Burung elang yang malang..

Siapa yang tak kenal burung elang?

cerita inspirasi

Sorot matanya yang tajam, agresif saat memburu dan tangguh dalam bertarung. Sungguh sosok yang tangguh jika menjadi manusia. Siapa sih yang tak ingin sekuat elang? Siapapun mau. Namun tidak jika elang tersebut hanyalah bersifat seperti ayam.

Suatu ketika ada seekor ibu elang sedang menggendong anak elang terbang bersama kawanannya. Mereka terbang secara bersama dan nampak indah terlihat dari kejauhan. Saat terbang semakin jauh, anak elang yang sedang digendong tak sengaja terjatuh. Akhirnya kawanan elang pun mencari bersama-sama. Namun karena tak terlihat anak elang itu pun dinyatakan hilang. Mereka pun terpaksa harus meninggalkan anak elang yang masih kecil itu.

Sementara itu, anak elang terjatuh ke suatu tempat yang banyak sekali ayam, dan ternyata itu adalah kandang ayam. Ia ditemukan oleh seekor induk ayam dan diuruslah seperti seekor ayam.

Kini hari-hari elang menjadi berbeda. Ia harus hidup di lingkungan ayam. Bermain dengan ayam dan makan pun persis layaknya ayam. Semakin lama ia tinggal, maka ia semakin nyaman dengan lingkungan barunya sebagai ayam.

Namun fitrah tak bisa terbantahkan. Suatu ketika ia sebagai burung merasa ingin terbang. Rasanya seperti ada yang berbeda. Fitrah itulah memang fitrah seekor burung. Lalu ia putuskan untuk mencari bukit lalu terbang.

Saat berada di bukit, seekor anak ayam berteriak, “Hei anak elang, jangan kau dekati bukit bahaya. Kita ini ayam, mana mungkin bisa terbang”. Akhirnya ia pun tidak jadi terbang.

Hari-hari yang ia lewati semakin hampa. Rasa ingin terbang itu terus menggelayuti pikirannya. Akhirnya ia putuskan untuk kembali terbang dan pergi ke bukit. Lagi-lagi ada seekor ayam yang meneriaki, “hei anak elang, sudahlah kau ini sekarang ayam. Kau tidak akan pernah bisa terbang, tidak akan pernah!”

Akhirnya apa yang terjadi? Sang elang semakin merasa bahwa ia adalah ayam, dan ia tidak bisa terbang. Kata-kata itu semakin masuk ke alam pikiran bawah sadarnya. Hingga sampai akhir hayat hidupnya pun sang elang tetap menjadi ayam.

Kawan-kawan, apa hikmah yang bisa kita ambil?

Seringkali dalam kehidupan kita, banyak orang yang sering melemahkan setiap cita dan potensi kita. Saat kita ingin berbisnis, orang bilang bahwa kita gak bakat jadi pebisnis. Saat kita mau jadi guru, orang bilang bahwa kita gak cocok jadi guru. Banyak sekali hal yang melemahkan kita dan membuat kita lemah.

Dan tahu apa yang terjadi? semakin sering kita mendengar hal itu, maka lebih cepat pula kita akan menjadi ayam.

Kawan-kawanku, teruslah melangkah dengan yakin disertai dengan potensimu itu. Sesungguhnya kau itu adalah elang bukan ayam!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s