Keajaiban Gunung Padang

Gunung Padang

            Alam di bumi ini terhampar luas. Mulai dari daratan hingga lautan. Ada rasa tersendiri yang sangat mengagumkan saat aku berada di tempat yang sangat indah. Ternyata tak perlu jauh-jauh untuk melihat sebuah pemandangan indah nan elok. Di negeri kita saja sudah sangat banyak sekali keragaman. Termasuk juga di wilayah rumahku, Sukabumi.

Libur telah tiba. Setelah dua semester aku menjalani dunia perkuliahan di Bandung, kini akhirnya bertemu kembali dengan libur. Aku pulang ke kampung halaman Gunung Goong. Rasa rindu pun terobati saat tiba di rumah. Hari-hari ku lewati tanpa keluar rumah. Tapi bukan Fauzi namanya kalau tak ada hari yang dilewati dengan petualangan.

Awal ceritanya terjadi saat sahabat karibku, Ibay datang ke rumah. Dia mengajakku untuk menemaninya pergi ke Gunung Padang melakukan penelitian tugas kampusnya. Waktu itu rasanya malas sekali untuk bepergian. Namun tidak salah juga kalau ku coba. Tanggal 1 Juni 2011, petualangan pun dimulai.

Udara pagi di hari rabu itu sangat sejuk. Seakan mendukung petualangan kami ke Gunung Padang. Bicara Gunung Padang sendiri, aku tidak tahu persis letaknya dimana, tapi katanya di perbatasan sukabumi dan cianjur. Kami pergi kesana menggunakan setelan lari pagi dan mulai berangkat jam enam pagi.

Petualangan dimulai dengan naik angkot dari rumah menuju daerah cilangla. Dari sinilah perjalanan dimulai. Kami mulai berlari dari cilangla. Kemudian kami susuri rel kereta api. Hingga ternyata kami sampai pada sebuah terowongan bernama lampegan. Terowongan ini dulu pernah roboh, sehingga jalur kereta Sukabumi –  Bandung hingga kini masih belum kembali berjalan. Ternyata terowongan ini sudah sangat tua. Dibangun pada masa penjajahan Belanda tahun 1879, hingga kini tetap masih terlihat indah. Menurut kabar yang ada, jalur kereta Sukabumi – Bandung ini akan segera kembali dioperasikan. Semoga hal itu memang terjadi, sehingga bisa lebih mudah kalo pergi ke Bandung.

Tak terasa juga perjalanan kami, sudah pukul 08.00 WIB ternyata. Setelah keluar dari terowongan, ternyata ada tulisan Cibeber. Sangat kaget juga, ternyata kami jalan hingga sejauh ini. Cibeber itu sudah masuk wilayah Cianjur. Tapi tak apalah, memang keindahan di sepanjang perjalanan membuat kami sangat menikmati alam ciptaan Sang Maha Kuasa ini.

Perjalanan berlanjut. Objek kami Gunung Padang masih jauh. Sempat ada rasa putus asa juga, saat kami bertanya pada tukang ojeg sekitar, katanya untuk menempuh Gunung Padang itu masih puluhan kilo lagi, kalo pake motor pun masih berjam-jam lagi. Namun jiwa petualangan kami tetap bergelora. Tantangan pun kami terima. Kini ternyata jalurnya lebih sulit, sepanjang perjalanannya ternyata menanjak.

Tantangan itu sepertinya bukan apa-apa bagi kami. Apalagi di sepanjang jalan yang kami lewati penuh dengan kebun-kebun teh yang indah. Rasanya malah menambah cerita segar bagi kami.

Di depan tampak ada pertigaan. Waw, perjalanan kami menuju Gunung Padang ternyata menempuh jarak 3 km lagi. Sejenak kami berisitirahat sambil membeli makanan di warung. Cukup lama juga. Saat itu sekitar jam 9 atau 10 kami berada di pertigaan.

Peristirahatan kami ini membuat kondisi badan terasa lebih segar dan siap kembali menuju Gunung Padang. Jalan-jalan yang penuh dengan kebun teh membuat langkah kaki ini berjalan semakin cepat. Semangat itu semakin terasa saat ada plang bertuliskan lokasi situs megalith Gunung Padang tinggal 1 km lagi. Dengan berguyur keringat pada pakaian kami, langkah ini terus berjalan sangat cepat melawan segala rasa lemas dalam diri ini. Hingga akhirnya kami tiba juga di lokasi. Situs megalith Gunung Padang. Inilah nama lokasi yang kami tuju. Ternyata berada di Cianjur, tepatnya di wliayah Cibeber. Dahsyat juga bisa berjalan dari Sukabumi ke Cianjur.

 

 

Gunung Padang

Rasa lelah kami sama sekali tak terasa. Langsung saja kami berfoto sejenak di lokasi. Kami pun bertanya seputar Gunung Padang pada juru kunci disana. Dari informasi yang kami peroleh, ternyata Gunung Padang ini merupakan situs megalih peninggalan zaman purbakalan terbesar se-Asia Tenggara. Hanya saja, hingga saat ini pemerintah belum memperhatikan situs megalit ini.

Tempat ini pun ternyata penuh dengan sejarah. Konon, tempat ini ditemukan pada tahun 1914.

Advertisements

2 thoughts on “Keajaiban Gunung Padang

  1. akang kuliah d stie ekuitas ?
    bisa tlong sya ga ?
    sya btuh rute buat k sna drii smi menggunakan kendaraan umum 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s