Kisah Raja dan 3 Putranya

Kisah Raja dan 3 Putranya

Membuat sebuah analogi dari persoalan yang diberikan. Pemimpin memiliki tujuan.

Durasi                        : 10-15 Menit

Peralatan                  : Komputer/Laptop, LCD Projector

Jumlah peserta        : > 25 orang

Teknis                       :

  1. Fasilitator menceritakan sebuah kisah : ( Alternatif bisa menggunakan alat bantu komputer/laptop, LCD projector dan diirnigi musik, dengan demikian membuat suasana pelatihan lebih hidup ).

Di lembah Baliem yang subur, berdiam suku Dani yang pekerjaan utamanya bercocok tanam namun gemar berperang. Suku ini dipimpin oleh seoarang raja yang sangat bijaksana. Beliau memiliki 3 orang putra yang telah dewasa. Karena raja telah tua maka ia memanggil ketiga putranya. Mereka diberi sebuah tugas, yaitu : masing-masing harus mendaki Gunung Jayawijaya dan membawa sesuatu yang menurut mereka paling berharga dari puncak gunung tersebut. “Barangsiapa dari kalian yang dapat membawa barang yang paling berharga, akan menggantikan aku sebagai raja !” Putra pertama berangkat dan pulang membawa sebuah batu dengan 7 warna yang amat berkilau. Putra kedua berangkat dan pulang membawa seikat bunga edelweis yang sangat langka. Putra ketiga akhirnya berangkat dan pulang tanpa membawa apapun. Namun ia bercerita mengenai pemandangan indah yang dilihatnya di balik Gunung Jayawijaya, yaitu sebuah daerah yang dialiri oleh 2 anak sungai dan sangat subur.

Siapakah yang akan terpilih menggantikan sang raja ?

  1. Jawaban : yang dipilih adalah putra ketiga karena dia memiliki visi kedepan.

Nilai yang terkandung :

  1. Salah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah VISI yang jauh ke depan, tidak hanya 1 langkah ke depan namun 2 atau 3 langkah ke depan. Sementara harta dan benda lainnya hanyalah salah satu “kesenangan duniawi” belaka. Orang yang mempunyai VISI bisa meraih kekayaan, kesehatan ,karier, kesuksesan, keluarga, spiritual, dan sebagainya, tapi orang yang tidak mempunyai VISI akan menghabiskan semuanya itu di dalam tangannya karena dia tidak mempunyai tujuan hidup.
  2. Pemimpin yang tidak memiliki visi / tujuan hanya akan membawa pengikutnya jalan ditempat ataupun jika memiliki visi/tujuan tetapi tidak jelas maka akan membawa pengikutnya ke jalan yang salah. Demikian pula dalam hidup kita, jika kita tidak mempunyai suatu arah/tujuan hidup maka kita akan kehilangan gairah/semangat hidup karena tidak tahu apa yang mau dicapai. Apabila kita tidak jelas akan tujuan tersebut, misalkan : kita mencari pasangan hidup yang seksi bisa montok, bisa langsing, bisa gemuk, dan sebagainya. Akhirnya pasangan hidup yang datang pun bisa jadi tidak sesuai dengan dengan keinginan kita karena kita sendiri tidak jelas akan keinginan kita.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s