Dimanakah cintaku berada?

bunga cinta

                Pagi ini aku kembali bersyukur dan terus bersyukur. Yah, apalagi yang harus kita lakukan selain mensyukuri setiap nikmat Allah yang begitu banyaknya. Dari ujung kaki hingga ujung rambut kita, itu adalah nikmat yang harus kita gunakan.

Alhamdulillah setiap pagi saya coba istiqomahkan untuk menulis dan berbagi dengan niat untuk mensyukuri jari jemari dan pikiran yang telah Allah berikan. Semoga setiap tulisan yang kawan-kawan baca bisa menjadi inspirasi dan pembuka jalan kebaikan. Aamiin.

Kali ini saya mencoba menulis sebuah topik yang terinspirasi dari kawan sekamar saya di pesantren. Tadi pagi, tak sengaja saya dengar ia mengatakan dimanakah cintaku berada?

Mendengar hal itu, saya jadi ingin share tentang cinta yang saya ketahui. Bicara cinta itu sangat kompleks. Semua orang tahu cinta. Semua orang butuh cinta. Tapi cinta seperti apa? Dan dimanakah cinta itu berada?

Dahulu saya pernah terjebak dengan kata cinta. Cinta yang dulu saya kenal hanya karena fisik. Dan ternyata itu bukan cinta. Orang yang pacaran bilangnya cintanya tulus. Hhmmm bisa jadi iya. Dulu saya pernah mengalami hal yang sama. Namun ujung-ujungnya nafsulah yang menguasai dirinya. Lantas dimana letak cinta? Sungguh sudah hilang. Faktanya orang pacaran telah dikuasai oleh nafsu. Cintanya telah tercampur dan menjadi bias. Mau bukti? Tanya aja orang pacaran tentang arti cinta dan tujuan mereka pacaran. Mudah ditebak kok.

Lantas bagaimana itu cinta dan dimana kita menemukan cinta? Pertanyaan itu sebetulnya tidak usah kita cari. Setiap waktu yang kita lewati itu penuh cinta. Bukankah setiap detik kita bernafas? Maka, bukankah itu cinta? Setiap hari kita selalu makan dan dapat rezeki. Bukankah itu cinta? Setiap hari kita masih bisa bertemu keluarga, teman dan lainnya. Bukankah itu cinta?

Kemana lagi kau akan cari cinta. Cinta itu dekat. Cinta itu selalu ada bersamamu. Itulah cinta Sang Khalik kepada para makhluknya. Lalu apa balasan cinta kita untuk-Nya? Ya Allah sungguh tak ada balasan cinta itu. Bagai cinta yang tertolak. Astagfirullahal’adzim.

Dengan cinta pula Allah telah mengirimkan sepasang malaikat ke bumi untuk menemani kehidupan kita. Merekalah orang tua kita yang cintanya selalu tulus untuk kita. Cinta yang tak perlu kita ragukan lagi kemurnian cintanya. Mereka mengorbankan harta, tenaga, waktu, pikiran hingga nyawa sekalipun. Kurang apalagi?

Masih bingung juga mencari cinta. STOP cinta semu yang selama ini kamu lakukan. Mulai datangi cinta yang ikhlas itu. Datangi Allah. Datangi orang tua kita. Dan rasakan keajaiban cinta itu.

Kawan-kawan semua, yang nulis ini pun bukan orang yang sudah pandai atau memahami cinta itu. Saya juga masih belajar untuk mencoba mencintai dengan tulus. Semoga kita yang berniat, selalu mendapat kemudahan dan didekatkan dengan Sang Pemiliki Cinta. Aamiin Ya Rabbal Alamin. Semoga bermanfaat.

Advertisements

4 thoughts on “Dimanakah cintaku berada?

  1. Dan Allah masih sayang kita apabila kita dijauhkan oleh nafsu tersebut/maksiat itu. Bersedih boleh tapi bangkit kembali, harusnya kalau kita diputusin sama pacar kita harusnya kita senang dan berbahagia, karna Allah masih mengingatkan kita masih sayang sama kita 🙂 itu pelajaran yg aku dapet juni lalu..

  2. iya setuju banget nis, hidayah bagi orang2 yg bisa putus itu kayak mutiara, langka banget, maka perlu kita syukuri..dan sekarang kita perlu melakukan yang terbaik krn nikmat yang telah diberikannya 🙂

  3. tugas kita sekarang itu buat orang tua kita bahagia, dan kejar cita-cita kita 🙂 jangan sampai kita kalah sama hawa nafsu kita sendiri, kita harus perjuangin dua hal itu, kita ngga usah mikirin yang lain-lain dulu tentang hal seperti itu, Allah udah nyiapin yang terbaik ko 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s