#10.Formais Effect – Fauzi Noerwenda

muda mulia

Apa kabar sahabat-sahabat semua ? Semoga selalu berada dalam rahmat dan lindungan ALLAH SWT.

Saya Fauzi Noerwenda. Perjalanan hidupku dilalui dengan manis. Saya tumbuh menjadi anak kebanggan keluarga. Namun semua berubah saat saya memasuki bangku SMP. Disini saya mulai terjebak dengan dunia pacaran. Hingga akhirnya selama SMP waktuku hanya dihabiskan dengan pacaran, main-main, nongkrong, begadang, bahkan sering
juga judi bola dengan teman-teman. Memasuki SMA pun tetap sama. Saya terus mengenal dunia pacaran lebih dekat. Perlahan saya terus tergoda dan membuat saya terus melakukan dosa.

Perjalanan menjadi semakin berliku saat memasuki dunia perkuliahan. Secara umum sih saya mampu berprestasi di kampus, IPK selalu diatas 3.5, aktif di organisasi pula, bahkan dapat juga berbagai kejuaran mulai dari futsal, lomba cerdas cermat, hingga business plan.

Singkat cerita, awal-awal masuk kuliah saya sudah berniat untuk masuk LDK. Saat itu saya sudah mengisi form pendaftaran Forum Mahasiswa Islam (FORMAIS). Namun setelah mendaftar saya tidak langsung gabung ikut kegiatannya, karena masih ada rasa canggung dengan yang lain. Hingga akhirnya saya dipertemukan dengan Kang Wildan yang merupakan ketua umum FORMAIS saat itu. Pertemuan terjadi secara tidak sengaja. Saat itu saya selesai sholat ashar lalu bertemulah dengan beliau. Dari situ akhirnya saya mulai gabung bersama teman-teman FORMAIS.

  • Kisah bersama FORMAIS

          Cerita baru dimulai. Saya kini mulai menghabiskan banyak waktu bersama FORMAIS. Berbagai kegiatan saya ikuti, salah satunya adalah kajian umum yang merupakan acara rutinan FORMAIS. Hari demi hari terus berjalan membuat saya semakin betah berada di FORMAIS. Walaupun anggota FORMAIS saat itu hanya sedikit, hal itu tak membuatku untuk keluar dari FORMAIS. Yang ada perasaan saya semakin senang. Kekeluargaan yang begitu erat membuat saya merasa memiliki keluarga baru di Bandung. Hal yang membuat saya semakin senang karena saya bisa belajar islam lebih baik. Bahkan dari FORMAIS, saya bisa mengenal banyak orang dari berbagai kampus di Bandung. Adalah Kang Wildan yang memperkenalkan itu semua. Suatu ketika saya diajak ta’lim oleh Kang Wildan di Darusy Syabab. Disitulah saya mengalami perubahan yang sangat besar. Saya bertemu Kang Rendy dan orang-orang yang kini menjadi sahabat-sahabat saya. Fase perubahan terus saya alami waktu demi waktu. Waktu yang akhirnya membuat saya lebih nyaman berada di Bandung.

Keberadaan saya di FORMAIS ternyata tak membuat saya benar-benar aman dari berbagai macam godaan. Entahlah mengapa itu terjadi. Mungkin keimanan saya yang belum benar. Akhirnya saya kembali terjebak dengan dunia yang selama ini membuat saya hancur, yaitu pacaran.

Saya kembali terjebak tepatnya memasuki awal-awal tahun 2011. Saat itu saya seperti buih-buih yang diterbangkan oleh angin. Terbang ke tempat jauh yang tak diinginkan. Satu tahun inilah yang akhirnya membuat saya menjadi jauh dengan Allah.

 

  • Masalah-masalah di FORMAIS

          Waktu terus berjalan seakan menjauh. Tak ada yang menyangka, saya harus naik menjadi ketua FORMAIS masa amanah 2011-2012. Tidak adanya calon dari angkatan 2009 membuat saya yang merupakan angkatan 2010 harus naik menjadi ketua. Inilah awal cerita yang penuh dengan drama.

