Keganasan Bumi Perkemahan Ranca Upas

Setiap waktu adalah cerita. Setiap cerita selalu menghadirkan momen-momen indah yang selalu kita kenang sebagai bagian dari kehidupan kita. Hari ini aku kembali teringat sebuah momen indah yang terjadi dua tahun yang lalu. Kejadian dan cerita indah yang bertajuk latihan kepemimpinan.

Tanggal 03-04 Desember 2011 BEM STIE EKUITAS mengadakan latihan kepemimpinan mahasiswa atau yang disingkat LKM untuk calon aktivis yang akan terlibat di organisasi mahasiswa. Saat itu aku terlibat sebagai panitia dan menjadi inspektur atau kordinator lapangan.

Pelaksanaan LKM sebetulnya sama saja dengan latihan kepemimpinan pada umumnya. Namun ada kejadian yang tidak akan bisa kita lupakan. Kejadian yang terjadi di daerah Ranca Upas, Ciwidey.

Hari kedua LKM, 04 Desember 2011 dilaksanakan di bumi perkemahan ranca upas. Ini merupakan hari terakhir yang akan diisi dengan kegiatan lapangan. Jalur yang kita gunakan menggunakan gunung Ranca Upas yang puncaknya kurang lebih mencapai 2000 kaki.

Sebelum kami putuskan jalur tersebut, seluruh panitia melakukan survey terlebih dahulu. Dan setelah beberapa kali survey, maka kami nyatakan jalur itu bisa kita lewati dengan aman.

Akhirnya kami matangkan rencana. Kuatkan tim dan saling memberi semangat. Namun ternyata rencana manusia tidak seindah yang dibayangkan. Allah punya rencana lain. Semua prediksi kita meleset jauh.

Saat hari H tiba, hujan deras lumayan lama. Sementara peserta sudah berada di tengah jalur dan harus turun gunung. Masih ingat, sekitar pukul 3 sore waktu itu. Kondisi peserta semakin lemah. Banyak yang pingsan, hipotermia, dan lainnya. Tanpa memikirkan apa pun, para panitia dengan sigap mencoba mengatasi hal ini dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Buper Ranca Upas

Beberapa panitia saat berada di puncak gunung Ranca Upas, Ciwidey

Sungguh pelajaran yang sangat mahal kita dapatkan. Ada rasa penyesalan mendalam, namun ini semua sudah terjadi. Kawan-kawan semua, seindah apapun rencana kita, sesungguhnya lebih indah rencana Allah. Beruntung semua korban yang sakit dapat terselamatkan dan pulih kembali. Alhamdulillah.

Pesan untuk kawan-kawan semua, saat kita mengadakan sebuah acara. Jangan hanya memikirkan keberhasilan acaranya, tapi pikirkan juga orang lain. Hidup bukan hanya untu kita, bukan hanya untuk prestasi, tapi hidup juga untuk orang lain. Selamt belajar dan selamat menikmati kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s