Pelajaran Tak Terlupakan

Perjalanan hidup manusia itu sangat singkat. Saat kita terlahir dari rahim ibu ke muka bumi, maka selanjutnya kita akan melihat saat akhirnya kita harus terkubur dalam tanah yang gelap. Lantas hidup seperti apa yang harus kita lakukan agar tak sia-sia ? Tentunya hidup kita semuanya harus bernilai ibadah serta memberikan banyak manfaat untuk banyak orang. Prinsip itulah yang membuatku untuk selalu semangat dalam memperbaiki diri.

Berbicara tentang manfaat. Mungkin kita semua mengenal siapa Yusuf Mansyur, Aa Gym, Chairul Tanjung, serta banyak tokoh lainnya. Mereka itu semua terkenal karena manfaat yang diberikannya. Untuk itu, aku pun hadir dengan niat ingin menebarkan kebermanfaatan untuk umat. Media yang akan ku gunakan adalah training. Mengapa harus training ? Alasannya karena aku bercita-cita ingin menjadi seorang trainer muda internasional yang akan menebarkan kebermanfaatan untuk seluruh masyarakat di seluruh penjuru dunia.

Semua hal besar itu ternyata harus kita mulai dengan hal yang paling kecil. Saya kemudian mulai bergabung dengan berbagai macam lembaga training serta ikut berbagai macam pelatihan. Suatu ketika saya mendapat sms dari teman saya di kampus. Isinya kurang lebih memberi tahukan bahwa ada sebuah organisasi yang akan membantu kita untuk terlibat aktif untuk menjadi trainer. Organisasi tersebut bernama Karisma Salman ITB. Dari sms yang saya dapat, ternyata di Karisma ada divisi event & training yang menjadi wadah bagi kita untuk mengembangkan bakat menjadi trainer. Tanpa pikir panjang akhirnya saya sms untuk meminta bergabung mengikuti Karisma.

Beberapa hari setelah saya sms, balasan dari Karisma tak kunjung ada. Apakah pendaftarannya sudah ditutup ? Ataukah smsnya tidak terkirim ? Berbagai dugaan terus aku pikirkan hingga tetap tak jua ada balasan.

Takdir ! Mungkin itulah kata yang pas untuk aku gambarkan pada perjalananku ini. Keinginannku untuk menjadi trainer itu sangat kuat. Alhasil pada sebuah training yang aku ikuti di Bandung, ada satu momen yang membuat aku berhasil menemukan jejak Karisma. Saat itu secara tidak disengaja, aku bertemu dengan ketua umum Karisma, yaitu Kang Aji Imam Muflih. Dari beliau akhirnya aku mendapatkan informasi yang akurat tentang Karisma. Pertanyaan yang waktu itu aku utarakan adalah tentang trainingnya. Ternyata jawaban beliau meyakinkan aku untuk bergabung dengan Karisma. Singkat cerita akhirnya aku mendaftar dan akan mengikuti rangkaian penerimaan Karisma atau yang biasa disebut pembinaan calon pembina (PCP).

Kegiatan PCP berlangsung beberapa pertemuan. Saat itu kegiatannya hanyalah kajian. Pikirku, mana kegiatan trainingnya ? Mungkin ini hanyalah proses seleksi saja, barulah setelah itu ada trainingnya, pikirku. Puncak kegiatan PCP yaitu diklat PCP yang dilaksanakan tanggal 21-22 April 2012 di Nurul Fikri Camping Ground. Akhirnya diklat itu menjadikan aku resmi sebagai pembina muda Karisma dan tergabung bersama GF Muflih.

Perjalanan bersama Karisma pun dimulai. Aku sudah tak sabar ingin segera bergabung dengan tim training karisma. Setelah mulai masuk lebih dalam lagi, ternyata aku baru sadar bahwasannya Karisma itu organisasi yang mirip dengan lembaga dakwah kampus. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Yang jelas aku berpikir positif. Aku yakin dengan mimpiku menjadi seorang trainer. Dan Allah menghendaki aku menjadi trainer yang berakhlakul karimah. Maka dari itu aku bergabung dari Karisma agar akhlakku benar.

