Gagal STAN & PTN

Kini saya berfokus pada tujuan terbesar saya yaitu STAN. Pelaksanaan tes tinggal beberapa minggu lagi. Persiapan yang dilakukan semakin matang dan semakin optimis untuk mengikuti tes tersebut.

Dengan penuh keyakinan saya siap untuk tes. Pelaksanaan USM STAN di Universitas Budi Luhur Jakarta. Kami pergi ke Jakarta bersama-sama dengan rombongan SMAN 3 Kota Sukabumi. Pemberangkatan pada pukul 03.00 WIB. Malamnya saya menginap di rumah Kemal. Singkat cerita, saya melalui tes dengan optimisme yang tinggi. Bahkan saya yakin akan lulus ke STAN. Apalagi saya sempat bermimpi bahwa saya diterima di STAN. Semakin sumringah saja. Tinggal menunggu pembuktian saja, apakah ini bisa menjadi nyata atau hanya sekedar mimpi.

Hari-hari ku lalui dengan penuh do’a kepada Sang Maha Kuasa. Ketegangan terus menyelimuti setiap hari saya. Sebelum mendapatkan hasil dari STAN, saya harus mengikuti tes perjalanan yang terakhir yaitu UM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pada perjalanan yang ke sembilan ini saya mempunyai kisah yang lebih indah untuk dikenang. Pada UM ini juga saya harus kembali ke Jakarta tepatnya di Ciputat. Lagi-lagi urusan tidur dimana saja, yang penting bisa ikut tes. Saya berangkat ke Jakarta bersama teman kecil saya yaitu Neng Yeni. Dia tinggal bersama teman pesantrennya. Dan Allhamdulillah saya pun mendapat tempat untuk tidur. Dengan dijemput teman sd saya, yaitu Deni. Saya mulai merasa tenang. Allhamdulillah saya mendapat tempat menginap di pesantren tempat ia mengikuti bimbingan masuk UM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Malamnya saya sampaikan do’a kepada Yang Maha Kuasa. Dan paginya saya memulai tes dengan indah. Inilah jalan ALLAH yang telah digariskan. Tes terakhir ini begitu spesial karena saya bisa berkumpul dengan teman-teman SD, yaitu Izhar Azmi Faturrahman, Deni Abdul Hakim. Dan Neng Yeni Handayani. Sungguh hal yang tak disangka-sangka. Allhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas segala nikmat yang telah Engkau berikan. Kini kami bisa bersilaturahim setelah sekian tahun kita tidak berjumpa. Semoga pertemuan ini bisa berlanjut lagi nantinya. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Waktu demi waktu terus dijalani dengan penuh harapan. Bila malampun ada akhirnya dan berganti dengan pagi yang indah, maka saya yakin semua yang saya lalui pasti akan tiba juga masanya saat sang pelangi hadir memberikan kebahagiaan untukku.

Penantian panjang selama ini akhirnya tiba juga. 03 Agustus 2010 menjadi tanggal yang akan menjadi sejarah. Apakah impianku ini akan terwujud ataukah hanya sebuah mimpi indah yang akan menjadi kenangan. Dengan ditemani dua sahabat saya yaitu Iqbal dan Izhar, kami pergi ke warnet untuk melihat hasil USM STAN. Dengan rasa dag-dig-dug saya tak kuasa melihatnya.

Bayangkan saja, dari total ratusan ribu pendaftar hanya beberapa ratus ribu saja yang diterima. Kami mulai melihat satu persatu daftar peserta yang diterima. Terus kami lihat namun juga tak ada nama Fauzi Noerwenda yang tercantum. Kami ulang terus hingga 3 kali namun tetap saja hasilnya nihil. Dari situ saya tak bisa berkata apa-apa. Mungkin inilah akhir dari perjuanganku. Kedua teman saya berusaha menenangkan saya dan mengantar pulang ke rumah. Tak kuasa saya mengatakan ini semua pada orang tua, akhirnya Iqbal yang buka mulut. Tampak raut wajah kekecewaan dari orang tua saya. Mereka ikut sedih dan mulai menasihati dengan nada tingginya. Tak kuat dengan itu semua, saya pergi ke kamar dan menangis meluapkan perasaan itu. Beruntung saya punya sahabat yang selalu menemani perjuanganku. Apalagi Iqbal yang telah sama-sama berjuang sejak kita kecil. Kini Iqbal sudah mencapai impiannya untuk berkuliah di UPI jurusan sastra sunda.

Aliran air mata ini tak bisa ku tahan. Entah apalagi yang harus saya lakukan. Berbagai macam tes sudah saya ikuti namun tak jua membuahkan hasil. Ya Allah cobaan apakah yang sedang melanda hamba. Hamba malu sudah menghabiskan banyak uang dari kantong orang tua namun hingga detik ini belum juga membuahkan hasil. Maafkan saya pak… Maafkan saya mah.. Maafkan anakmu ini yang belum bisa memberikan kebahagiaan untuk kalian. Maafkan saya yang belum juga memastikan satu tempat untuk kuliah. Ya Allah tolonglah hambamu ini. Berikanlah kesabaran, ketabahan, dan ketegaran untuk menghadapi semua ini. Hamba yakin janji-Mu itu benar. Kabulkanlah do’a hambamu ini Ya Rabb. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Memang semua belum berakhir. Masih ada satu lagi yang menjadi harapan yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan pengumunannya tinggal beberapa hari lagi yaitu tanggal 08 Agustus 2010. Untuk pertama kalinya saya pasrah dengan hasil tes ini. Berbeda dengan biasanya yang selalu penuh semangat. Kali ini saya ikhlas apapun hasil yang terjadi. Dan saya pun siap bila harus berkuliah di kampung halaman sendiri, Sukabumi.

Tanpa harapan yang besar saya membuka pengumuman dari handphone. Dan Subhanallah ternyata nama Fauzi Noerwenda dinyatakan diterima di jurusan Manajemen Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Langsung saya beritahukan hal ini pada orang tua. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya kami menangis bersama karena mereka merasa bahagia dengan hasil ini. Ayah langsung menelpon nenek sambil menangis memberi tahu hasil ini. Kami bersyukur karena akhirnya perjalanku sampai pada bandara yang tepat. Terima Kasih Ya Allah. Terima kasih atas segala kelancaran ini.

Semoga ini yang terbaik bagi hamba. Aamiin..

Euforia keberhasilan ini terus kami syukuri. Selanjutnya kami harus segera melakukan daftar ulang. Ketika melihat berkas-berkas untuk daftar ulang, ternyata biaya pertama yang harus kami bayar lebih dari 20 juta. Hal itu membuat keluarga kami kembali dirundung kesedihan. Uang sebesar itu tidak sanggup kami membayarnya. Apalagi biaya semesternya yang menyentuh angka diatas 6 juta. Sungguh sangat berat sekali rasanya. Kami memutuskan untuk pergi ke rumah nenek untuk membahas hal ini. Ternyata hasil dari diskusi tersebut mengharuskan saya untuk melepaskan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kini habis sudah semua kendaraan yang saya rencanakan untuk digunakan. Artinya saya harus ikhlas untuk menggunakan kendaraan yang ada, berarti saya akan berkuliah di Sukabumi. Rencana saya di STISIP (Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan) dengan mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan.

Teringat akan sebuah ayat dalam al-qur’an surat al-baqoroh ayat 216 yang berbunyi :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Mungkin itulah yang saya alami saat ini. Saya yakin ada hikmah dibalik ini semua. Dan pasti setiap ada perjalanan akan ada ujungnya.

Mengukir BIntang Kehidupan

Mengukir BIntang Kehidupan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s