Inspirasi Malam Para Pedagang

Romantic Bandung at Night

Keindahan merupakan hal yang sangat diinginkan oleh semua orang. Keindahan itu membuat semua panca indera kita berasa dimanjakan. Mata kita bisa melihat hijaunya alam ciptaan Sang Maha Kuasa. Telinga bisa mendengar sayup-sayup penuh harapan. Mulut bisa mengungkapkan segala perasaan yang dilihatnya. Sungguh suatu keindahan yang nyata. Dan pembaca semua, tahukah dimana keindahan itu bisa kita dapatkan? Yah, tempat kita dilahirkan yaitu negara Indonesia.

Tak dapat disangsikan lagi jika kita berbicara keindahan negeri ini. Semua serba ada. Termasuk dengan salah satu kota yang menjadi dambaan semua orang yaitu Bandung.

Jika kita berbicara Bandung, maka akan muncul banyak deskripsi yang bermunculan. Mulai dari surganya kuliner, tempat liburan yang asyik, surga belanja dan lainnya. Deskripsi itu muncul karena memang nyatanya Bandung menjadi salah satu kota metropolitan di Indonesia. Dan faktanya setiap akhir pekan Bandung selalu padat pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang berlibur untuk melepas penat dari pekerjaan yang dilakukannya. Wahh, benar-benar luar biasa Bandung itu.

Namun apakah benar Bandung seperti yang orang bayangkan? Seindah dan segemerlap itukah? Memang perlu kita yang membuktikan sendiri.

Tiga tahun sudah aku tinggal di Bandung. Lingkungan baru yang membuat aku terus mengalami kehidupan yang berbeda. Bicara deskripsi tadi, memang betul Bandung itu hampir seperti yang orang bayangkan. Sungguh saat indah.

Namun kali ini, aku akan ceritakan sebuah keindahan Bandung dari sudut pandang yang berbeda. Keindahan ini jauh dari kata gemerlap, mewah, atau modis. Namun keindahan ini akan membuat kita lebih merasakan bagaimana Bandung menjadi tempat bagi banyak orang untuk menyambung hidupnya.

Malam itu tanggal 10 September 2013 aku berjalan di sebuah pelataran daerah Simpang Dago. Aku berjalan sendiri dengan ditemani dinginnya udara kali itu. Detak jam seakan terdengar kencang, semakin kencang dan semakin kencang. Ternyata saat itu sudah pukul 22.00 WIB. Mungkin ada yang bertanya, apa yang sedang aku lakukan di waktu malam ini? Memang inilah keindahan yang ingin aku ceritakan pada pembaca semua.

Namun keindahan ini tidak seindah saat kita bisa melihat lampu kota dari atas bukit seperti di bukit bintang atau lainnya. Juga tidak seindah seperti saat kita berada di puncak gunung, pantai atau alam lainnya. Karena memang keindahan ini bukan hanya untuk dilihat oleh mata melainkan dengan ketulusan hati.

Malam itu aku melihat daerah Simpang Dago masih ramai dengan para pedagang. Mereka tampak masih semangat untuk terus berjualan. Juga dengan para pembeli yang menikmati hidangan yang ada. Angin semilir kala itu membuat suasana malam menjadi lebih romantis. Aku terus berjalan sambil melihat banyak kumpulan pedagang yang terus ceria menantikan waktu malamnya.

Para pembaca semua, adakah yang hatinya mulai mengerti dengan keindahan yang dimaksud? Yah, ini semua tentang perjuangan hidup yang dilakukan para pedagang kecil di daerah Simpang Dago.

Berangkat pagi dan pulang malam. Itulah sebagian aktivitas yang dilakukan oleh beberapa pedagnag disana. Dinginnya udara malam bukanlah menjadi halangan bagi mereka. Malah, malam menjadikannya sebagai romantisme yang selalu indah. Demi keluarga tercinta, mereka rela untuk bekerja hingga larut malam. Sungguh suatu pemandangan yang jarang sekali orang perhatikan. Rasa ngantuk terpaksa harus ditahan karena harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Inilah yang namanya perjuangan kehidupan. Sudah sampai mana perjuangan yang kita tempuh?

Salah satu dari mereka ternyata ada yang merantau jauh-jauh dari Jawa. Datang ke Bandung memang berniat untuk berjualan dan memang dagangannya cukup ramai dikunjungi. Coba saja datang dan cari pecel lele di Simpang Dago. Salut deh untuk mereka semua.

Dari segi penghasilan memang tidak sebesar yang diharapkan. Namun malam ini aku mendapat keindahan yang penuh dengan romansa serta dibalut dengan pelajaran kehidupan yang luar biasa. Kita doakan siapapun mereka yang punya niatan baik untuk berjualan mendapat kemudahan dari Allah.

Bandung dengan sejuta keindahannya telah membuat orang terpesona. Aku yang salah satu korbannya telah merasakan keindahan malam di paris van java ini. Perjalanan malam yang menyenangkan. Sepertinya setiap malam Bandung mempunyai cerita tersendiri yang mengagumkan. Mungkin lain kali perlu datang ke daerah lainnya untuk merasakan romansa malam Kota Bandung.

Pembaca semua, pergi keluarlah sejenak dan ternyata tersimpah sejuta hal yang belum kita ketahui. Itulah sekilas perjalan malamku yang penuh dengan pesona. Pesona Bandung dengan kesederhanaannya namun penuh dengan cinta yang tulus.

Advertisements

2 thoughts on “Inspirasi Malam Para Pedagang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s