Eksistensiku di Karisma bisa dibilang jarang. Awal-awal masih ada rasa canggung dan malu. Barulah mulai membaur saat acara SI UMI tanggal 06-08 Juli 2012., Dari acara itu pula aku berkenalan dengan pembina Karisma lainnya termasuk Kang Yasin. Beliaulah orang pertama yang mengajakku untuk bergabung dengan training yang akan dilaksanakan di SMA 12.

Karisma mendapat undangan training dari SMAN 12 Bandung dalam acara masa orientasi siswa. Dalam kesempatan itu pula aku mendapat kehormatan untuk menjadi MC di training tersebut. Perasaan senang akhirnya melanda diriku. Inilah momen pertama yang telah aku tunggu. Tanggal 11 Juli 2012 menjadi penantian pertamaku.

Hari pelaksanaan pun tiba. Ada dua sesi training yang akan dilaksanakan. Pertama, training sukses mulia dengan belajar dengan pembicara Teh Eva Fauziah. Kedua simulasi hakikat hidup manusia dengan pengisi tim trainer Karisma.

Pengalaman pertama ini memberikan pelajaran berharga bagiku. Apalagi saat training SHDM. Rasa salut dan banggaku untuk pembina Karisma. Sebuah kerjasama yang solid, kekompakan yang luar biasa, dan kepercayaan yang tinggi membuat SHDM menjadi kenangan manis dalam hidupku.

Hari-hari selanjutnya terus aku lewati bersama Karisma. Kini kepengurusan baru sudah dibuka. Aku akhirnya bisa menjadi pengurus. Dan divisi yang aku inginkan adalah BKT (Badan Koordinasi training). BKT inilah yang nantinya akan mengatur jalannya training di Karisma.

Petualangan baru saja dimulai. Di BKT aku bertemu dengan orang-orang super. Ikhwan, Faisal, Aliya, dan Kirani adalah salah satu dari manusia super tersebut. Inilah sebuah cerita manis yang aku dapatkan.

Sejak aku bergabung dengan BKT hingga saat ini, mungkin akulah yang kontribusinya paling minim dibanding teman-teman yang lain. Tapi yang aku salutkan dari mereka, setiap informasi kegiatan terbaru selalu saja diberi tahu. Bahkan mereka mampu membuat tim yang solid sehingga BKT terus bertumbuh. Mungkin lewat tulisan ini pula aku ingin meminta maaf khususnya untuk teman-teman BKT. Maaf selama ini aku tidak ikut membantu kalian semua. Dan juga ucapan terima kasih karena kalian telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku yang hebat.

BKT mempunyai program-program kerja yang mantap. Salah satunya adalah SETRIKA (Sekolah Trainer Karisma). Setrika merupakan program yang dirancang untuk menciptakan trainer-trainer Karisma yang setajam SILET. Walaupun peserta yang ikut kian hari kian menipis, tapi aku yakin peserta setrika akan mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa.

Kiprah trainingku di Karisma selanjutnya saat acara Basic Training. Aku berkesempatan untuk mengisi ice breaking pada sesi malam. Waw sungguh suatu hal yang menarik saat berhasil melihat senyuman dari para peserta training.

Perjalanan di Karisma terus berlanjut. Ada satu momen yang membuat aku terus belajar. Karisma mempunyai target untuk menciptakan trainer setajam SILET. SILET ini merupakan istilah yang bermakna Spiritual Leadership. Yang menjadi pertanyaan bagiku adalah apakah aku pantas untuk menjadi trainer di Karisma ? Sementara akhlak dan kepribadianku jauh dari yang diharapkan. Hanya satu kata sebetulnya. Mungkin orang juga tidak memperdulikannya. Tapi SILET inilah yang terus menjadi pendobrak semangat trainingku. Adalah Kang Dipta yang pertama kali mencetuskan nama SILET. Sejak saat itu pula aku mulai berpikir apakah aku pantas untuk menjadi trainer di Karisma ?