Saya menjalani amanah sebagai ketua sambil meraba-raba karena organisasi tentang keislaman jarang sekali saya ikuti. Disamping itu saya harus menutupi suatu aib didepan teman-teman semua. Ingin sekali rasanya saya ungkapkan, namun belum juga ada kesempatan yang pas.

Hingga akhirnya teman-teman FORMAIS tahu bahwa saya pacaran. Satu tahun pertama saya menjabat penuh dengan tekanan. Bahkan kajian pernah tidak jalan karena saya sedang pacaran. Saya terus ditekan agar segera putus. Saat itu diri saya masih dikendalikan oleh nafsu, sehingga saya masih menolak dengan hal itu. Kejadian terus berlangsung begitu lama. Semua itu berdampak pada keharmonisan keluarga FORMAIS yang semakin rawan. Akhirnya yang terjadi adalah perdebatan, dihujat, dicerca, dan sebagainya. Sedih rasanya saya melihat keluarga FORMAIS seperti ini terus. Hati ini ingin menangis. Saya sangat sayang dengan FORMAIS dan tidak ingin melihat ini semua terus terjadi pada generasi selanjutnya.

  • Hadirnya hidayah

Teringat akan kata-kata guru saya, Kang Rendy, bahwa hidayah Allah itu ada dimana-mana, tinggal bagaimana kita mau meraihnya atau tidak. Ternyata hal itu benar, memasuki akhir tahun 2011. Teman-teman ikhwan FORMAIS secara tidak direncanakan menginap dikampus dan kemudian melakukan muhasabah. Kang Yudi merupakan tokoh dibalik itu semua. Kami berlima bersama Kang Yudi, Kang Deki, Singgih, dan Iqbal akhirnya melakukan muhasabah.

Malam itulah proses hadirnya cahaya baru dalam hidup saya. Kang Yudi mengajak kami bersama untuk melakukan perenungan diri. Beliau terus memberikan inspirasi. Dan yang paling mengerikan saat Kang Yudi mengeluarkan kain kafan lalu kami disuruh untuk mencium kain tersebut satu persatu dan kain tersebut kami simpan diwajah masing-masing. Tersontak kami semua. Menjerit, menangis mengalir tak tertahan. Kami takut tak bisa kembali ke jalan yang benar. Dosa-dosa kami sangat bertumpuk. Ya Allah, ampuni kami. Ampuni dosa-dosa kami. Ampuni kami yang selama ini telah mengingkari-Mu. Astagfirullahal adzim.

Hari-hari terus berlalu. Setelah kejadian itu ada yang berbeda dari kami, khususnya saya pribadi. Diri ini menjadi lemas tak berdaya. Takut akan segala dosa yang selama ini telah kami himpun. Kami mencoba untuk menjauh dari akhwat, bahkan kalo bisa langsung putus. Tapi disinilah iman kami diuji. Nafsu ini terus mengendalikan dengan sangat kuat. Tak berdaya saya dibuatnya. Hingga keputusan untuk putus pun belum terlaksana.

Cahaya kembali hadir saat saya mengikuti training UTHB. Lagi-lagi Kang Yudi yang mengajak saya untuk ikut training tersebut. Disinilah hati saya kembali dicabik-cabik. Saat itu kami ikut training bersama teman-teman saat muhasabah, kecuali Kang Deki yang tidak bisa hadir. Selesai program itu selesai, saya memutuskan untuk menjaga jarak dengan pacar saya. 1, 2, 3 bulan saya berhasil. Namun setelah itu saya kembali menjadi diri saya yang dulu. Bahkan saya semakin dekat. Saya terus terjebak bahkan semakin parah. Ya Allah ampuni hamba-Mu ini. Ampuni Ya Allah.

Saya terus berdoa kepada Yang Maha Pengampun. Terus memohon hidayah dan terus memohon ampunan. Ternyata Allah memang Maha Mendengar. Tanggal 4-5 Februari 2012 menjadi titik balik hidupku. Saya ikut training muda mulia gratis. Kang Yudi, beliau yang kembali mengajak saya ikut training. Jasa beliau begitu besar dalam hidup saya. Terima kasih Kang Yudi.

