#1.Formais Effect – Singgih Aprianto

Formais Effect

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya SINGGIH APRIANTO. Saya sangat bersyukur kepada ALLOH SWT, karena telah dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang sangat mengutamakan pendidikan apalagi dalam pendidikan agama, kata-kata yang selalu saya ingat dari kedua orang tua saya adalah “SHOLAT ITU HARUS NOMOR 1”. Perkataan itulah yang selalu saya usahakan untuk diaplikasikan di setiap aktivitas dan rutinitas kehidupan sehari-hari.

Alhamdulillah keluarga kami juga diberi amanah oleh ALLOH SWT sebuah perusahaan (ANORULA) yang bergerak dibidang pengolahan rumput laut, saya juga diamanahi sebagai DIRUT lembaga training LPC (Light Power Centre).

Saya juga sangat bersyukur karena telah di jeburkan ke STIE EKUITAS oleh ALLAH SWT. Allah telah menunjukan jalan yang benar pada saya dengan memasukan saya ke universitas yang dikategorikan jauh dari Favorit, tapi dari situlah saya menemukan sebuah keluarga kecil yang merubah saya menjadi lebih baik.

Orang yang berjiwa besar dan bijaksana adalah orang yang selalu bersyukur dalam segala kondisi, maka dari itu jadilah orang yang berjiwa besar dan bijaksana supaya nikmat kita selalu ditambah oleh ALLAH SWT.

  • kehidupan sebelum masuk FORMAIS

Ketika  saya duduk di TK kata banyak orang sih berkata bahwa saya orangnya itu pintar itu dilihat dari prestasi saya yang selalu juara kelas hal tersebut terus berlanjut hingga saya duduk di tingka SMP, ketika saya duduk di SMA prestasi saya menurun drastis hingga saya tidak menjadi juara kelas, dan saya mulai mengenal dunia yang gelap dan kenikmatan yang semu yaitu pacaran.

Ketika lulus SMA saya mendaftarkan di 5 perguruan tinggi negeri yaitu IPB, UNTIRTA, UI, ITB, STAN. Alhamdulillah saya akhirnya diterima di STIE EKUITAS, pada saat itu saya semakin terjerumus kedalam jurang kenistaan, karena keinginan yang saya inginkan tidak saya dapat, semangat saya untuk berjuang hidup setiap hari semakin turun ditambah pergaulan saya sebelum kaffah ke FORMAIS yang tidak mendukung, pergaulan yang membawa saya menjadi orang yang pesimis, kerjaannya ngehambur-hamburin uang hanya untuk pacaran, bimbang dalam mengambil keputusan (ragu-ragu), egois, mudah tersinggung (cepat marah) atau kalau bahasa sundanya pundungan, kemudian kurang bertanggung jawab serta menganggap hal pacaran atau berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya itu masih saya anggap biasa-biasa saja asal masih batas wajar.

  • Awal mula terjebak masuk FORMAIS

Berawal dari SPEKTA atau biasa yang kalian sebut OSPEK saya memilih lima UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) pada quisioner yang panitia bagikan, yaitu BAND, Volley ball, paduan suara, futsal dan FORMAIS.

Seusai OSPEK perekrutan untuk angota UKM pun dibuka akan tetapi dari ke lima UKM tersebut hanya tiga yang saya ikuti, paduan suara, futsal, dan FORMAIS dan dari ketiga UKM tersebut yang benar-benar saya ikuti adalah FORMAIS dan DPM.

Namun di DPM saya hanya menjabat satu periode saja sebagai koordinator Komisi III dan pada akhirnya UKM atau organisasi yang didalam kampus yang saya ikuti hanya FORMAIS saja. Karena rasa keingintahuan saya terhadap dunia ISLAM secara menyeluruh dan juga pencarian terhadap suatu kebenaran akhirnya saya makin terjebaklah di FORMAIS, tapi yang pasti terjebak dalam hal yang positif.

  • Pengalaman yang dirasakan saat berada di FORMAIS

FORMAIS, ketika saya mendengar kata “FORMAIS” banyak kenangan, makna dan pelajaran dari pengalaman yang saya rasakan ditengah-tengah hangatnya sebuah keluarga yang dibentuk dari mahasiswa-mahasiswa yang datang jauh-jauh dari daerahnya masing-masing yang mempunyai niatan yang sama yaitu TERUS BELAJAR.

Baiklah karena terlalubanyak kenangan dan pelajaran dari sebuah keluarga ditengah-tengah kehidupan kampus yaitu FORMAIS, saya akan ceritakan beberapa hal yang berkesan dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi organisasi-organisasi atau khususnya LDK-LDK di indonesia.

Baiklah saya awali cerita sebuah keluarga FORMAIS yang terdiri dari orang-orang yang awalnya mempunyai berbagai maksud dan tujuan berbeda-beda serta mempunyai fasion atau karakter yang berbeda-beda misalnya, saya mempunyai fasion dalam bidang berwirausaha dan masih banyak lagi seperti penulis, trainer, dosen, serta auditor.

FORMAIS memfasilitasi setiap angota-angotanya untuk mengembangkan fasionnya masing-masing, seperti halnya yang suka dalam hal berwirausaha FORMAIS memfasilitasi dengan membuat komunitas YEC (Youth Entrepreneur Club).

Kemudian FORMAIS juga yang membuat para anggotanya menemukan fasionnya masing-masing. Seperti halnya saya tahu fasion saya di bidang wirausaha, walaupun saya tahu fasion saya ketika saya ikut training Muda Mulia tetapi saya tahu training Muda Mulia tersebut melalui FORMAIS.

  • Perbedaan setelah mengikuti FORMAIS

Yang saya rasakan setelah saya mengikuti FORMAIS ini sangat jauh berbeda dangan ketika saya masih menyukai kenikmatan dunia yang sementara atau bisa dibilang semu, saya yang sekarang merasa lebih baik dari pada sebelum-sebelumnya ketika belum mengikuti FORMAIS.

Dari FORMAIS lah saya bisa menemukan mimpi, visi, dan tujuan hidup serta bagaimana caranya untuk mencapai semua itu, saya sangat bersyukur telah di jerumuskan di tengah-tengah keluarga FORMAIS karena di FORMAIS lah saya bisa menjadi seorang SINGGIH yang mempunyai prinsip dan selalu optimis dalam menghadapi hari-hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s