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa orang yang berhenti belajar diibaratkan seperti orang yang meninggal. Sementara orang yang terus belajar akan tetap hidup selamanya. Pepatah itu terus membuat aku untuk belajar, belajar, dan belajar. Saat aku berada di Karisma, pembina yang lain pun tahu bahwa aku adalah seorang trainer. Sungguh itu pula yang menjadi pertanyaan buatku. Sudahkah SILET itu ada dalam diriku ? Akhirnya aku mulai coba untuk membuka diri. Belajar keislaman yang lebih dalam dan lebih serius. Proses itu hingga kini terus berlangsung. Aku sadar, aku belum pantas untuk jadi trainer di Karisma. Kepribadianku belum menjadi teladan bagi adik-adik nantinya. Yang jelas aku tak akan pernah berhenti belajar.

Tak terasa waktu semester 1 di Karisma akan segera berakhir. Di semester 2 nanti akan ada perombakan pengurus bilamana ada yang ingin pindah divisi. Sempat aku mendapat pertanyaan itu. Tapi aku putuskan untuk tetap di BKT. Tempatku yang merupakan hasrat terbesarku berada di Karisma. Semester 2 nanti pun akan menjadi kesempatan bagiku untuk menebus dosa. Karena semester 1 aku jarang aktif, maka di semester 2 inilah waktu yang tepat untuk berkontribusi.

Tanda semester 2 akan dimulai yaitu dengan mengadakan rapat kerja. Aku waktu itu datang terlambat. Nah disinilah terjadi suatu momen yang tak aku percaya. Kejadiannya saat dini hari waktu pengumuman kenaikan bina.

Pertama yaitu saat pengumuman pembina yang berhasil naik bina. Dari pembina yang hadir, dikatakan bahwa ada 5 pembina yang gagal naik bina. Entah kenapa saat itu aku merasa dalam kelompok 5 orang tersebut. Wajar aku berpikir seperti itu mengingat kontribusiku yang sangat minim bagi Karisma. Ternyata setelah Kang Azmul mengumumkan nama-nama yang berhasil naik, aku masuk dalam daftar nama tersebut. Yah aku naik bina ! Apakah ini benar ? Yang jelas itu semua akan sangat percuma saat aku tak memberikan kontribusi maksimal ke depannya.

Masih dalam momen yang sama. Yang kedua ini adalah peresmian trainer yang berlisensi Karisma. Lagi-lagi aku kaget. Ternyata aku mendapat lisensi trainer dari Karisma. Sungguh hal yang tak pernah aku duga sebelumnya. Dua kejadian ini mungkin adalah sebuah tantangan bagiku. Untuk menjawab tantangan itu, maka aku harus terlibat aktif di Karisma untuk selanjutnya.

Berbicara tentang Karisma tentunya akan banyak hal yang dibahas. Hanya saja untuk sekarang terbatas pada aturan yang berlaku pada lomba menulis kali ini. Mungkin dalam kesempatan yang lain akan ku sampaikan lagi.

Di akhir tulisan ini, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk seluruh keluarga Karisma yang telah menerima aku sebagai bagian dari kalian. Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan disini. Kekompakan, kerjasama, kekeluargaan, profesional, dan masih banyak pelajaran lainnya yang membuat aku tumbuh semakin dewasa. Aku juga memohon maaf jika selama ini belum bisa memberikan kontribusi yang maksimal. Semoga ke depannya aku bisa lebih terlibat aktif lagi.

Inilah ceritaku bersama Karisma. Cerita manisku yang tak akan pernah aku lupakan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk para pembaca semua. Aamiin.       KARISMA SUPER JUARA !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s