Training muda mulia benar-benar menyadarkan diri saya. Akhirnya saya bulatkan tekad, luruskan niat, dan sempurnakan ikhtiar. Tepat tanggal 4 Februari, saya mengakhiri hubungan pacaran saya. Inilah start awal kehidupan baruku dimulai.

  • Fase perubahan

FORMAIS. Inilah tempat dimana saya banyak belajar. Tentang kebersamaan, pengambilan keputusan, ketegasan, bahkan tentang hal lain diluar islam. Semua menjadi pelajaran buat saya. Singkat cerita saya kembali terpilih sebagai ketua masa amanah 2012-2013.

Perjalanan yang baru dimulai. Kini kapal harus benar-benar kokoh untuk menuju samudra yang benar-benar deras nantinya. Perubahan memang membutuhkan waktu. Awal-awal kembali saya menjabat, memang banyak hal yang harus saya benahi. Dan itu membutuhkan waktu, pikiran, tenaga, bahkan uang sekalipun. Tapi tetap luruskan niat untuk hanya mendapatkan ridho-Nya.

Armada perang FORMAIS kini semakin banyak. Hadirnya anggota baru angkatan 2011 menjadi angin segar buat segar. Saya sangat senang dengan kehadiran mereka semua. Karena nantinya merekala yang akan meneruskan tongkat estafet dakwah ini.

Banyak hikmah yang terus saya ambil dari berbagai kejadian yang saya lewati. Semua itu membuat saya semakin dewasa. Tersenyum sendiri saat saya kembali mengenang masa-masa itu.

Roda dakwah tak akan pernah berhenti. Tentunya akan terus ada generasi-generasi pengganti selanjutnya. Waktu terus berdetak. Tak terasa waktuku di FORMAIS akan segera habis. Artinya saya akan memberikan nahkoda kapal FORMAIS kepada generasi selanjutnya. Ada sebuah harapan besar. Sebuah harapan yang nantinya akan membuat FORMAIS terus berkibar dan yang paling penting adalah berkibarnya bendera islam menandakan inilah kejayaan islam. Kejayaan yang sesungguhnya. Semangat Ikhwanul United dan Rangers Akhwat FORMAIS. Kalianlah punggawa selanjutnya. Kalianlah yang akan mewujudkan cita-cita kami. Allahu Akbar.

Petualanganku bersama LDK FORMAIS akan segera berakhir. Namun perjuangan dakwah ini akan terus saya kibarkan dimanapun saya berada. Sungguh suatu perasaan yang sangat bahagia bisa bergabung bersama FORMAIS. Disinilah saya banyak belajar. Disinilah saya berubah. Dari orang yang belum benar menjadi orang yang benar. Dari orang yang belum baik, menjadi orang yang baik. Inilah saya sekarang, menjadi seorang pembelajar akan semakin dekat denga ridho-Nya.

Bersama FORMAIS pula saya mampu mengasah berlian saya. Kini saya telah menjadi seorang trainer. Inilah yang selanjutnya yang akan menjadi ladang dakwah saya. saya berharap mampu memberikan inspirasi kepada mereka yang belum meliki tujuan hidup. Kepada mereka yang masih tak jelas kehidupannya. Saya tak hanya akan menginspirasi di Indonesia, tapi juga untuk seluruh dunia. Dengan begitu akan semakin banyak orang-orang yang terlahir untuk menerangi dunia ini.

Pesan untuk seluruh aktivis dakwah di Indonesia, khusunya FORMAIS. Teruslah berjuang dijalan Allah. Walaupun kalian letih, lelah, sakit, tak dibayar bahkan banyak yang menghujat. Tapi yakinlah, Allah melihat segala perjuangan kita. Dan Allah pula yang akan membayar kita semua. Mungkin tidak hari ini, tapi suatu saat ini kalian akan merasakan bahwa keajaiban Allah itu ada dan benar-benar terjadi.

Luruskan niat, bulatkan tekad, dan sempurnakan ikhtiar. Allahu Akbar.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s