional, Kementrian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Mr. Alexander Selivinov, serta seorang Menteri Federasi Rusia yang saya tidak ingat namanya dan Presiden Federasi Rusia, Mr. Vladimir Putin. Sebenarnya masih banyak hal yang layak diceritakan, After all, semua kejadian ini memberikan saya banyak hal berharga, khususnya dalam hal keilmuan dan pengalaman saya. Namun lebih dari itu, ada hal lain yang tidak kalah berharga dari kedua hal tersebut, misalnya.

1. Keep dreaming. Saya sangat percaya terhadap kekuatan mimpi. Seperti apapun bentuknya, rasional maupun tidak, selama impian itu masih menyala, maka bukan hal mustahil untuk terealisasi. Andrea Hirata dan A Fuadi hanyalah salah dua pengejawantahan dalam hal ini. Thanks for your inspiring books! J

2. Keep trying. Iya, tetap mencoba. Gagal adalah hal yang biasa dan lumrah, ada banyak orang sukses di sekitar kita yang dalam sejarahnya, kerapkali mengalami kegagalan, tapi mereka tidak berhenti sampai di situ saja. Kegagalan tersebut selalu mereka jadikan cambuk untuk mencoba lebih keras lagi dan lebih serius lagi

3. Keep praying. Salah satu anugerah terbesar yang Alloh berikan pada saya adalah adanya kesempatan besar yang telah Alloh beri kepada saya untuk mengenal Islam sejak dini. Sebab, Islam memberikan kesempatan buat saya untuk berkomunkasi dan berkeluh kesah kepada Alloh, kapanpun dan dimanapun, lebih dari itu selalu saja ada paket super yang diberikan, seperti Sholat Sunnah saat kita ingin lebih dekat dengan Rosulullah, Sholat Hajat saat kita menginginkan sesuatu yang mungkin sangat mustahil untuk terealisasi, serta Sholat Khouf saat kita takut akan hal buruk / hal yang tidak kita inginkan terjadi dalam kehidupan kita. Indah sekali kan agama Islam ini?

Akhirnya, berangkat dari semua itu, saya semakin rajin bermimpi, mengimpikan masa depan yang lebih baik, masa depan yang mungkin sangat tidak realistis karena ada banyak hal-hal aneh dan tidak masuk akal yang saya masukkan, membuatnya dalam bentuk sebuah perencanaan, dari short, mid hingga long term plan, dan tentu saja, saya sangat yakin, Alloh akan mengabulkannya, sebab saya tahu, Dia maha mendengar semua doa-doa, serta maha kuasa untuk mewujudkan mimpi-mimpi hambaNya ini.

Terima kasih kepada Alloh SWT yang telah memberikan saya kesempatan untuk melihat belahan bumi lain serta bertemu dengan berbagai macam orang dengan bahasa dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk Ibu dan Bapak atas Doa-nya dan selalu menganggap apapun yang saya putuskan akan selalu saya wujudkan. Kang Dimas yang sangat mendukung saya dari awal. Prof. Ina Primiana, Dr. Herry Achmad Buchory dan Pak Sholeh yang telah mengizinkan dan mendukung saya hingga akhir. Terima kasih kepada STIE Ekuitas Bandung, Bank BJB Pusat Bandung, Bank BJB Kantor Cabang Suci, Dodol Picnic Garut, Batik Tulis Rasya, dan As-Sakb Moeslim Wear atas dukungan moral maupun dana yang telah diberikan.

Moskow, Federasi Rusia

31 Juli 2013

Muhammad Iqbal Nurwahid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s