Akhirnya Aku Menikah

Nikah Muda

Hidup adalah perjuangan. Begitu banyak orang bijak yang mengatakan hal ini. Namun hanya sebagian orang yang paham akan maksud dan arti kata ini. Mengapa? Karena banyak orang putus asa karena tidak kuat dengan perjuangan yang dilakukannya.

Hari ini saya ingin bercerita tentang seorang sahabat yang memiliki komitmen kuat untuk menikah. Dia adalah salah satu sahabat saya sejak kecil, namanya Restu.

Sejak kecil kami sering bersama. Tinggal satu kampung dan satu sekolah membuat saya, Restu, Ibay, dan Izhar terus merangkai mimpi bersama hingga hari ini.

Tak terasa cerita kami kecil sudah berlalu dan kini kami sudah beranjak dewasa. Restu yang paling muda diantar kami berempat ternyata memiliki niat untuk menikah terlebih dahulu. Terlihat raut wajahnya yang benar-benar serius. Inilah awal perjuangan dia dimulai.

Saat dinyata mengapa ia ingin segera menikah? Ia menjawab, bahwa ia tidak mau terlalu jauh dalam jurang kemaksiatan. Selama ini potensi kemaksiatan sangat mudah terjadi. Maka dari itu ia ingin menutup potensi kemaksiatan dengan menikah.

Lantas bagaimana biaya nikah nanti? Ia menjawab dengan muka lemas. Itulah yang menjadi pikiran. Saat ini ia hanya seorang guru magang dan juga masih kuliah semester akhir. Namun saya yakin ada rezekinya.

Tentu tak mudah untuk menikah di usia muda. Tantangan yang dihadapi akan lebih rumit. Namun ia beranikan diri untuk menyampaikan hal itu kepada orang tua saja. Alhamdulillah, orang tuanya ternyata memberikan persetujuan. Berbagai kemudahan pun hadir. Biaya yang selalu jadi masalah seakan bukan lagi halangan untuk menggenapkan niatnya tersebut.

Langkah tak pernah berhenti. Ia terus bulatkan tekad dan meluruskan niat dengan selalu meminta pendapat dari para ustadz. Perjalanan terus berlanjut.

Segala persiapan nikah terus dimatangkan, termasuk juga mental dari calon pengantinnya. Hari-hari berlalu terus membuat jantung berdebar. Hingga keluarlah keputusan bahwa pernikahan akan dilaksanakan tanggal 28 September 2013.

Mendengar hal itu jujur saja saya sangat kaget. Mengapa bisa secepat itu? Diantara rasa percaya dan tidak percaya itu saya hanya merenung dan ikut berbahagia.

Yang membuat saya kaget karena dulu kawan saya ini bilang akan menikahnya tahun depan. Tapi ternyata hanya rentang waktu 1 bulan semua akan segera dilaksanakan.

Sungguh haru dan bahagia melihat kawan saya akan segera mengutuhkan sayapnya.

Akhirnya saya kosongkan agenda tanggal 28 September 2013 untuk meluncur ke Sukabumi. Hari bahagia pun tiba. Tak sabar untuk melihat akad nikahnya. Saya hadir tentunya bersama Izhar dan Ibay.

Dengan seksama kami perhatikan akadnya dan Alhamdulillah akhirnya Muhammad Restu Pauji resmi menjadi suami dari Sari Damayanti. Selamat kawan,semoga bisa menjadi imam yang baik bagi keluargamu kelak.

Cerita demi cerita terus berlalu menjadi lembaran indah dalam kehidupan. Sahabat, perjalanan kita masih panjang, mari kita sambut masa depan dengan semangat membara di usia muda kita.

Kehidupan bahagia hanya bagi orang yang mau berjuang, teruslah berjuang meraih kehidupan. Jikalau kau terjatuh, cobalah untuk terus bangkit, bangkit, dan bangkit.

Selamat bahagia.

Dari sahabat terbaikmu ^_^

Nikah Muda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s