Ternyata mencari uang 5000 pun penuh ketegangan..

jual donat

                Selamat pagi kawan-kawan semua. Kembali pagi ini aku masih bisa menulis dan berbagi kisah indah dengan kawan-kawan semua.

Pagi ini aku ingin berbagi cerita tentang dua orang sahabat saya yang bernama Aris dan Riyad. Mereka adalah sahabat saya di Pondok Pesantren Miftahul Khoir. Ini cerita tentang perjuangan mereka yang mulai berjualan dan mencari tambahan uang untuk kehidupan sehari-hari.

Mereka berdua sama-sama berjualan donat dan memulai jualan pertama di hari yang sama yaitu kamis, 03 Oktober 2013.

Yang akan saya ceritakan pertama kali adalah Aris Maulana. Aris baru saja lulus dari SMA dan untuk tahun ini memutuskan menunda perkuliahannya karena ingin fokus dulu mengasah skillnya sebagai seorang pelukis.

Sembari mengisi waktu luangnya, maka Aris memutuskan untuk berjualan donat. Kamis kemarin baru saja ia mulai perjuangannya tersebut. Saat ia ceritakan pengalamannya, sungguh membuat kami yang mendengar kagum sekaligus bisa tertawa dengan puasnya. Mengapa? Inilah kisah unik dari perjuangan Aris saat menjual donat untuk pertama kalinya.

Pagi itu ia putuskan untuk pergi ke Kampus perhotelan Ariyanti di daerah pasir kaliki dan berjualan disana. Ia mengawali dengan kampus ariyanti yang kebetulan ada temannya. Namun ternyata disana tidak menghasilkan. Lalu putuskan untuk mulai keliling di daerah sana. Dengan langkah yang serba tegang ia terus saja berharap agar donatnya ada yang beli. Ia tawari kepada penjual dijalan, masuk ke TK, lalu SD, namun tetap saja belum juga berhasil. Yang paling kocak saat ia memberanikan diri untuk masuk ke pasar. Ketika itu ia melihat sebuah lapak kosong. Ia berpikir untuk mencoba menyimpannya disana. Tanpa basi-basi, ia simpan dan ada tulisan yang menginformasikan harga donatnya, yaitu 2000 rupiah.

Tak lama kemudian, ada satpam yang melihat Aris mengisi lapak tersebut. Mungkin karena tidak izin atau entah itu lapak punya orang, satpam itu meniupkan peliut, PRITTTTTT dan mengatakan PELANGGARAN! Kontan, saat itu Aris kaget sambil mikir, emang saya salah apa? haha, akhirnya dengan perlahan ia mulai pergi meninggalkan lapak tersebut. Saat mulai berjalan, ternyata sang ibu pemiliki lapak melihat tingkah aris dan ia teriaki, “donat,donat”. Aris langsung saja pergi dan keluar dari pasar tersebut. Dengan nafas yang ngos-ngosan Aris keluar sambil terus berjualan.

Beruntung ada orang yang mungkin kasihan dan akhirnya ada juga yang membeli donat Aris. Luar biasa, pengalaman pertama yang seru ! Ternyata untuk mendapat uang 5000 rupiah pun penuh dengan cerita yah. Terus berjuang Aris, skenario Allah itu indah.

Lain halnya dengan Aris, Kang Riyad memulai pengalamannya di kampusnya. Kang Riyad merupakan seorang mahasiswa pasca sarjana matematika di ITB. Walaupun ia sedang S2, namun ia tetap menunjukan perjuangan hidup yang gigih.

Kang Riyad membawa donatnya ke kampus saat matahari masih malu-malu untuk muncul. Ekspektasinya masih banyak mahasiswa yang belum makan. Namun ternyata saat mahasiswa mulai datang, belum ada satu pun yang membeli. Yang ada hanya mahasiswa yang bertanya, siapa nih yang jualan donat? Itu saja. Selebihnya? Belum ada yang beli. Hingga kuliah masuk dan kuis dimulai.

Kebayangkan, kuisnya itu matematika, hhmmmm sulitnya seperti apa. Kang Riyad bercerita, saat ia mulai kuis, masalahnya menjadi dua. Pertama sola matematika yang sulit dan kedua donat yang belum juga terjual. Haha, alhasil selama kuis yang terpikir bukan soal melainkan donat.

Beruntung saat kuis selesai dan hendak keluar, mahasiswa yang lain beli dan akhirnya 1 box donat pun habis. Mungkin karena tenaganya habis dipake mikir matematika. ^_^

Kawan-kawan semua, apa pelajaran yang bisa kita ambil? Ternyata perjuangan hidup itu penuh dengan lika-liku. Bahkan untuk sekedar 5000 dari donat pun tak mudah.

Bayangkan bagaimana perjuangan orang tua kita dalam mencari nafkah. Tentunya sangat penuh perjuangan. Lantas bagaimana sikap kita selama ini? Apakah hanya terus meminta? Ataukah jika orang tua kita tidak memberi lalu kita marah?

Kawan-kawanku, mulailah dari sekarang kita merasakan perjuangan mencari uang sendiri. Jangan bangga denga harta milik orang tua. Tapi banggalah dengan harta dari tetesan keringat kita sendiri. Jangan bangga mengatakan itu bapakku, tapi banggalah dengan mengatakan inilah aku.

Selamt berjuang kawanku, teruslah berjalan meraih segala yang kau inginkan. Karena saat itulah Allah akan berikan kado terindah untukmu.

Advertisements

4 thoughts on “Ternyata mencari uang 5000 pun penuh ketegangan..

  1. jadi inget pas kuliah, saya juga pernah jualan donat. Karena melihat keluarga yang dananya sedang kanker alias kantong kering.
    Harus datang lebih pagi ke kampus. Nawarin ke mahasiswa sampe ke dosen..
    cape iya seneng juga iya. Karena dengan jualan donat, waktu itu teman2 saya jadi nambah, jualan sambil kenalan2..
    Seru deh pokoknya..

  2. hei. aku rencana mau ambil s2 mtk itb. mau tanya tentang kuliah disana sama tmn kmu yg kuliah itb. nama twitter atau fb nya apa ya? thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s