Secercah Mentari

mentari

Pagi ini jiwa yang sepi kembali terbangun. Semilir angin yang sejuk membuat sedikit demi sedikit semangat ini terus menggelora. Tampak sang mentari masih malu-malu untuk muncul dihadapan semua orang. Yah, beginilah suasana indah yang berada dirumahku bersama keluarga tercinta.

Setiap hari aku merindukan kehangatan mentari hadir dikeluarga yang harmonis ini. Mentari yang akan menjadikan kasih sayang sebagai penghangat dalam perjalanan waktu yang kami lewati.

Yah kami merindukan itu. Selama ini keluarga ini sepi dari kehangatan. Tak ada obrolan untuk saling dukung. Tak ada sinar untuk mewarnai hari-hari kami. Keluarga ini bagaikan singgahan dari rutinitas yang kami lakukan. Tidak! Aku tidak mau hanya sekedar itu. Aku ingin membangun keluarga bahagia disini. Inilah rumah yang akan menjadi surga didunia.

Perlahan, surga itu terus hadir. Semakin matang usiaku dan adikku membuat kami semakin tersadar akan pentingnya komunikasi dalam keluarga. Terus kami berbenah untuk menantikan hadirnya sang mentari.

Akhirnya hal itu terus mendekat. Sang mentari seakan sudah tak sabar ingin menyapa kami semua. Suasana kami semakin hangat. Masa depan kami terus semakin terasa bersinar. Yah semua semakin indah saat kami berhasil menciptakan surga di rumah ini.

Wahai mentari, datanglah kepda kami. Dekaplah kami selalu. Jangan kau biarkan sinar kehangatan itu hilang kembali. Dan biarkanlah kami terus bertumbuh menjadi keluarga bahagia.

#curahan pagi saat berada dirumah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s