#5.Formais Effect – Ami Fitria Rahayu

Formais STIE EKUITASSudah menjadi galibnya, setiap mahasiswa baru selalu hadir dengan semangat yang menggebu. Begitupun saya ketika pertama kali menginjakan kaki di kampus ini. Bulan September tahun 2011 silam, saya resmi menjadi mahasiswa Akuntansi program Diploma di kampus STIE Ekuitas. Kampus yang sebelumnya tidak pernah saya impikan, juga jurusan yang tidak pernah saya inginkan.

Selama SMA saya tergolong orang yang abu-abu, Saya sering terlambat datang ke sekolah, pernah juga kabur saat pelajaran tambahan. Kalau teramat bosan, saya tidak segan bolos sekolah. Tetapi, biarpun bolos, saya tidak berani berkeliaran sembarangan, saya lebih memilih diam di rumah dengan alasan sakit. Waktu saya benar-benar dihabiskan oleh hal yang sia-sia. Saya banyak kehilangan kesempatan emas selama di SMA. Dalam pikiran saya : untuk apa belajar? Toh kelulusan hanya ditentukan hasil Ujian Akhir. Masuk Perguruan Tinggi Idaman tidak cukup mengandalakan isi otak, saja, karena isi dompet pun ikut menentukan. Kacau. Kacau. Masa SMA adalah masa paling kacau. Ya, karena yang dijadikan patokan hidup adalah uang.

Saya membiarkan hidup mengalir apa adanya, hingga akhirnya saya terdampar di kampus STIE Ekuitas. Padahal waktu SMA saya sangat terobsesi menjadi seorang WARA, wanita TNI Angkatan Udara. Mungkin karena saya begitu menyukai langit dan segala harapannya. Coba perhatikan film-film yang berbau angkasa, NASA biasanya menjalin kerjasama dengan Angakatan Udara. Rasanya bangga kalau saya bisa mengenakan seragam birunya. Saya selalu berharap kelak akan ada  WARA yang berjilbab, dan itu saya.

Setelah masuk kuliah, saya tidak pernah berpikiran untuk masuk organisasi semacam FORMAIS. Mana mungkin seorang Ami menjadi aktivis dakwah? Apalagi orang tua pun melarang saya bergabung di organisasi yang mengatasnamakan agama. Mungkin karena kekhawatiran mereka melihat perkembangan saya. Ketika itu saya adalah orang yang sedang  mencari jati diri, orang yang berusaha menggali kebenaran sejati. Karena  dasar saya  belum kuat, mereka takut saya tersesat.

Suatu hari disaat jeda kuliah, Ika, sahabat yang baru saya kenal, mengajak saya untuk mengikuti open house FORMAIS. Saya tipe orang yang sulit menolak ajakan sahabat. Awalnya saya tetap berusaha  membentengi tekad untuk tidak terjerumus lebih dalam, sekedar menonton video di Open House FORMAIS. Tapi sekeras apapun hati saya, dengan kuasa  Tuhan semuanya berubah. Saat acara berlangsung hati saya tiba-tiba bergetar, saya seperti mendapatkan petunjuk, bahwa inilah jalan yang dicari, jalan yang akan membawa saya pada kebenaran sejati.

Setelah menghadiri Open House dan Diklat Akbar FORMAIS, saya memutuskan untuk bergabung dengan FORMAIS.  Awalnya saya mengira para aktivis dakwah adalah orang dengan pemikiran konservatif, yang menjalankan ibadah sebatas ibadah-ibadah ritual.Tapi ternyata anggapan saya salah. Melalui FORMAIS saya dikenalkan suatu ilmu, yaitu Ekonomi Islam. Menarik. Ilmu yang tergolong baru bagi saya. Di FORMAIS saya tidak pernah diajarkan bagaimana melaksanakan sholat dengan baik baik dan benar. Tetapi saya dibimbing bagaimana menjalani hidup ini agar seimbang. Saya diajarkan berbagai macam ilmu kehidupan. Ilmu yang membuat saya semakin semangat untuk belajar, menyelami dalam-dalam segala pengetahuan, baik pengetahuan agama maupun dunia. Saya diajak untuk mengenal Tuhan semakin dekat. Hingga akhirnya saya menyadari bahwa dunia dan agama tidak bisa dipisahkan.

Percaya atau tidak, setelah bergabung dengan FORMAIS, prestasi saya di bangku kuliah jauh lebik baik ketimbang di SMA. Berkat FORMAIS saya berhasil mengenali siapa diri saya, serta menyadari potensi apa saja yang Tuhan berikan kepada saya. Saya selalu diarahkan untuk menggali potensi-potensi tersebut agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat. Saya bersyukur bisa menjadi bagian kecil dari keluarga besar FORMAIS, kumpulan orang-orang terhebat yang pernah saya kenal. Orang-orang yang percaya bahwa mimpinya akan menjadi nyata. Di FORMAIS ini, mental saya ditekan habis-habisan, semangat saya dibakar terus-terusan. Sehingga saya semakin gigih menjalani hidup ini. Sekarang saya merasa lebih tenang dan damai, karena yang dijadikan patokan bukan lagi uang, tetapi Tuhan yang Maha Segalanya.

Selain prestasi,perbedaan lain setelah bergabung dengan FORMAIS adalah sikap saya dalam mengadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Saya belajar untuk tidak terburu-buru dalam meraih sesuatu. Saya mencoba menikmati setiap waktu yang Tuhan berikan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Perlahan tapi pasti, saya berusaha merubah diri ke arah yang lebih baik. Kini saya tidak terlalu terobsesi dengan impian-impian saya di masa kecil. Sekarang saya punya mimpi baru, mimpi yang akan saya perjuangkan habis-habisan. Saya tidak akan menyia-nyiakan modal yang Tuhan berikan, berupa potensi dan dukungan dari setiap orang yang menyangi saya. Saya hanya perlu fokus pada kekuatan yang saya miliki, tanpa melupakan kodrat saya sebagai peremupuan. Saya sangat berterimakasih kepada semua teman-teman di FORMAIS, teman-teman yang tidak pernah bosan mengajak kepada kebaikan.

Alangkah baiknya jika teman-teman mahasiswa bersedia meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan di LDK.  Melalui LDK kita dididik untuk memegang teguh prinsip-prinsip kehidupan. Karena menurut Yudi Latif (2011:614) “Kehilangan terbesar dari bangsa ini bukanlah kemerosotan pertumbuhan ekonomi atau kehilangan pemimpin, melainkan kehilangan karakter dan harga diri….” Dan LDK adalah salah satu tempat membangun karakter serta menumbuhkan harga diri, agar kita menjadi pribadi yang terus berkembang ke arah positif. Semoga kelak kita menjadi pribadi yang berguna bagi agama, keluarga, nusa dan bangsa. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s