FROM GARUT TO RUSSIAN FEDERATION – PART 3

*ditulis oleh Muhammad Iqbal Nurwahid

 

H – 1
Jumat,  19 Juli 2013

International Youth Forum Seliger 2013

  “It’s not only about Dream, but it’s all about Faith, Positive Thinking, and Self-Control.”

            Hari terakhir, pagi itu saya menghubungi Bang Syafri (Mahasiswa Pascasarjana Hukum UI). Saya hendak menanyakan tentang jasa travel yang beliau gunakan untuk pergi ke Moscow. Lalu saya mendapat keterangan bahwa pemegang kartu ISIC (International Student Identity Card) akan mendapatkan potongan biaya yang cukup besar, namun saya bukan pemegang kartu ISIC L. Seperti mendapatkan angin segar, Bang Syafri menawarkan bantuan untuk melobi pihak STA Travel Jakarta guna memberikan saya paket pelajar. Dengan yakin akan mendapatkan harga pelajar yang kisaran harganya 12.500.000 rupiah, saya beralih sejenak untuk mengurusi Visa. Kali ini saya mencoba menitipkan pengambilan Visa pada rekan saya Rendy (Mahasiswa Satra Rusia UI) dengan melampirkan foto Kwitansi pembayaran Visa lewat whatsapp. Dari Rendy saya mendapat kabar,  bahwa pihak Konsular meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi di karenakan adanya miss-comunication dengan Kementrian Luar Negeri Federasi Rusia. Alhamdulillah Visa pun telah bisa di ambil hari ini dan pihak Konsular mengembalikan $20 yang sempat saya bayar.

Masih belum mempunyai jumlah uang yang ditargetkan, saya mencoba tetap optimis dan berpikir “saya bisa” mendapatkan 15.000.000 rupiah pada hari ini. Jika saya tidak bisa mendapatkan uang itu pada 4 jam berikutnya, berarti saya akan kehilangan kesempatan untuk mengikuti konferensi ini. Satu-satunya harapan saya adalah Kampus.

            Bertekad untuk tidak pernah sekali pun kehilangan harapan sampai detik-detik akhir.

Pada jam 13.00 siang, saya pergi menemui Dr. Herry Achmad Buchory untuk meminta bantuan dana dari pihak kampus. Setelah menjelaskan tentang kesiapan saya, beliau pergi menemui Prof. Ina Primiana. Menunggu keputusan yang akan diberikan kampus benar-benar cukup membuat dag-dig-dug, karena inilah harapan dan upaya terakhir saya untuk mendapatkan dana, ditambah saya hanya memiliki waktu 2 jam lagi. Tidak lama kemudian saya dipanggil Dr. Herry Achmad Buchory untuk ikut bermusyawarah bersama Prof. Ina Primiana dan Pak Sholeh (Kepala B.A.U, STIE Ekuitas). Di dalam ruangan Prof. Ina Primiana, saya berusaha meyakinkan bahwa saya telah mendapatkan Travel Agent yang mampu memberikan seat untuk terbang ke Moscow. Setelah saya memberikan keterangan tersebut, saya diminta untuk menunggu diluar ruangan. Lalu Dr. Herry Achmad Buchory keluar dan meminta saya untuk menelpon pihak Travel Agent (Untuk lebih meyakinkan beliau bahwa saya telah mempunyai seat). Pada akhirnya, Alhamdulillah pihak kampus bersedia menutupi kekurangannya. Setelah prosedur administrasi selesai, saya langsung berlari ke bank terdekat untuk mentransfer dana tersebut, beruntungnya saya mendapatkan harga pelajar (tanpa kartu ISIC), thanks Bang Syafri. Tidak lama setelah transfer saya langsung menerima E-Ticket lewat E-mail, E-Ticket ini harus di print. Alhamdulillah, tiket sudah di tangan dan saya bersiap-siap menunggu jemputan dari Garut.

 

Pada jam 22:00 malam, saya tiba di bandara lalu mencari kawan-kawan yang lain. Ternyata disana telah ada Rizka (Mahasiswi Pendidikan Biologi UNSUR), Sofi (Mahasiswi International Business President University), Yeni (Mahasiswi International Relations President University) dan Bang Syafri. Lalu kami check in, dengan menunjukan E-Ticket yang sudah di print tadi, kami akan mendapatkan Tiket boarding pass. Setelah menimbang beban koper masing-masing, kami harus membayar Airport Tax sebesar 150.000 rupiah, lalu kami mendapatkan Tiket Boarding Pass Etihad. Setelah itu menuju petugas imigrasi bandara Soekarno-Hatta, kami harus menunjukan passport, setelah dicap oleh petugas, satu per satu barang kami diperiksa, tas harus disimpan di konveyor untuk di pindai komputer, dan tidak lupa HP dan benda berlogam harus di lepas dan di simpan di konveyor juga. Bang syafri sempat mengalami masalah disini, karena dia membawa deodoran, lalu disita oleh petugas (deodoran dapat meledak). Setelah melewati semua prosedur administrasi bandara dan beberapa pemeriksaan, akhirnya saya bisa tidur sejenak sebelum kami harus memasuki pesawat pada jam 01.45 dini hari.

Advertisements

One thought on “FROM GARUT TO RUSSIAN FEDERATION – PART 3

  1. Bang Boleh minta contactnya ga? Saya kebetulan keterima di acara interseliger bulan depan
    Saya mau tanya2 sedikit dari mulai visa sampe kegiatan n biaya idup sampe Dana yg kekuras selama Disana
    Heehee
    Boleh balas di email saya di bee_tari@yahoo.com
    Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s