Kado kecil untuk mamah

                Tak, tik, tuk, suara jam terus berdetak dan berputar. Tak terasa pagi hari berlalu dan malam pun kembali tiba. Terlihat jam sudah menunjukan pukul 00.00 WIB. Teringat bahwa hari ini adalah hari kelahiran mamahku, tepat di tanggal 07 Agustus.

Tampak mamah masih saja semangat di usia yang kini genap setengah abad, 50 tahun. Beliau masih belum tidur juga, padahal waktu sudah sangat malam bahkan pagi. Namun kebaikan beliau tak terbantahkan, beliau masih memasak untuk persiapan lebaran yang jatuh pada esok hari. Sungguh kau begitu baik mah.

Hari –hari terus berlalu. Jika kembali pada masa lalu. Sungguh aku malu dengan segala sikapku pada mamah. Yang seringkali ku lakukan dulu adalah membantah, melawan dan membuat mamah kecewa. Rasanya belum pernah sekalipun aku membuat mamah bahagia. Bahkan untuk sekedar ucapan ulang tahun dan kado pun belum pernah aku berikan untuk mamah. Sungguh malang nian mamah yang mungkin akan merasa bahagia saat anak-anaknya ingat pada hari kelahiran mamah.

Waktu terus berjalan. Aku terus tumbuh dewasa dengan berbagai perjuangan yang telah mamah lakukan. Kini aku bukan anak kecil lagi. Aku adalah seorang mahasiswa yang seharusnya bisa membahagiakan keluarga.

Semakin dewasa umurku ini, maka perasaan ini mulai mengerti akan arti kehidupan. Sebuah kehidupan yang mestinya aku mulai atur setiap waktunya. Dan dibalik itu semua aku mulai mengerti bagaimana perjuangan mamah dalam membuat aku tumbuh dewasa.

Akhirnya di awal tahun 2012, aku mulai sadar. Aku mulai mengerti peran mamah. Dan aku ingin berubah. Akun ingin berbakti pada kedua orang tua. Bukan lagi menjadi anak manja yang hanya bisa minta, minta, dan minta. Kini aku adalah anak yang akan dan selalu membuat keluarga bahagia.

Semenjak itu, aku mulai mencoba untuk dekat dengan mamah. Namun rasa canggung masih saja menggelayuti. Mungkin karen belum terbiasa, untuk sekedar ngobrol pun masih malu. Benar-benar perjuangan yang sulit.

Hingga akhirnya bertemu dengan tahun 2013. Mendekati ulang tahun mamah, kini aku mulai berencana untuk memberikan kado spesial untuk pertama kalinya buat mamah tercinta. Dengan bantuan adikku yang ada di Sukabumi, aku yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Bandung terus mencari kado yang tepat. Setelah mencari sekian lama, maka ditemukanlah sebuah tas cantik untuk mamah. Dibungkuslah kado tersebut dan siap dikirm untuk mamah.

Selain kado itu, salah satu adik kelas saya di kampus, memberikan sebuah kado berupa mukena untuk mamah. Teman saya itu juga ikut mendoakan agar mamah saya segera dipanggil untuk menjadi tamu ALLAH. Aamiin Ya Rabb.

Suasana ramadhan menghiasi persiapan kejutan untuk mamah. Mamah lahir tanggal 07 Agustus 2013. Dan itu bertepatan dengan hari terakhir ramadhan.

Setelah liburan tiba, aku pun pulang ke Sukabumi dengan membawa sejuta asa untuk mamah. Rencana pun disusun. Di hari rabu tepat tanggal 7, aku dan adik berencana memberikan kado terlebih dahulu. Dan esoknya saat liburan tiba, akan menyusul kue ulang tahun yang akan diberikan bersama semua keluarga besar. Dan aksi pun dimulai.

Malam pun tiba. Sekitar pukul 20.00 WIB, aku menyimpan kado di ruangan dekat tv. Dan mamah pun dipanggil untuk segera melihatnya. Jreng, jreng, jreng…. Dengan bahagianya mamah melihat kado tersebut. Dan dibukalah kado kecil dari kami. Dan ternyata mamah sangat suka dengan tas dan mukena yang diberikan. Alhamdulillah.

Kado-dan-Hadiah-Ulang-Tahun-untuk Mamah

Sabar pemirsa… Kejutan belum selesai. Masih ada esok yang lebih menegangkan. ALLAHU AKBAR 3x… Suara takbir menyambut datangnya kemenangan pagi ini. Selesai melaksanakan sholat ied. Maka seperti biasa, seluruh keluarga besar pun akan berkumpul. Dan tibalah kejutan itu akan tiba.

Rencana kembali kami susun. Dengan armada yang lebih banyak, kini kami siap memberikan kejutan untuk pertama kalinya untuk mamah. Suasana mulai hening seperti di kuburan. Detik detik penantian akan tiba. Dan saat mamah masuk ke rumah.. Tara……

Selamat ulang tahun kami ucapkan, selamat panjang umur kita kan doakan. Semua langsung bernyanyi dan menyerbu mamah. Diberikanlah kue untuk mamah. Dan saat mamah akan meniup lilin, air matanya mulai menetes. Yah, itulah tetes air mata bahagia dari mamah. Air mata haru dari seluruh keluarga. Air mata mamah di usianya yang genap 50 tahun.

Ya ALLAH, sungguh aku sangat bersyukur dengan keadaan ini. Biarlah masa lalu yang kelam menjadi butiran debu yang tak akan pernah kembali. Kini dan nanti adalah masa-masa dimana aku akan mengabdikan hidupku untuk membuat wakil ALLAH dimuka bumi yaitu mamah bahagia. Mah, kini aku tidak minta apa-apa lagi. Yang aku minta darimu hanyalah ridho agar anakmu ini bisa menjadi seorang pengusaha sukses yang bermanfaat bagi umat dan tentunya membahagiakan keluarga.

Terima kasih mah atas segala didikan dan yang lainnya. Jujur, aku tak akan pernah bisa membalas kebaikan mamah. Kado kecil tadi hanyalah seungkap perasaan yang ingin aku berikan. Semoga kini dan nanti mamah selalu bahagia dan selalu dimudahkan oleh ALLAH. Aku sayang mamah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s