Segenggam Garam

Alkisah ada seorang pemuda yang tinggal disuatu hutan yang luas. Ia hidup sendiri dan bersahabat dengan lingkungannya. Mungkin kebayang seperti tarzan,haha. Atau apalah menyebutnya.

Suatu ketika ia mengalami sebuah masalah dalam hidupnya. Ia merasakan kehidupan itu rumit dan menyulitkan dirinya. Hal itu membuat ia frustasi. Akhirnya ia putuskan untuk pergi ke daerah yang lain.

Saat ia terus berjalan, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang nampaknya keliatan bijak. Maka ia sapa kakek tersebut dan dengan refleksnya ia ceritakan masalahnya pada sang kakek.

Sang kakek ternyata memang betul-betul bijak. Saat ia sudah mendengar cerita pemuda tadi. Lalu ia memerintah pemuda itu untuk mengambil segenggam garam dan sebuah bejana atau gelas.
garam-dan-telaga

“Nak, masukan segenggam garam tersebut kedalam gelas lalu minumlah,” kata sang kakek.

Saat diminum ternyata rasanya asin, pahit, dan tidak jelas. Sungguh rasa yang memuakkan.

Lalu sang kakek kembali memerintah, “nak, sekarang masukan segenggam garam tersebut ke dalam sungai”

Kembali ia meminum dan ternyata rasanya sangat segar, jauh lebih segar dari air yang ada dalam gelas.

Mulailah sang kakek menjelaskan apa yang sudah mereka lakukan.

Sesungguhnya masalah itu ibarat segenggam garam. Semua orang ternyata memiliki masalah yang sama. Yah, hanya segenggam garam. Itulah masalah kita. Siapaun mereke, mau anak kecil, orang tua, guru, presiden sekalipun, tetap saja masalahnya adalah segenggam garam. Lantas apa yang membedakannya? Bukannya ada masalah kecil dan masalah besar?

Yang membedakan adalah wadah dari diri kita. Dalam diri kita itu adalah hati. Saat kita menjadikan hati kita sebagai gelas, maka rasanya pun akan terasa asin atau pahit karena ruangnnya yang sempit. Namun saat kita menjadikannya sungai, maka itu akan terasa besar.

Maka sesungguhnya yang menjadikan masalah itu besar atau kecil adalah hati kita.

Maka yakinlah dengan positif bahwa masalah itu adalah hal yang membuat kita kuat.

JIka anda mendapat masalah, jangan katakan kepada Allah anda memiliki masalah yang besar. Tapi katakan kepada masalah, bahwa anda memiliki Allah Yang Maha Besar.

Selamat menjadi sungai. ^_^

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s