Kisah Sang Petani Jagung

Cara-Menanam-Jagung

            Di suatu daerah antah berantah, ada suatu perkampungan yang setiap rumahnya memiliki kebun jagung. Mereka setiap harinya berjibaku untuk membuat jagungnya terus bertumbuh baik. Karena perkampungan tersebut semuanya memiliki kebun jagung, maka setiap tahunnya di kampung tersebut rutin diadakan kontes jagung terbaik untuk mengetahui siapakah yang memiliki jagung terbaik.

Uniknya, setiap diadakan kontes ternyata selalu hanya ada satu pemenang. Sebut saja namanya Pak Erwin. Akhirnya datanglah media dari sebuah koran yang ingin mewawancarai Pak Erwin. Mulailah mereka bertanya, “Pak, apa sih yang bapak lakukan sehingga jagungnya selalu menjadi yang terbaik?” Pak Erwin lalu menjelaskan bahwa di setiap musim tanamnya ia selalu memberikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

Lalu mereka bertanya kembali,”mengapa bapak malah memberikan benih jagungnya? Bukankah itu akan membuat para tetangga memiliki jagung yang baik pula?” Dengan tegas Pak erwin menjawab,” justru dengan diberikannya benih jagung ini maka jagung saya akan menjadi terbaik. Hal ini karena serbuk sari yang terbang dari jagung tetangga saya baik pula. Bayangkan kalo seandainya serbuk sari yang terbang dari tetangga saya itu buruk? Mungkin jagung saya pun akan ikut buruk.

Dan benar saja sahabat, walaupun Pak Erwin memberikan benihnya pada tetangga, tetap saja jagung Pak Erwin itu yang terbaik. Lantas apa hikmah dari kisah tersebut?

Sahabat, kisah tersebut sebetulnya erat kaitannya dengan prinsip berbagi. Saat kita berbagi dengan yang lain, entah itu ilmu, materi, atau yang lainnya, sesungguhnya yang terjadi pada diri kita bukanlah berkurangnya hal yang kita bagi itu. Tetapi sebaliknya justru akan terus bertambah dan bertambah.

Sudah banyak orang yang membuktikan hal ini. Kita lihat guru-guru kita yang dengan ikhlas mengajari kita. Mereka terus berbagi dan yang terjadi mereka semakin bahagi dengan kehidupannya.

Sahabat semua, semoga kita diberikan kekuatan untuk senantiasa berbagi dengan yang lain walaupun hanya sedikit senyuman untuk mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s