Sayur Bambu

sayur-gedek
————————————
From: Turyadi WU <yadi@eijkman.go.id>

Seperti biasanya para turis asing kalau mau main nggak peduli waktu.Apa itu
musim liburan apa musim kawin, bodo amat.Alkisah tersebutlah seorang wisman
ditemani seorang guide terdampar di wilayah Karangbolong,Kebumen.Setelah
puas dengan pemandangan panta, mereka jalan-jalan di area pegunungan yang
sejuk dan indah.

Pada saatnya makan siang, mereka bingung karena nggak ada restoran atau pun
cafe,apalagi warteg. Warung makan pun susah dicari. Maklum daerah pegunungan
dan lagi waktu itu bukan musim pesiar.
Maka akhirnya mereka mampir di rumah penduduk. Memang dasar orang Kebumen
baik-baik,mereka disuguhin makan secara cuma-cuma (gratis).

Setelah makan terjadilah dialog:
Turis : “Enak sekali makan siang kali ini.Apalagi sup yang putih.Sup apakah?”

Guide :” Oh, itu sayur rebung,Sir.”

Turis :”Apa itu rebung?”

Guide :”Rebung itu bambu yang masih muda,Sir.”

Turis : “Bambu muda? Orang Indonesia memang pintar masak.Bambu yang masih
muda saja enak apalagi bambu yang tua,pasti sangat enak.”

Guide : “Dasar bule,lu!”

Turis :???????
———————————————
Nah,kapan sampeyan ke Kebumen untuk nyicipin sayur bambu?

Advertisements

2 thoughts on “Sayur Bambu

  1. Karang bolong -kebumen itu daerah asal saya kang…
    Tepatnya di kota gombong..
    Udah ga asing lagi makan sayur rebung..hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s