Sabar itu susah susah gampang

antrian

Panas terik, lalu jalanan macet, banyak orang lalu lalang. Kira-kira bagaimana kondisi orang di saat seperti itu? Hhmmm tentunya penuh dengan emosi bukan. Lihat saja bagaimana kerasanya ibu kota. Selalu penuh dengan emosi dan perdebatan. Beruntung kita yang bisa lepas dari kondisi itu.

Namun ternyata itu semua bukan karena faktor kota atau cuaca loh. Semua kembali pada diri kita sendiri. Hari ini saya mengalami hal tersebut dan melihat pemandangannya secara langsung.

Mahasiswa tingkat akhir di kampus saya, sedang sama-sama mempersiapkan usulan penelitian. Dan tanggal 01 Oktober 2013 adalah waktu pengajuannya. Dimulai dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Lalu dimana letak istimewanya?

Secara kasat mata mungkin sama saja dengan yang lalu-lalu. Antri, masuk dan menghadapi sekertaris program studi dan keputusan. Itu saja polanya. Namun saya coba untuk melihat dari sudut pandang yang lain.

Antrian! Inilah cerita unik yang terjadi pada hari ini. Ternyata yang antri untuk mengajukan usulan penelitian itu sangat banyak. Sejak dimulai jam 10 pagi, orang-orang sudah banyak yang antri. Hingga matahari tepat diatas kepala pun antrian tetap saja penuh. Saya melihat berbagai macam ekspresi yang berbeda dari setiap orang.

Ada orang yang masih sering ngedumel, ada yang gak mau diem, ada yang tenang, hingga ada juga yang keluar masuk. Suasananya benar-benar terlihat rusuh.

Ada satu pelajaran yang bisa kita ambil. Ini tentang kesabaran. Sabar itu sering kita dengar. Namun masih sulit untuk kita aplikasikan. Berbicara sabar itu selalu rumit karena melibatkan emosi dan nafsu kita. Lantas bagaimana agar kita bisa sabar?

Ada beberapa prinsip yang membuat saya merasa lebih tenang jika dalam keadaan terdesak. Pertama dan yang paling utama adalah selalu menyerahkan semua urusan kepada ALLAH SWT. Allah yang Maha Mengabulkan. Jika kita sudah berikhtiar, maka yakinlah Allah akan memberikan hasil terbaik sesuai usaha kita.

Kedua, coba untuk menenangkan diri. Saat dalam keadaan rusuh, pikiran bawah sadar kita selalu terbawa rusuh pula. Maka coba tenangkan dengan menarik nafas. Saat kita menarik nafas, emosi negatif dalam diri kita akan keluar dan itu membuat kita lebih nyaman.

Sebetulnya masih banyak cara agar kita bisa sabar dan lebih tenang. Pada prinsipnya nikmati saja setiap proses yang kita hadapi. Karena setiap momen itu adalah keindahan. Maka cara untuk menikmati keindahan adalah dengan menikmatinya.

Selamat menikmati hidup kawan. Dan teruntuk semua kawan-kawanku yang semester ini mengambil skripsi, semoga kita semua diberikan kemudahan dan bisa lulus barengan nantinya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s