#3.Formais Effect – Alkhar Muhammad

Formais Effect

Bismillahirrahmanirrahim.

# Kehidupan sebelum masuk FORMAIS (yang masih diingat)

Sejak SMA, saya mungkin sempat memikirkan untuk bergabung dengan organisasi Islam. Kehidupan saya berjalan seperti layaknya remaja biasa. Saya belum terlalu mengenal Islam dan saya mungkin menganggap ibadah shalat yang paling penting dalam agama Islam.

# Awal mula gabung FORMAIS

Saat masuk kuliah, Saya berniat masuk organisasi karena memang ingin belajar berorganisasi. Akhirnya di STIE Ekuitas, Saya memilih untuk bergabung dengan FORMAIS. Tujuan yang saya ingat saat itu mungkin ingin memberikan kontribusi bagi agama Islam.

# Perubahan Setelah Masuk FORMAIS

Pada permulaan masuk FORMAIS, belum ada perubahan signifikan dalam kehidupan saya. Saya masih belum terlalu mengenal Islam. Kehidupan organisasi berjalan seperti biasa, hingga akhirnya saya merasakan perubahan yang luar biasa nikmatnya. Beberapa bulan sebelumnya (antara September-Desember) saya mempunyai beberapa problem dalam masalah ibadah, entah kenapa saat melaksanakan shalat pun kurang nyaman. Akan tetapi, dalam suatu malam, saya berdoa kepada Allah untuk menjadi seorang muslim yang menjalankan kehidupan secara Islam keseluruhan (kaffah). Awalnya setelah saya berjanji seperti itu, saya sangat hati-hati dalam bertingkah laku. Sampai akhirnya, lama-kelamaan, shalat saya lebih nyaman dari biasanya.

Saya teringat buku yang berjudul “Sucikan Hati Raih Hidayah” yang dikarang oleh Al-Ghazali. Dalam buku itu, terdapat kalimat yang isinya kurang lebih seperti ini, Hidayah tidak akan muncul sebelum seseorang sudah bulat pada permulaan tekadnya. Saya perlahan sadar bahwa tugas manusia di dunia adalah hanya untuk beribadah kepada Allah, seperti yang ada dalam Q. S. Adz-Dzaariyaat(51):56

“dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [Q. S. Adz-Dzaariyaat(51):56]

Lama-kelamaan saya mulai menyadari tugas manusia berada di muka bumi ini. Saya juga perlahan mulai merasakan indahnya hidup ini dengan mengingat Allah, meskipun dalam keadaan senang atau susah.

Doa merupakan senjata orang mukmin. Jadi, perbanyaklah berdoa kapan pun dan dimana pun kita berada. Yakinlah bahwa Allah pasti mendengar dan memberikan kita yang terbaik mengenai kehidupan kita. Satu Doa untuk menjadi seorang muslim sejati (keseluruhan) memberikan perubahan yang sangat besar dalam diri saya. Tentunya doa itu juga diiringi dengan ikhtiar.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah ilmu. Menuntut ilmu itu wajib, segala sesuatu harus dikerjakan dengan ilmu, termasuk ibadah. Alhamdulillahirabbil’alamin. Saya masih diberi kesempatan oleh Allah Swt. untuk dapat hidup di dunia dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

FORMAIS adalah suatu tempat bagi saya untuk berdakwah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s