Tangisan ibu untukmu nak..

            Dengan mengucap Bissmillahirrahmirrahim, akhirnya tangan ini bisa kembali kau gerakan untuk menuliskan tulisan yang ingin saya share untuk kawan-kawan semua. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kawan-kawan semua.

Ini adalah kisah seorang teman saya di lembaga dakwah kampus FORMAIS STIE EKUITAS. Beliau bernama Ade Alfi Nurilham.

alfi di Bincang Syariah TV ONE

Tanggal 02 Agustus 2013 yang lalu adalah hari terakhir saya magang di Dompet Dhuafa Jawa Barat. Ketika jadwal saya sudah selesai, akhirnya saya putuskan untuk datang lagi ke kampus dan bersilaturahim dengan keluarga FORMAIS.

Besoknya di hari sabtu saya dapat bertemu dengan keluarga yang telah lama saya tinggalkan. Saya bertemu dengan beberapa orang termasuk Ade Alfi Nurilham. Ketika itu saya mengobrol banyak dengan Ade. Ade bercerita banyak tentang pengalamannya selama di FORMAIS.

Ketika itu saya ingat bahwa Ade dan kawan-kawan FORMAIS sudah dari TV One menghadiri acara bincang syariah yang ditayangkan setiap sahur. Ade yang pada acara itu mendapat kesempatan untuk bertanya mengaku senang dan bangga dengan pengalamannya.

Lalu saya coba korek lebih jauh tentang komentar dari orang tuanya. Dan disinilah momen itu hadir. Sebuah momen yang mungkin tak akan pernah dapat dilupakan oleh Ade dan keluarga.

Selesainya siaran off air di TV one, Ade langsung memberi kabar pada orang tuanya. Ternyata apa yang dilakukan orang tuanya? Setiap jam 4 pagi mereka selalu standby di TV One sambil berharap melihat anak kesayangannya ada di layar tv. Namun ditunggu-tunggu dari beberapa episode ternyata belum ada juga. Lalu ade jelaskan bahwa sesinya ade belum dimulai.

Jreng,Jreng,Jreng… Akhirnya penantian itu tiba juga. Saat itu keluarga ade sedang menyaksikan secara bersama-sama dirumahnya. Dan ternyata Ade muncul bahkan menjadi sorotan saat Ade bertanya. Rasa bangga nampaknya menyelimuti keluarga Ade, sontak semua keluarga Ade yang sedang menonton menangis ketika melihat Ade ada di televis. Sungguh suatu ketulusan yang tak akan pernah terbayar oleh apa pun.

http://www.youtube.com/watch?v=bUWPtZOzxoI&feature=youtu.be

Kawan-kawan, sebetulnya apa hikmah dibalik itu semua? Kembali ini semua tentang orang tua. Tentang sepasang malaikat di dunia yang selalu memperhatikan kita. Orang tua sebetulnya tidak pernah meminta apa pun dari kita. Mereka tidak menginginkan uang, mobil, atau harta lainnya.

Sejujurnya dari hatinya yang paling dalam, orang tua kita itu hanya menginginkan anaknya bahagia. Karena saat kita bahagia, maka orang tua pun akan bahagia.

Kawan, maka dari itu mulai hari ini kita harus membuat mereka bahagia. Caranya? Yang sedang kuliah, ayolah berkuliah dengan rajin. Jawab kebahagiaan itu dengan prestasi yang baik. Begitu pun yang sudah bekerja atau berbisnis, jawablah kebahagiaan mereka dengan prestasi.

Ingatlah kawan, bila perlu tanyakan pada orang tua kita. Mengapa mereka menangis bahagia? Maka mereka akan menjawab bahwa saya bangga melihat anak saya sukses.

Selamat membahagiakan orang tua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s